Badan Eksekutif Mahasiswa

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

Fakultas Kelautan & Perikanan Unair

Badan Eksekutif Mahasiswa merupakan suatu badan yang menjalankan fungsi eksekutif di lingkungan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Tujuannya adalah terbinanya insan akademis berbasis perikanan berasaskan pancasila dan berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Excellent with Morallity. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga berdiri pada 20 Februari 2009. Badan Eksekutif Mahasiswa memiliki peran :

  1. Organisasi yang memperjuangkan aspirasi mahasiswa yang berada pada lingkup Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.
  2. Organisasi yang mewadahi seluruh kegiatan mahasiswa yang berada pada lingkup Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.
  3. Organisasi yang memiliki peran pengkaderan mahasiswa di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Badan Pengurus Inti

Pengurus Periode 2018

 

Ketua                    : Nanda Danu Lukita

Wakil                     : Hutama Satriana Farizky

Sekretaris Umum  : Ari Rukmi

Sekretaris I            : Almalia Surya

Sekretaris II           : Serli Ayu Arista

Bendahara Umum : Nada Dzatalini

Bendahara I           : Dewi Rengganis

Program Kerja Periode 2018

  1. Rapat Kerja : Rapat atau pertemuan para anggota dan pengurus organisasi guna membahas hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas organisasi.
  2. Monitoring dan Evaluasi Internal BEM : Kegiatan yang dilakukan untuk mengamati dan evaluasi baik program kerja ataupun kinerja anggota BEM berlangsung, diharapkan dengan adanya monev internal, pengurus BEM dapat berbenah diri dan meningkatkan semangat dalam mengemban tugas sebagai pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FPK.
  3. Pengadaan Inventaris Sekretaris dan Bendahara : Pengadaan barang-barang yang nantinya dapat menunjang kinerja maupun memperlancar kegiatan selama kepengurusan.
  4. Kunjungan Kerja : Program kerja yang didasari atas kebutuhan BEM FPK untuk mendapatkan informasi mengenai organisasi khususnya BEM pada universitas lain seperti UNDIP atau dilakukan kunjungan di BEM Fakultas di Universitas Airlangga sebagai referensi untuk dapat menjalankan fungsi dengan lebih optimal.
  5. Kelas Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban : Kelas yang dirancang untuk merevisi setiap proposal yang berhubungan dengan administrasi kegiatan maupun dana dan laporan pertanggungjawaban kegiatan.
  6. Hibah Air Minum (BAHARI) : Hibah air minum secara gratis berupa galon yang disediakan di wifi zone untuk umum. Sistem yang digunakan yaitu donasi sukarela berupa uang atau berupa galon air minum.
  7. Musyawarah Himapikani Wilayah IV : Forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi di  tingkat wilayah yang diadakan setiap dua tahun sekali. Musyawarah wilayah merupakan musyawarah utusan Lembaga Kemahasiswaan Perikanan di Tingkat Wilayah.
  8. Survei Implementasi Undang-Undang dan Permasalahan Perikanan (SIPP) : Kegiatan survei lapang pada wilayah perikanan di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Madura guna mengetahui permasalahan dan implementasi UU melalui tolak ukur hibah dana maupun hibah peralatan.

  • RAPAT KERJA

Rapat kerja merupakan suatu program yang memiliki tujuan menyalurkan ide-ide pengurus BEM FPK 2018 serta merancang program-program kerja BEM FPK 2018 dengan indikator pengajuan program kerja BEM FPK 2018 diterima dan disahkan oleh dekanat. Rapat kerja berlangsung pada Rabu, 14 Maret 2018 pukul 13.00 – 18.00 bertempat di ruang A.303 Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR dengan peserta para anggota dan pengurus BEM dan BLM FPK 2018. Adapun kendalanya adalah waktu yang kurang, dosen TPKF sedikit yang hadir, tidak ada kesepakatan proker yang disetujui hitam secara tertulis. Saran untuk kedepannya adalah menghubungi dosen TPKF terkait waktu dilaksanakan proker karena jika menunggu waktu dekan atau wadek menyetujui waktu akan semakin lama dan menjadi mendadak, serta berani menanyakan perihal dana yang disepekatai oleh kedua pihak sehingga pihak BEM bisa bersiap dalam membuat alternatif.

  • KELAS PROPOSAL DAN LPJ

Kelas Proposal dan LPJ merupakan program kerja yang memiliki tujuan menyeragamkan format dan memperbaiki kesalahan pada konten proposal dan laporan pertanggungjawaban kegiatan secara serentak. Program kerja ini dilaksanakan pada 24 Maret 2018 di ruang B304 FPK UNAIR. Adapun kendalanya adalah tidak semua pengurus dapat hadir dalam kegiatan ini.

  • HIBAH AIR MINUM

Hibah Air Minum merupakan program kerja yang memilki tujuan mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan air minum saat malam hari ataupun saat membutuhkan. Bentuk realisasinya adalah menyediakan galon isi ulang dan diletakkan di depan SC ORMAWA. Disediakan kotak donasi untuk yang menyumbang uang untuk isi ulang. Evaluasi yang selalu dilakukan adalah mencek kesedian air galon secara kontinyu.

DEPARTEMEN - DEPARTEMEN

Akademik dan Prestasi

Pengurus Departemen Periode 2018

 

Kepala Departemen : Eztin Permatadynda

Anggota :

  1. Dewantoro Sartiko
  2. Dzikir Septiawan
  3. Eki Satria Sandi
  4. Intan Galih Kesuma
  5. Nur Fitria Firmaningrum
  6. Zulfa Arofatul

Program Kerja Periode 2018

Monitoring dan Evaluasi PKM

Monitoring dan evaluasi tim PKM yang mendapat dana hibah dari DIKTI dalam pembuatan maupun pengembangan ide kreatif mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan dengan simulasi PIMNAS dan berhadapan dengan dosen TPK Fakultas yang dimisalkan dengan juri sebenarnya dalam PIMNAS. Terdapat dua kegiatan untuk membantu tim yang menerima dana hibah, yaitu monev dan pembinaan tim.

Workshop PKM

Workshop PKM adalah acara yang membahas tentang PKM, mulai dari jenis jenis PKM, teknik kepenulisan pkm, sharing ide dan pengalaman tentang PKM dan pemberian motivasi yang berkaitan tentang PKM.

Kilinik PKM

Merupakan bentuk kegiatan yang memudahkan mahasiswa dalam membuat proposal Program Kreativitas Mahasiswa melalui konsultasi dan revisi proposal hingga proses penguploadan proposal Fakultas Perikanan dan Kelautan, pemberian sertifikat kepada seluruh peserta yang sudah upload.

Seleksi Mawapres

Kegiatan yang dapat memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang telah mencapai prestasi yang tinggi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Dengan mengikuti seleksi mawapres, diharapkan dapat menambah atau mengasah hard skills dan soft skills mahasiswa.

  1. Pembinaan
  • Public Speaking
  • Kepenulisan
  • English Club

PEMBEKALAN PKM

Pembinaan monev PKM fakultas dan universitas dengan pembicara dari Garuda Sakti. Pembinaan monev PKM fakultas dan universitas membahas tentang persiapan dan berkas-berkas yang dipersiapkan saat monev PKM di fakultas maupun di universitas. Kegiatan ini dilakukan di ruang B-304 pada Sabtu, 28 april 2018 pukul 15.00-17.00 WIB.

MONEV PKM

Monev PKM FPK dilaksanakan pada 28, 30, 31 Mei 2018 mulai pukul 15.00 di ruang B-302. Monev PKM dilakukan dengan tujuan memonitoring dan evaluasi kegiatan PKM yang dilakukan tim PKM FPK yang lolos didanai oleh kemenristekdikti. Kegiatan ini langsung dihadiri oleh dosen TPKF FPK sebagai dosen reviewer saat monev.

ENGLISH CLUB

English Club merupakan suatu program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa FPK UNAIR. Program kerja ini dibuat karena banyaknya minat mahasiswa yang ingin exchange, mengikuti workshop, lomba-lomba berbahasa Inggris, maupun melanjutkan S2 ke luar negeri sehingga setidaknya BEM dapat memfasilitasi mahasiswa yang ingin meningkatkan Bahasa Inggris. Konsep yang diadakan untuk English Club tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain belajar speaking dan grammar, tahun ini kami juga membuat konsep untuk belajar writing, mengadakan talkshow go aboard, pembinaan TOEFL, dan tes TOEFL. Satu semester yang lalu English Club telah dilaksakan sebanyak satu kali pertemuan. Pertemuan tersebut kami mengundang Aqmarina Rahmani (FKM 2015) sebagai pemateri. Sejak SMP, Aqmar sudah berhasil menginjakkan kakinya di Oxford University, dengan Bahasa Inggris Aqmar berhasil beberapa kali ke luar negeri untuk mengikuti lomba maupun delegasi. Salah satu pesan dari Aqmar adalah “Jangan takut untuk belajar dan mencoba”.

PEMBINAAN PKM

MONEV PKM

ENGLISH CLUB

Dalam Negri

Pengurus Departemen Periode 2018

Kepala Departemen : Haris Gajang Baskoro

Anggota                    :

  1. Akmal Yusuf
  2. Cahya Caesar Rizaldi
  3. Elva
  4. Farid Naufal
  5. Nadia Bestari
  6. Rafi Adi Syahputra

Program Kerja Periode 2018

Papan Kreasi Mahasiswa (PANKREAS)

Memanfaat mading sebagai media bagi teman-teman dalam menyampaikan informasi umum dalam bentuk karya. Sistem yang digunakan menggunakan kotak untuk menampung hasil karya teman-teman, kemudian setiap minggunya akan dipilih 2 – 4 karya yang akan ditampilkan di mading.

Kelas Beasiswa

Salah satu proker bagian advokasi dalam perihal memberikan informasi dan pengarahan tentang semua jenis beasiswa.

Kelas Banding UKT

Program kerja dari advokasi yang memfasilitasi mahasiswa FPK dalam masalah UKT. Bertugas mengawal dan memberikan informasi secara detail serta tips mengenai banding UKT.

Hubungan Antar Mahasiswa (HUBMA)

Sebagai sarana edukasi & harmonisasi mahasiswa yang ada di FPK. Setiap diadakannya forum ini akan disediakan tema yang berkaitan dengan ORMAWA. Forum ini bersifat bebas dalam menjaring aspirasi, kritik, dan saran untuk ORMAWA FPK.

Kopi Cangkruk

Merupakan kegiatan sebagai wadah atau tempat menukar aspirasi mahasiswa atau mendapat informasi yang penting. Kopi cangkruk memiliki bentuk diskusi secara umum yang terbuka dan bersifat santai dengan menyeruput teh ataupun kopi ditemani cemilan.

Kajian Isu

Kegiatan mengkaji dan berdiskusi secara searah maupun dua arah mengenai isu-isu terkini dan hal-hal yang menyangkut aspek-aspek kehidupan bermasyarakat, bernegara, berbangsa dan kemahasiswaan serta membedah isu – isu perikanan yang dapat memperluas dan memperdalam wawasan peserta, forum ini dapat dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Kelautan ataupun tempat yang berhubungan dengan pembahasan kajian.

Forum Komunikasi (FORKOM)

Program yang disusun untuk berbagi saran, aspirasi, kritik, dan penyampaian informasi penting antara BEM, BLM, Ketua UKM, dan Komting angkatan. SOP untuk dilaksanakan forkom adalah adanya informasi penting yang harus disampaikan (minimal 3 informasi baik dari BEM, BLM, maupun UKM), pemberian informasi dilakukan satu minggu sebelum pelaksanaan FORKOM, dan hal-hal diluar tupoksi Departemen Dalam Negeri adalah diluar wewenang.

Bedah Buku

Bedah buku adalah program yang dilakukan bersamaan dengan senjata pena untuk peningkatan literasi yang sangat kurang bahkan disalah gunakan untuk pembunuhan karakter. Bedah buku dilaksanakan karena kurangnya minat baca dan memahami arti sebuah buku.

PANKREAS

PANKREAS merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreatifitasnya dalam bentuk puisi, gambar, sajak, maupun karya karya lain. Mading ini bebas tempel dan bertempat di area wifi zone. Kurangnya sarana bagi mahasiswa untuk mengekspresikan karyanya dan kurangnya minat mahasiswa untuk berkarya menjadi alasan terbentuknya mading. Adanya mading diharapkan mahasiswa merasa terfasilitasi untuk berkarya dan menyampaikan opininya.

KAJIAN ISU

– ISU: Cacing Anisakis sp. pada Sarden Kaleng

Stadium siklus hidup :

  1. Hospes definitif, cacing dewasa bereproduksi secara seksual dan menghasilkan keturunan. Ex : mamalia laut.
  2. Hospes intermediet, berkembang satu atau beberapa kali menjadi bentuk yang lebih matang.
  3. Hospes paratenik, tidak lagi terjadi perkembangan larva.
  4. Hospes aksidental, seperti manusia, sebenarnya bukan merupakan bagian dari rantai infeksi alamiah Anisakis dan secara normal tidak akan menyebabkan infeksi pada hospes definitif. Hospes aksidental terinfeksi secara tidak sengaja dan menjadi jalan buntu (dead end) bagi siklus hidup cacing. Spesies yang paling sering dilaporkan menginfeksi manusia adalah simplex dan P. decipiens. Sebagai hospes insidental, manusia dapat terinfeksi jika memakan daging ikan atau produk laut yang mengandung larva Anisakis sp. dalam keadaan mentah atau kurang matang. Beberapa negara dengan konsumsi ikan laut tinggi seperti Jepang dan Spanyol juga melaporkan tingginya kasus anisakiasis pada manusia, lebih tinggi dibanding negara-negara lain yang konsumsi ikan lautnya kurang.

Alergi pada manusia :

Anisakiasis pada manusia sebenarnya tidak lazim karena parasit itu tidak akan mampu beradaptasi untuk hidup pada manusia dan infeksi yang terjadi sebenarnya bersifat transit semata. Respons alergi yang pertama adalah anisakiasis gastroalergi yang gejalanya merupakan gejala tambahan akibat parasitisme akut di lambung setelah memakan ikan atau produk laut lainnya yang mengandung larva hidup secara mentah atau dimasak kurang matang dan yang kedua berupa alergi terhadap A. simplex yang terjadi akibat kontaminasi produk perikanan yang mengandung alergen (larva yang ada pada produk perikanan tersebut tidak mesti hidup). Respon alergi lainnya bisa terjadi, meski lebih jarang ditemukan, berupa urtikaria kronik akibat sensitisasi A. simplex (mekanisme belum jelas diketahui), asma dan gastroenteritis eosinofia, gejala rheumatologi, dermatologi dan rhino-konjungtivitis.

Respons imun meliputi respons imun bawaan (sel epitel terinfeksi, nitric oxide, Toll like receptor) dan didapat (Th2, IL-4, IL-5) serta eosinofilia; eosinofilia merupakan gambaran peradangan lokal pada lesi akibat larva A. simplex (infiltrasi eosinofil disekitar parasit dalam jaringan). Konsentrasi eosinofil didaerah yang sakit tidak hanya akibat pelepasan faktor kemotaktik oleh limfosit T, sel mast dan basofil tetapi juga oleh sekresi substansi kemotaktik oleh parasit. Hal menarik, meski eosinofilia sering dikaitkan dengan infeksi cacing namun untuk anisakiasis hanya ditemukan pada kurang dari 30% anisakiasis. Meski demikian, infiltrasi eosinofil di jaringan di sekitar parasit merupakan gambaran paling khas mengenai lesi inflamasi lokal akibat anisakiasis.

Laporan mengenai alergi akibat anisakiasis banyak ditemukan pada beberapa daerah di Spanyol, yaitu pada daerah tersebut konsumsi ikan dalam keadaan mentah lebih tinggi. Di Asia, Jepang merupakan contoh negara dengan konsumsi ikan paling tinggi dan secara bersamaan juga paling sering melaporkan kejadian anisakiasis.

Danilowicz-Luebert et al mengklasifikasikan alergi akibat Anisakis sp. sebagai penyakit okupasi karena dapat juga terjadi akibat kontak tanpa harus mengkonsumsi daging ikan yang tercemar. Hal itu juga didukung oleh hasil penelitian Armentia et al seperti yang terdapat pada laporan EFSA Panel on Biological Hazards (BIOHAZ)1 pada pekerja pabrik pengolahan ikan terjadi alergi akibat kontak terhadap ikan tercemar larva Anisakis sp. atau bersifat okupasional.  Pakar standarisasi mutu produk perikanan dari Institut Pertanian Bogor Sunarya mengatakan, cacing Anisakis yang terdapat pada sejumlah merek makerel kalengan telah mati akibat proses pengalengan yaitu pembekuan dengan suhu hingga minus 40°C dan disimpan dalam suhu minus 20-30°C. Ikan lalu dicuci, dipotong, dan dibersihkan isi perutnya. Setelah itu, ikan dimasak dan dipanaskan dalam proses pengalengan hingga suhu 121°C selama minimal tiga menit, sehingga ikan tetap aman dikonsumsi. Pakar teknologi pangan Indonesia sekaligus anggota Komite Nasional Codex Indonesia, Purwiyatno Hariyadi, membenarkan pernyataan Sunarya tersebut. Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut bahwa cacing tersebut tidak masalah karena pada akhirnya produk ikan makerel kalengan akan dikonsumsi dengan dimasak terlebih dahulu. Ia pun menyebut cacing mengandung protein sehingga tidak berbahaya.

Prof. Sri Subekti berpendapat bahwa Anisakis berbahaya karena mengandung alergen yang resiko terbesarnya adalah alergi jenis asthma hingga menyebabkan kematian pada manusia yang sensitif terhadap alergen. Meskipun sudah dalam keadaan mati, Anisakis tetap beresiko tergantung pada kepekaan tiap manusia. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pencernaan Dr. Ari dalam keterangan pers menyatakan bahwa larva cacing ini jika tertelan oleh manusia dalam keadaan hidup dapat menempel di dalam lambung atau usus halus menimbulkan berbagai keluhan, antara nyeri perut, mual, muntah, kembug, diare ada darah dan demam yang tidak terlalu tinggi. Selain itu keberadaan larva cacing ini pada tubuh manusia juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada tubuh manusia yang bisa berakibat fatal. Menurut dr Ari, larva cacing Anisakis ini tidak bisa berkembang biak di tubuh manusia tapi bisa bertambah besar. Pakar Fisheries Toxicology dari Fakultas Perikanan dan llmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Etty Riani, menegaskan, cacing yang ditemukan pada ikan makarel dalam 27 merek ikan kaleng yang beredar luas di Indonesia, merupakan jenis cacing parasit yang dapat menimbulkan alergi bahkan mengakibatkan penyakit kanker. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan kasus ditemukannya cacing parasit Anisakis dalam beberapa produk ikan kaleng makerel adalah sebuah ‘kecelakaan’ yang tak diduga oleh para pelaku usaha. APIKI menyatakan bahwa pengusaha rugi miliaran. Selain itumenyayangkan keputusan BPOM yang menarik produk ikan kaleng dari jenis lain seperti tuna dan sarden karena menteri kesehatan dan pakar menyatakan tidak ada masalah.

Pendekatan komprehensif oleh orang perikanan, yaitu dengan melakukan tindakan, seperti : Riset dasar untuk meyakinkan kepada masyarakat jika cacing Anisakis sp. tidak ada di produk olahan ikan dengan meneliti di laboratorium terlebih dahulu. Sosial masyarakat dengan melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat agar kegemaran makan ikan semakin meningkat. Sebagai mahasiswa bisa memproduksi tulisan-tulisan untuk meningkatkan keyakinan masyarakat mengenai keamanan produk perikanan.

– Hari Nelayan

  1. Kebijakan pemerintah harus berpihak pada nelayan, pemerintah kurang tepat jika mengeluarkan peraturan yang merugikan
  2. Pendataan NTN oleh pemerintah dirasa kurang valid karena juragan dan buruh disamakan, maka perlu pendataan ulang.
  3. Pemerintah dapat menjadi alat untuk berbohong karena memiliki data.
  4. Sudah banyak subsidi pemerintah namun kurang pemanfaatan. Contohnya beasiswa Pumara untuk pendidikan anak nelayan. Di beberapa kasus bantuan tunai dimanfaatkan untuk hal lain dan jika bantuan non tunai akan dijual oleh nelayan, sehingga tidak sesuai dengan target yang direncanakan pemerintah.
  5. Oknum daerah golongan muda sudah lebih paham mengenai aturan, namun yang golongan tua masih terbiasa dengan aturan lama.
  6. Belum ada batas kelayakan harga.
  7. Belum semua nelayan tahu tentang regulasi dan masih terikat adat, serta sadar saat terkena efek negatifnya.
  8. Pemerintah membuka badan mirip bulog untuk menentukan harga jual ikan di pasaran.
  9. Peraturan KKP kurang sampai ke teknis, kurang bersinergi dengan DKP, dan kurang terintegrasi sampai bawah.
  10. Nelayan Jepang makmur, namun nelayan Indonesia tidak, pendidikannya kurang karena hidupnya juga kekurangan. Di Jepang hasil melaut sudah ada pembeli yang menunggu dan sisanya disimpan di cold storage, namun di Indonesia tidak, mengingat minat masyarakat Indonesia terhadap ikan masih tergolong rendah.
  11. Harga jual ikan ditentukan tengkulak dengan harga semurah-murahnya dan cold storage di TPI belum terlengkapi.
  12. Sistem buruh nelayan dengan juragan membuka kredit berbunga yang dibayar dengan tenaga melaut nelayan dan tidak digaji tidak akan mengeluarkan nelayan beban piutang.
  13. Hasil melaut digunakan untuk hari itu juga.
  14. Aksi di jalan dianggap kurang relevan jika tidak memahami sisi nelayan itu sendiri, dan jika aksi salah maka tidak ada perubahan yang positif.
  15. Mahasiswa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sudah merupakan aksi yang ideal. Namun sering dilupakan oleh mahasiswa dan ada yang menganggap jika itu terlalu memakan waktu lama.
  16. Mahasiswa sebagai media untuk menyampaikan pendapat masyarakat kepada pemerintah.
  17. Membuat aksi dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan memberikan alat untuk melaut kepada nelayan.
  18. Meberikan edukasi kepada nelayan dan anak nelayan.
  19. Membuat badan advokasi di lingkup mahasiswa untuk berfokus pada nelayan.
  20. Pengabdian masyarakat dalam bentuk bersih lingkungan.
  21. Membuat badan advokasi di lingkup mahasiswa yang dibawahi oleh BEM FPK dan Departemen Dalam Negeri.

– Terorisme

Solusi dan Tindak Preventif Menanggapi Ideologi Khaurij

Kajian mengenai ideologi khaurij yang dilaksanakan pada hari Kamis (31/05/2018) di Musholla Al-Qolam Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga disampaikan oleh Ust. Afri Ardianto dan Rosdiansyah, S. H., M. A. sebagai pemateri. Garis besar dari kajian ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih tentang radikalis, dan terorisme yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan.

Umat Nabi Muhammad SAW sebagai umat pertengahan yang berkarakter shalih, fleksibel, dan dapat menyesuaikan diri di tempat dan waktu, serta pertengahan dalam hukum yang berlaku. Khawarij lahir dari interpretasi sudut pandang yang berbeda, seperti berlebihan dalam menjalankan agama. Khawarij sudah ada sejak zaman Nabi, kemudian langsung diluruskan kembali oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah perang Hunain, ada segolongan orang yang meragukan keadilan Nabi Muhammad SAW, golongan ini juga memerangi Sayyidina Ali. Dalam hadist golongan inilah kaum khawarij, ciri – cirinya adalah kulit hitam, salah satu lengannya gempal, dan pembaca Al-Qur’an yang baik tetapi tidak sampai pada kerongkongannya.

Setelah meninggalnya Sayyidina Ali, ada 3 kubu besar yang berselisih. Setelah perundingan, khawarij menampakkan diri dengan menganggap 2 kelompok lainnya tidak menerapkan ajaran Rasulullah SAW, bahkan mengkafirkan dan menganggap dirinya sendiri yang paling benar. Kaum ini terkenal dengan jargonnya yaitu, “tidak ada hukum selain hukum Allah”. Mereka menganggap selain dari golongannya adalah menyimpang dari Islam. Golongan ini menyebut golongan lain khawarij dan menyebut golongannya sendiri syiah. Golongan khawarij ini telah binasa pada zaman kaum Umayah, namun ideologinya masih ada sampai sekarang. Ada yang disebut dengan jamaah takfri yang menafsirkan Islam menurut pribadi dan menganggap iman orang yang tidak sependapat “kurang bersih”. Mereka mengukur keimanan orang lain dengan ibadah yang mereka lakukan. Pendapat mereka sangat literalis, tidak lagi memperhatikan situasi dan kondisi saat ayat Allah diturunkan dan asbabun nuzul. Selanjutnya adalah mengenai terorisme. Terorisme bunuh diri telah ada pada tahun 1940 oleh sosialis Islam Turki. Keluarga Hazazin melatih diri dengan sedemikian rupa pada kaum Bani Umayah untuk membunuh kaum elit lalu menghilangkan diri, cara ini di Inggris diadaptasi menjadi Assasin.

Konsep Pancasila sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan. Prinsip kebhinnekaan/ common grown sendiri sudah dicontohkan pada zaman Nabi, yaitu adanya Piagam Madinah yang mengakui adanya pluralitas atau kemajemukan. Maka dari itu pemahaman tentang Islam harus selalu diasah karena zaman sekarang sebagai kaum moderat yang hidup dalam kebhinnekaan, dan problem dari kemajemukan itu sendiri bisa menjadikan seseorang radikal atau ekstrimis. Tidakan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam menghadapi ideologi khaurij ini adalah banyak mempelajari ilmu untuk meningkatkan pemahaman. Belajar ilmu agama harus pada ahlinya, tidak boleh berdasarkan pada pendapat pribadi karena kemurnian agama akan terdistorsi dan rusak. Selain itu diperlukan rasionalitas dalam menghadapi perbedaan agar tidak mudah menganggap ekstrimisme. Umumnya saat terjadi perbedaan, emosi yang dikedepankan, padahal Islam mengedepankan rasionalitas.

 
 

PANKREAS

KAJIAN ISU

             

Kewirausahaan

Pengurus Departemen Periode 2018

 

Kepala Departemen : Siti Hamidah

Anggota                    :

Arfian Dewa Nanda

Faris Abidin

Rizaldi Ruswandi

Rizky Fauzziyah Yuzi

Sekar Arum

Program Kerja Periode 2018

 

BEM SHOP

BEM SHOP adalah tempat yang menyediakan beberapa keperluan  perkuliahan  mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan. BEM SHOP juga menjadi wadah untuk tempat beberapa mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan memperkenalkan produk mereka dan dapat menjualkannya di BEM SHOP.

Stand Evently

Berbagai macam kegiatan yang diadakan dalam kurun waktu setahun selama kabinet ini berjalan. Stand evently kami adakan saat ada event-event yang memungkinkan kami membuka stand atau berjualan.

Sponsorship dan Media Partner

Menampung proposal dari setiap acara yang membutuhkan dana untuk diseleksi kembali keesuaiannya dengan tema acara agar dapat mempermudah perizinan acara yang membutuhkan dana tersebut sehingga dapat melalui satu pintu saja.

Enterpreneur Club

Setiap bulan diadakan pertemuan anggota EC dan diselingi setiap 2 bulan dengan menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar lingkup FPK. Meminjamkan modal ke anggota EC untuk menjalankan usahanya dengan syarat dan ketentuan berlaku sejak awal bergabung dengan EC. Modal didapat dari keuntungan penjualan di BEM Shop.

Sosialisasi Kewirausahaan

Menggunakan konsep studi banding ke luar fakultas.

Konveksi

Mengkoordinasi pengadaan Jaket dan Nametag Internal BEM, serta Jas Lab dan Baju Korsa (PDH).

BEM SHOP

BEM SHOP adalah tempat yang menyediakan beberapa keperluan  perkuliahan  mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan. BEM SHOP juga menjadi wadah untuk tempat beberapa mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan memperkenalkan produk mereka dan dapat menjualkannya di BEM SHOP. BEM Shop sendiri beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat pukul 07.00 – 17.00. Barang utama yang di jual adalah ATK berupa bulpoin, pensil, penghapus, kertas, dan lain-lain. Selain Itu juga bekerjasama dengan PT. Alpen Food Industri dengan memasarkan produknyya berupa Ice Cream. Setiap hari kamis karyawan dari PT. Alpen Food Industri melakukan Restocking di BEM SHOP. BEM SHOP juga menyediakan wadah untuk mahasiswa FPK untuk menitipkan barang dagangannya di lapak BEM Shop. Banyak mahasiswa yang antusias menitipkan barang dagangannya mulai dari Salad Buah, Pisang Nugget, Roti Bakar, Cotton Candy, dan juga ada Kaos Kaki.

STAND EVENTLY

Stand Evently merupakan kegiatan berdagang berdasarkan pengaplikasian ilmu kewirausahaan. Salah satu contoh kegiatan stand evently diantaranya diadakannya Bazar Ramadhan dengan tujuan sebagai sarana penyedia bahan pangan saat berbuka puasa dan sebagai ajang silaturahim antar civitas akademika Fakultas Perikanan dan Kelautan. Bazar Ramadhan merupakan wadah untuk mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan ilmu kewirausahaan, terdapat stand bazar khusus untuk mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan guna memperkenalkan produk unggulan yang diperjual belikan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Bazar Ramadhan  merupakan serangakaian program kerja yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan Departemen Kewirausahaan tahun 2018. Kegiatan diselenggarakan pada hari Rabu, 23 Mei 2018 hingga Kamis, 24 Mei 2018 mulai pukul 16.00 – 18.30 WIB yang diikuti oleh seluruh civitas akademika Fakultas Perikanan dan Kelautan.

BEM SHOP

  

 

STAND EVENTLY

                           

Komunikasi dan Informasi

Pengurus Departemen Periode 2018

 

 

Kepala Departemen : Zulkifli Ghazali

Anggota :

  1. Ardiani Putri Rahayu
  2. Galih Listyo Nugroho
  3. Muhammad Nadhim Sahputra
  4. Nadya Rahadini
  5. Vira Ulfiyana

Program Kerja Periode 2018

Media Sosial

Media sosial merupakan salah satu bentuk media komunikasi di era digital. Media sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) meliputi FB, Twitter, Instagram, Line, Ask.fm, Website dan Youtube.

Fish Flash News

Fish Flash News merupakan salah satu media komunikasi berupa barang yang dicetak yaitu bulletin. Bulletin merupakan media publikasi yang diterbitkan secara teratur. Bulletin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) akan  terbit sebanyak 5 kali.

HUBLU (Hubungan Luar)

Hubungan luar merupakan kegiatan untuk meningkatkan kinerja dan kreativitas dalam organisasi yang mampu diaplikasikan  dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan.

Kelas Design dan Video Editing

Salah  satu  bentuk  penyampaian   informasi   dapat  berupa dengan  design  kemasan.  Kelas design produk berkonsep seperti kuliah tamu dengan disertai pelatihan untuk memaksimalkan kemampuan mahasiswa perikanan dalam bidang design grafis.

Sosial Media

HUBLU (Hubungan Luar)

Telah mengadakan pengumpulan karya puisi dan mempublikasikannya pada mading FPK.

Pelatihan Fish Flash News (13/03/2018)

Tim Redaksi Periode 2018

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengurus Departemen Periode 2018

Kepala Departemen : Rafelia Nirmala Putri

Anggota                    :

  1. Aldi Dwi
  2. Devi Kristinawati
  3. Muhammad Diedin Arif
  4. Muhammad Yusriqo Naufal
  5. Rahmita Mutiara

Program Kerja Periode 2018

PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru)

Program ini dikhususkan untuk mahasiswa baru dalam mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana dan prasarana akademik yang tersedia di kampus serta memahami mekanisme yang berlaku didalamnya.

Magang Yuk! Vol. 7

Magang yuk merupakan kegiatan yang memfasilitasi mahasiswa dengan berbagai informasi tempat magang di bidang perikanan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan untuk mengisi hari libur dengan kegiatan yang bermanfaat, yaitu dengan melaksanakan magang sehingga menghasilkan mahasiswa yang aktif dan berpengalaman dalam bidang perikanan.

FLASH

Fisheries Leadership Class merupakan program kerja yang termasuk dalam program pengaderan yakni pembinaan oleh BEM FPK yang ditunjukkan kepada mahasiswa baru 2018. Fokus pada materi manajemen organisasi, manajemen konflik, forum group discussion, dan program pengabdian masyarakat.

Upgrading BEM

Upgrading merupakan upaya peningkatan kinerja pengurus BEM dalam konsistensinya selama kepengurusan. Dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu sekolah BEM, evaluasi, dan synergy award.

BEM Gathering

Program yang dilakukan rutin satu tahun sekali untuk mempertemukan alumni BEM FPK dan pengurus BEM FPK sebagai sarana silaukhuwah kepada alumni dan pertukaran informasi.

Airlangga Maritime Week (AMW)

Program kerja bertajuk lomba karya tulis ilmiah tingkat pelajar SMA dan sarjana. Selain itu juga ada lomba poster fotografi perikanan dan poster ilmiah bertemakan perikanan.

Forum Controlling

Merupakan salah satu agenda wadah untuk pengurus BEM menuangkan pikiran, evaluasi, diskusi bersama, dan sharing  tiap departemen. Kegiatan ini merupakan agenda yang bersifat kondisional.

UPGRADING

Upgrade adalah suatu proses memperbaharui sesuatu. Begitu pula dengan upgradingUpgrading BEM FPK 2018 bertujuan untuk membekali pengurus BEM FPK 2018 mengenai organisasi, mengenai kemampuan kepemimpinan dalam organisasi, dan menjalin rasa persaudaraan antar individu di kepengurusan BEM FPK 2018. Kegiatan upgrading diadakan selama dua hari di FPK UNAIR. Kegiatan upgrading berisi materi seperti manajemen organisasi, manajemen konflik, tata cara sidang, public speaking dan lain sebagainya.

ROLLING

Rolling merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendekatkan antar individu pengurus BEM FPK 2018 dan forum sharing antar individu. Acara rolling ini diadakan 5 kali dalam satu periode kepengurusan dan sudah terlaksana 2 kali. Acara rolling pertama dilakukan dengan judul Seberapa Kenalkah Kalian dengan Sesama Pengurus BEM FPK 2018. Acara tersebut berisi games tebak nama dengan klue foto dari tiap anggota. Acara pertama berlangsung menyenangkan dan berjalan dengan baik tanpa kendala. 80% pengurus BEM FPK 2018 datang dalam acara rolling pertama. Rolling kedua dilaksanakan pada bulan ramadhan sehingga menggunakan konsep buka bersama. Disela-sela buka bersama juga diadakan kegiatan sharing antar anggota BEM dan tidak lupa juga diadakan games yaitu tebak proker. Setiap orang menyebutkan proker departemen lain secara acak. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kepahaman pengurus terhadap proker setiap departemen.

ROLLING

Seni Minat dan Bakat

Pengurus Departemen Periode 2018

 

Kepala Departemen : Fariz Kevin Harlens

Anggota :

  1. Adelina Ihsani Dewi
  2. Dian Febriyanti
  3. Insan Kamil
  4. Maria Goretti
  5. Ryzka Arsalia

Program Kerja Periode 2018

  1. Duta FPK Kegiatan ini merupakan ajang pencarian mahasiswa berbakat dalam bidang non akademik, sasaran Duta FPK ini adalah mahasiswa aktif angkatan tahun 2016 dan 2017.
  2. Fish Cup x Dekan Cup Fish Cup merupakan ajang perlombaan olahraga cabor futsal yang ditujukan pada para tim unggulan SMA yang ada di Surabaya, sedangkan Dekan Cup adalah perlombaan olahraga cabor basket, futsal dan volley yang ditujukan kepada mahasiswa aktif Fakultas Perikanan dan Kelautan angkatan 2015, 2016, dan 2017.
  3. Latihan Rutin Kegiatan mingguan yang dilakukan oleh setiap UKM yang bertujuan untuk  mencetak atlet-atlet dan menyalurkan bakat mahasiswa FPK UNAIR serta menjalin kerjasama maupun keakraban semua angkatan.
  4. Partisipasi dan Student Week Dana yang digunakan untuk keperluan UKM dalam mengikuti lomba dan keperluan Student Week.
  5. Sparing Antar Kampus Merupakan kegiatan silaukhuwah dalam bentuk sparing ke Fakultas Perikanan dengan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah Surabaya .
  6. Magang UKM Kegiatan ini merupakan magang pada setiap UKM yang ada di Fakutas Perikanan dan Kelautan mulai terlaksana dan diwajibkan untuk mahasiswa baru.
  7. Kunjungan Kerja Antar Kampus Merupakan kunjungan kerja departemen seni,minat dan bakat ke Fakultas lain tetapi satu UNAIR.
  8. Mistik (Kamis Berbatik) Merupakan agenda dari departemen seni, minat, dan bakat untuk mengajak seluruh civitas akademika FPK UNAIR menggunakan batik disetiap hari kamis.
  9. Supporter Merupakan agenda dari departemen seni, minat, dan bakat dalam bidang supporter guna mendukung UKM di FPK UNAIR dalam  bidang olahraga.
  10. Student Day Merupakan kegiatan refreshing berupa pertunjukan dan makan bersama rutin yang diadakan setiap selesai UAS dihadiri oleh seluruh civitas akademika FPK Universitas Airlangga.
  11. Menjalin Aspirasi Antar UKM Merupakan kegiatan monitoring dan evaluasi mengenai kinerja UKM FPK UNAIR dan sebagai tempat untuk berdiskusi mengenai progress tiap UKM di FPK UNAIR.
  12. FPK Music Corner Merupakan kegiatan melatih dan mengasah softskill dalam bermain musik yang dimiliki oleh mahasiswa mahasiswi FPK UNAIR.
  13. Sie Kerohanian Islam

 

  • Muslimah Corner  Kegiatan yang di dalamnya  membahas  dan mengkaji ilmu-ilmu tentang keperempuanan. Tema yang dibahas beraneka ragam dengan tetap mengikuti perkembangan informasi.
  • Kajian Akhwat  Kajian yang didalamnya membahas dan mengkaji ilmu-ilmu fiqih khususnya akhwat. Tema yang akan dibahas pada setiap pertemuan berkesinambungan dengan pertemuan selanjutnya.
  • KARAMBA (Kajian Ramadhan Barokah) Kajian yang dilaksanakan pada bulan ramadhan dan membahas kitab Manhajul Muslim.
  • SKI Mengajar Suatu kegiatan pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan konsep mengajar anak-anak kecil di panti asuhan. Selain itu dilakukan pembagian barang-barang yang masih berguna dan tidak terpakai, seperti buku dan pakaian bekas kepada anak-anak panti.
  • KRS (Kajian Rabu Sore) Beriman adalah sebuah kajian yang membahas tentang isu-isu terkini yang dikorelasikan dengan pandangan islam dan kajian yang membahas mengenai aqidah islamiyah.
  • Sekolah Literasi Kegiatan yang memberikan wadah mahasiswa untuk memperdalam dan mengupas karya tulis secara umum serta adanya mentoring yang didalamnya akan terkonsep seperti kelompok belajar.
  • CORAL PDK I Pelatihan Dakwah Kampus tingkat 1 bertujuan untuk membangun jiwa leadership mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dan menjalani kehidupan dengan berpegang teguh pada syariat agama Islam dengan adanya pemberian materi yang ahli dibidangnya dan dilaksanakan selama dua hari satu malam.
  • SIRIP (Semarak Inspiratif Religi Perikanan) Serangkaian acara yang menjadi puncak pada kepengurusan SKI.

 

KAKEMA (Kegiatan Keilmiahan Mahasiswa)

a. Divisi Budidaya

  • Pemijahan
  • Bina Panti
  • Kunjungan Lapang
  • Aquaponik

b. Divisi Pengolahan

  • Seminar
  • Pembuatan Produk Olahan Perikanan

c. Divisi Aquascape

  • Pelatihan Aquascape III

SPARING

Senin, 14 Mei 2018 Departemen Seni, Minat dan Bakat BEM FPK 2018 kembali mengadakan agenda tahunan yaitu Sparing antar kampus. Sparing antar kampus merupakan kegiatan non akademik pada bidang Olahraga yang dilaksanakan dengan Universitas lain. Agenda sparing antar kampus yang dilaksanakan mencakup olahraga basket, futsal, volly, badminton dan tenis meja. Pelaksanaan agenda kali ini berbeda dengan agenda-agenda yang sebelumnya, sparing antar kampus selalu dilakukan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang. Namun tahun ini Departemen Semikat (Seni, Minat, dan Bakat) melaksanakan agenda sparing bersama dengan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah Surabaya. Agenda ini juga merupakan Pertandingan Persahabatan antara FPK UNAIR dengan FTIK UHT. Salah satu tujuan dari diadakannya kegiatan ini yaitu agar skill mahasiswa pada bidang olahraga dapat dikembangkan. Selain itu, agenda ini juga merupakan kegiatan awal dalam menjalin hubungan yang baik dengan Universitas yang ada di Surabaya khususnya Universitas Hang Tuah Surabaya.

MISTIK

Mistik (kaMis baTik) merupakan salah satu agenda yang dilaksanakan setiap hari kamis oleh mahasiswa maupun dosen dan karyawan yang melakukan kegiatan di lingkup FPK. Agenda ini merupakan wujud dari kepeduliaan dan keikutsertaan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam melestarikan batik Indonesia. Penggunaan produk dalam negeri terutama produk penggunaan batik di Indonesia mulai menurun, sedikit sekali anak muda zaman sekarang yang menggunakan batik dalam kehidupan sehari-harinya. Maka dari itu agenda menggunakan batik ini diharapkan dapat meningkatkan minat pemuda-pemudi Indonesia zaman sekarang dalam menggunakan batik serta juga dapat melestarikannya.

SIE KEROHANIAN ISLAM

– Muslimah Corner

Muslimah Corner merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam tujuan untuk memperdalam ilmu agama islam khususnya diperuntukkan bagi  akhwat  dengan materi  yang dibahas sesuai dengan perkembangan kehidupan sehari-hari. Semakin maju perkembangan zaman maka seorang wanita harus mempersiapkan ilmu dan wawasan agar dapat bersaing dengan  individu lainnya, namun alangkah lebih baiknya wawasan tersebut sesuai dengan syariat agama islam sehingga tidak meninggalkan aturan-aturan agama islam khususnya  bagi akhwat.

Kegiatan ini sudah berjalan 3 kali pertemuan dengan judul yang berbeda-beda. Pertemuan pertama judul yang diambil yaitu “Menjadi Muslimah yang Inspiratif” selanjutnya pertemuan kedua dengan judul  “Muslimah Sukses Usia Muda”, dan pertemuan ketiga dengan judul  “Sekuat Aisyah, Setegar Fatimah, Selembut Khadijah”. Dari 3 kali pelaksanaan dengan pemateri berbeda-beda  yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Harapanya setiap peserta yang mengikuti dapat menyerap ilmu yang diberikan lalu dapat mengaplikasikan dikehidupan sehari-sehari.

– Kajian Akhwat

Kajian Akhwat merupakan sebuah kegiatan yang didalamnya mengkaji Ilmu Fiqih khususnya akhwat. Kegiatan ini disampaikan oleh pemateri yaitu seorang ustadzah yang ahli dalam ilmu fiqih dan diikuti oleh mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan. Acara kajian akhwat diadakan setiap dua minggu sekali tepatnya pada hari Jum’at. Harapan yang diinginkan dari kegiatan ini adalah peserta yang mengikuti kajian ini dapat memahami ilmu yang telah diberikan oleh ustadzah dan mengaplikasikan dalam kehidupannya sehingga sesuai dengan syariat Islam.

– Karamba

Kamis (17/05), Fakultas Perikanan dan Kelautan mengadakan acara KARAMBA (Kajian Ramadhan Berkah) yang dipelopori oleh SKI BEM FPK. Acara KARAMBA berlangsung selama tujuh hari dan bertempat di Mushola Al-Qolam dengan rangkaian acara kajian yang bertujuan untuk mendalami hakikat penting dalam bulan puasa. Pada salah satu kajian yang berjudul “Sambut Gempita Ramadhan” dengan pembicara Bapak Heru Purnomo, S.Pi., M. Biotech, menjelaskan bahwa ketika bulan Ramadhan perbanyak beribadah. Ibadah disini tidak terbatas pada ibadah ritual saja, melainkan setiap aktivitas diniatkan ibadah karena Allah SWT dan jangan lupa untuk senantiasa berdo’a. Dalam Q. S. Al- Baqoroh:186 Allah berfirman “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa Allah SWT senantiasa dekat dengan hambaNya yang sering memohon kepada-Nya. Di bulan Ramadhan ini, terdapat waktu-waktu yang istijabah untuk berdo’a, yaitu pada sepertiga malam terakhir (waktu sahur) dan waktu berbuka puasa. Selain itu, beberapa tema kajian lain yang diangkat adalah “Healthy in Fasting” dengan pembicara Bapak Brawijoyo, “Keutamaan Amalan Sunnah di Bulan Suci”, dan lain sebagainya.

– Sambut Alumni SKI

Sambut alumni adalah program kerja dari Departemen Hubungan Masyarakat SKI BEM FPK 2018 untuk menyambut para alumni SKI yang telah wisuda maupun sidang PKL. Adapun tujuan dari program kerja ini adalah untuk menjaga silaukhuwah dan merekatkan hubungan antara pengurus SKI dengan alumni SKI. Namun, untuk sementara lebih difokuskan pada alumni-alumni yang telah wisuda sehingga setidaknya terdapat empat kali pelaksanaan sambut alumni dalam satu periode kepengurusan. Program kerja ini sudah terlaksana sekali dalam satu semester tepatnya pada Sabtu, 3 Maret 2018 (Wisuda Periode Pertama 2018). Beberapa anggota SKI turut ikut serta dalam arak-arakan wisuda menyambut beberapa alumni SKI dengan memasuki ACC (Airlangga Convention Centre). Wisuda periode pertama terdapat tiga alumni SKI yang berhasil meraih gelar S.Pi diantaranya :

  1. Dwi Mirnasari, S.Pi (Wisudawan Terbaik Universitas)
  2. Arina Sarah Moutia, S.Pi (Wisudawan Terbaik Fakultas)
  3. Ulfi Nufita Sari, S.Pi

Salah satu pesan yang dapat disampaikan oleh para alumni adalah “jangan malas belajar, tetap tekun, istiqamah dalam beribadah, dan bekerja keraslah demi menggapai cita-cita baik di dunia maupun di akhirat”. Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (Surah At-Taubah : 105). Dari Anas ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak baik orang yang meninggalkan dunia untuk kepentingan akhirat saja, atau meninggalkan akhirat untuk kepentingan dunia saja, tetapi harus memperoleh kedua-duanya. Karena kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju akhirat. Oleh karena itu jangan sekali-kali menjadi beban orang lain.” (H. R. Ibnu `Asakir).

– Bagi Ta’jil

Kamis 24 Mei 2018 dan 7 Juni 2018 telah terlaksana kegiatan bagi takjil sebagai bentuk sedekah dan kepedulian terhadap sesama umat. Kegiatan ini merupakan kegiatan gabungan yang dari  Departemen Humas dan Departemen Syiar SKI BEM FPK UNAIR 2018 yaitu dengan membagikan takjil berupa nasi bungkus, roti, dan minuman untuk berbuka puasa. Pembagian takjil dilakukan di daerah Kalijudan (Jalan Ir. Soekarno, Surabaya) dan di Jalan Ir. Soekarno yang berdekatan dengan SMPN 19 Surabaya. Kegiatan bagi takjil ini dilaksanakan selain untuk menghormati adanya bulan suci Ramadhan juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dalam bentuk sedekah makanan untuk berbuka puasa.

Total donasi yang diperoleh yaitu Rp 1.000.000,-. Pada bagi takjil pertama hari Kamis, 24 Mei 2018 menggunakan dana sebesar Rp 500.000,- dengan takjil berupa nasi bungkus dan minuman. Dilanjutkan pada bagi takjil kedua yaitu hari Kamis, 7 Juni 2018 kami menggunakan sisa uang donasi sebesar Rp 500.000,- untuk takjil berupa roti dan minuman. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat An – Nisa’ ayat 114, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.”

SPARING

                    

MISTIK

                    

MUSLIMAH CORNER

KAJIAN AKHWAT

KARAMBA

             

SAMBUT ALUMNI SKI

             

BAGI TA’JIL

                       

Sosial dan Masyarakat

Pengurus Departemen Periode 2018

 

 

Kepala Departemen : Mirda Tri Aries C.

Anggota:

  1. Abdurrahman Yusuf Ibrahim
  2. Adri Nisa
  3. Ahmad Jabal
  4. Alifa Amalia
  5. Ayu Wardhani
  6. Reza Hardiansyah

Program Kerja Periode 2018

  1. SALMON (Social and Learning Activity with Morality for NationSerangkaian acara kegiatan mengajar oleh mahasiswa secara sukarela yang dilakukan di desa tertentu dan kegiatan sosial berupa penyuluhan pembuatan berbagai produk perikanan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha skala rumahan untuk membantu masyarakat yang ada di desa tersebut.
  2. FISH (Fisheries In Sharing HealthSuatu acara kemanusiaan berupa mendonorkan darah yang dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga yang berkerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya. Kegiatan akan dilaksanakan dua kali yaitu saat semester genap dan semester ganjil.
  3. Layanan Pertolongan Pertama Pembentukan suatu unit kesehatan yang melayani pertolongan pertama di Fakultas Perikanan dan Kelautan berupa adanya obat-obatan yang bisa didapatkan oleh mahasiswa secara gratis, serta adanya peenyuluhan untuk tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika melakukan pertolongan pertama bagi civitas akademika di FPK.
  4. Info Virtual MABA Menunjang kebutuhan informasi bagi mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan Kelautan yang mencakup info-info seputar kampus, rumah kost, kontrakan, asrama, rumah sakit, pusat belanja, bengkel, dan lain-lain. Informasi dapat berupa jaringan di media sosial yang dapat diunduh di smartphone agar efektif dan efisien. Proker ini bekerja sama dengan beberapa anggota dari UKM di Fakultas Perikanan dan Kelautan untuk membantu memberikan informasi dan memperkenalkan Fakultas Perikanan dan Kelautan terhadap mahasiswa baru.
  5. GURAME (Improving Young Generation’s Awareness of Marine EcosystemsSebuah metode pengajaran dengan buku dan video perikanan karya mahasiswa FPK UNAIR mengenai wawasan dunia perikanan dan kelautan pada generasi muda serta pemanfaatannya.
  6. SAFARI (Sedekah Fajar Pagi Hari) Kegiatan bagi-bagi sedekah berupa nasi dan minum di pagi hari. Uang didapatkan dari donasi seluruh warga FPK dan umum.
  7. FPK Go Green Sebuah kegiatan perlombaan untuk membuat dan memperbanyak ruang terbuka hijau di lingkungan kampus yang dilakukan mahasiswa FPK UNAIR pada saat kegiatan Dekan Cup.
  8. GEMPA (Gerakan Membersihkan Pantai) Kegiatan membersihkan pantai dan menggalakkan tong sampah serta penanaman nilai cinta alam serta kepemimpinan yang dilakukan oleh Mahasiswa Baru FPK UNAIR tahun 2018.
  9. Video Project Etika di Kampus Pembuatan video etika yang baik selama di kampus, meliputi penggunaan jas laboratorium, etika makan di kantin, sholat di musholla, memasuki laboratorium dan lainnya.
  10. Studi Banding SOSMA Kegiatan Studi Banding di kampus lain untuk silaukhuwah, menggali informasi, dan melakukan kerjasama seputar kegiatan sosial masyarakat.
  11. SOSMA Mengajar Kegiatan mengajar yang bekerjasama dengan salah satu ORMAWA di Universitas Airlangga. Kegiatan mengajar ini dikhususkan untuk memberikan materi seputar dunia perikanan dan kelautan yang ada di rumah belajar daerah Surabaya.
  12. CLOWN FISH (Charity Zeal on Wonderful Ramadhan and Breakfasting SharingSebuah kegiatan bakti sosial yang diadakan dengan kerjasama antara BEM FPK UNAIR 2018 dengan HIMA PSDKU 2018. Kegiatan ini dilakukan pada salah satu rumah singgah atau yayasan yang menangani penderita kanker yang ada di Kab. Banyuwangi.
  13. FPK Peduli Kegiatan galang dana atas peristiwa tidak terduga yang dibuka untuk meringankan beban sesama.

FISH (Fisheries in Sharing Health)

Give Blood Saves Lifes

Selasa, 10 April 2018 BEM FPK UNAIR bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan aksi dalam menyelenggarakan kegiatan sosial. Kegiatan sosial donor darah merupakan wujud kepedulian terhadap sesama karena setetes darah yang diberikan akan bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Kegiatan donor darah diikuti oleh seluruh civitas akademika sebanyak 128 calon pendonor dan telah berhasil terkumpul 46 kantong darah. Melalui kegiatan donor darah diharapkan seluruh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga menambah semangat dan kesadaran diri masing-masing akan pentingnya berbagi terhadap sesama. Oleh karena itu, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang akan diadakan oleh BEM FPK UNAIR.

FPK PEDULI

Selama satu semester didapatkan donasi sebesar Rp 3.376.000,- disalurkan kepada civitas akademika yang tertimpa musibah.

LAYANAN PP

Program ini dibuat sebagai pencegahan kecelakaan pada saat praktikum atau  beraktivitas. Jadi ketika ada  masyarakat FPK yang mengalami kecelakaan saat praktikum bisa langsung memperoleh pertolongan berupa obat-obatan yang sudah tersedia dengan demikian akan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang lebih parah. Layanan Pertolongan Pertama ini tidak hanya untuk orang yang kecelakaan saja tapi untuk teman-teman yang sedang sakit, misalnya sakit kepala atau nyeri haid. Obat dapat diperoleh di Sekretariat Ormawa FPK UNAIR dan mengambil obatnya didalam kotak obat serta mengisi log book peminjaman obat-obatan. Ingatlah “Sebaik-baiknya pengobatan lebih baik Pencegahan” maka dari itu daripada mengobati lebih baik mencegah agar tidak sakit atau terjadi kecelakaan.

SAFARI

Perlu diketahui bahwa masih banyak orang diluar lingkungan pendidikan yang bekerja larut malam bahkan bekerja di pagi buta tanpa sarapan terlebih dahulu karena terbatasnya ekonomi dan waktu, khususnya di Surabaya. Maka dari itu, Departemen Sosial Masyarakat BEM FPK UNAIR 2018 ingin mengajak warga FPK peduli terhadap sesama dengan cara mendonasikan sebagian rezeki kita berupa makanan dalam kegiatan “SAFARI” SedekAh Fajar pAgi haRI! Kegiatan ini berupa pembagian nasi bungkus di daerah masyarakat prasejahtera yang telah ditentukan. Donasi diperuntukkan bagi seluruh civitas FPK UNAIR. Donasi dapat berupa uang dan nasi bungkus. Safari telah dilaksanakan sebanyak 3 kali, yaitu pada 11 Maret 2018. Pembagian nasi bungkus di TPS Mulyorejo Surabaya. Kemudian pada 8 April 2018. Pembagian nasi bungkus di Kampung Nelayan Pantai Kenjeran Surabaya. Ketiganya spesial Ramadhan “Sahur On The Road” pada 1 Juni 2018. Pembagian nasi bungkus di Kampung Pemulung Keputih dan warga sekitar Keputih Surabaya.

WARING

WARING I

Sabtu, 5 Mei 2018 telah berlangsung acara BEM FPK UNAIR bekerjasama dengan HIMABP PSDKU Banyuwangi dalam kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan SLB YKPTI Banyuwangi. Kegiatan bakti sosial ini sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus. Kegiatan bakti sosial ini, dikemas dengan tema “Pentingnya Konsumsi Ikan dan Bangga Perikanan Indonesia”. Melalui acara ini diterima sejumlah donasi berupa uang dan beberapa barang yang bisa digunakan oleh penerima. Uang donasi yang diterima sejumlah Rp 340.000,- dan donasi lain berupa baju, buku gambar, krayon, spidol warna, dan aquascape. Melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat membuka kesadaran semua orang bahwa saudara yang memiliki kebutuhan khusus sangat butuh dukungan berupa dukungan psikis maupun materil. Oleh karena itu, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang akan diadakan oleh BEM FPK UNAIR nantinya

WARING II

Kamis, 31 Mei 2018 BEM FPK Unair 2018 mengadakan kegiatan bakti sosial di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Cabang Surabaya. Kegiatan bakti sosial ini sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara yang membutuhkan kebutuhan khusus dan mendapat dukungan dari sekitarnya. Kegiatan bakti sosial ini, diperoleh donasi berupa uang dan beberapa barang yang bisa digunakan oleh mereka. Uang donasi yang diterima sejumlah Rp 150.000,- dan donasi lain berupa barang yang diterima adalah buku gambar, buku cerita, dan alat tulis. “Sebaik-baiknya bersedekah yang paling baik adalah sedekah di bulan ramadhan.”

FISH

LAYANAN PP

 

SAFARI

WARING

 

FPK PEDULI