CATATAN KUNJUNGAN PIMPINAN FPK KE UNIVERSITI MALAYSIA SABAH

image
By WAHJU TJAHJANINGSIH On Minggu, Oktober 06 th, 2019 · no Comments · In

Berita FPK – Delegasi FPK terdiri dari Pimpinan FPK (Dekan, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, dan  Wakil Dekan 3) bersama Faculty Ambassador melakukan kunjungan ke Universiti Malaysia Sabah yang merupakan Associate ASEAN-FEN (Fisheries Education Network) Institutional Members.  Universiti Malaysia Sabah (UMS) yang dikenal sebagai Eco Campus adalah universitas negeri kesembilan yang berlokasi di Kota Kinabalu, Sabah-Malaysia didirikan pada tanggal 24 November 1994.

Delegasi  FPK diantar oleh Dr. Lim Leong Seng menuju ke Borneo Marine Research Institute (BMRI) atau Institut Penyelidikan Marin Borneo yang merupakan salah satu lembaga akademik milik UMS yang didirikan pada tahun 2002.  Saat itu Direktur BMRI, Prof. D. Rossita Shapawi sedang cuti sehingga kami disambut oleh Dr. Sitti Raehanah Muhamad Shaleh yang mewakili Direktur BMRI.  Hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Chen Cheng Ann sebagai Ketua Program Sain Marin, Dr. Audrey Daning Tuzan sebagai Ketua Program Aquaculture, Dr. Juanita Joseph, dan Dr. Nur Fatihah Binti Abd Halid.

Dr. Sitti Raehanah Muhamad Saleh menyampaikan terima kasih kepada Dekan FPK karena telah menerima student BMRI dalam kegiatan International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS). Beliau berharap FPK juga dapat mengirim mahasiswanya untuk mengikuti International Conference yang diadakan oleh BMRI pada bulan Maret 2020. Setelah perkenalan antara tuan rumah dan delegasi FPK, dilanjutkan dengan saling tukar tali asih antara BMRI dan FPK UNAIR. Pertemuan dilanjutkan tanpa kehadiran Dr. Sitti Raehanah karena beliau harus memberikan kuliah.  Diawali dengan penyampaian profil BMRI oleh Dr. Lim Leong Seng dalam bentuk video dan dilanjutkan presentasi profil FPK oleh Faculty Ambassador, Muhamad Nur Ghoyatul Amin, S.TP., MP., M.Sc.  Dalam strategic meeting tersebut, Dekan FPK menyampaikan keinginan FPK untuk meningkatkan kerjasama dengan UMS melalui academic mobility untuk staff dan student, antara lain Dr. Adriana Monica salah satu dosen FPK akan melakukan outbound di UMS selama sebulan, Pada kesempatan itu, Dekan FPK menyampaikan terima kasih karena BMRI memberi kesempatan pada Dr. Adriana. Beliau juga menyinggung kemungkinan double degree untuk program Master. Dr. Lim Leong Seng menyampaikan UMS memiliki Dual Master Degree Programme dengan Prince of Songkla University (PSU), Thailand, satu tahun di UMS dan satu tahun di PSU, namun dalam riset ada koordinasi antara pembimbing di UMS dan di PSU. Dr. Lim Leong Seng menyampaikan untuk double degree untuk program Master di FPK perlu didiskusikan dengan Direktur BMRI.  Mahasiswa FPK program Master dapat melakukan riset di UMS tetapi harus terlebih dulu mahasiswa bersangkutan tahu riset yang sedang dilakukan di UMS dan ada koordinasi dengan pembimbing di FPK. Menurut Dekan FPK, perlu adanya outbound student part time dulu ke UMS.

Dr. Audrey Daning Tuzan menyampaikan ketertarikannya untuk mengirim mahasiswa Aquaculture BMRI ke FPK untuk mengikuti internship program selama tiga bulan.  Wakil Dekan 1 FPK menjelaskan tentang tawaran internship program yang dimiliki FPK.  Setelah diskusi dengan mahasiswa dan dosen Aquaculture terkait dengan jadwal, Dr Audrey menyampaikan akan mengirim 15 mahasiswa Aquaculture Program untuk mengikuti internship program selama tiga bulan di FPK dijadwalkan bulan Februari tahun 2020.

Dalam kesempatan strategic meeting tersebut, Faculty Ambassador menyampaikan permohonan untuk mengundang staff UMS sebagai Academic Peerlist yang bersedia sebagai voter UNAIR dengan membalas Courtesy Email yang dikirim oleh Airlangga Global Engagement (AGE) untuk checking alamat Email memang aktif diakses oleh Peers.  Mr. Ghoyatul menyampaikan saat ini staff UMS, Dr. Thamrin bersedia sebagai Academic Peerlist FPK. Untuk bisa mengenal FPK lebih dekat, Pimpinan FPK akan mengundang dosen BMRI – UMS sebagai Guest Lecturer di tahun 2020.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke museum yang dimiliki UMS yaitu Aquarium and Marine Museum yang terbuka untuk umum dengan membayar tiket masuk.  Dr. Juanita Joseph menjelaskan tentang manfaat Aquarium and Marine Museum sebagai biodiversity education, research and publich outreach.  Aquarium and Marine Museum memiliki tiga bagian utama yaitu: Deep Dive Diorama, Aquarium Showcase dan Marine Museum. Di dalam akuarium ditampilkan ekosistem sebagai komunitas kompleks organisme yang berinteraksi dengan lingkungan sehingga menjadi pengalaman belajar siswa yang berkunjung ke Aquarium and Marine Museum.

Kunjungan berikutnya ke lokasi pantai yaitu ODEC (Outdoor Development Center), salah satu landmark yang dimiliki UMS.  Pantai tersebut menjadi tempat kegiatan luar ruangan seperti piknik, olahraga pantai, atau program retret. Kami tertarik dengan keindahan dan kebersihan pantai dan sekitarnya. Menurut Dr. Lim, kebersihan pantai dan sekitarnya menjadi tanggung jawab bersama dan dilakukan secara bergantian antar fakultas dan lembaga akademik di lingkungan UMS. “Banyak pengunjung yang datang ke pantai untuk melihat sunset”, tutur Dr. Lim.

Kunjungan dilanjutkan ke lokasi Fish Hatchery. Untuk hatchery di BMRI menggunakan Recirculating Aquaculture System (RAS). Fish hatchery diperuntukkan artificial breeding, hatching, and rearing finfishes atau shellfish untuk tujuan komersial. Spesies yang dikembangkan di Fish Hatchery adalah grouper dan Asian sea bass, dan ikan karang. Lokasi hatchery tersebut juga memiliki area untuk kultur rotifer, freshwater dan akuaponik.  Kunjungan di Fish Hatchery dipandu oleh Dr. Lim Leong Seng dan Dr. Juanita Joseph.

Kunjungan berakhir di kantin BMRI yang berlokasi di depan Aquarium and Marine Museum. Kami dijamu oleh Dr. Sitti Raehanah dan Dr. Lim Leong Seng.  Ada hal yang menarik ketika kami makan di kantin BMRI.  Mahasiswa setelah selesai makan dengan tertib mengembalikan peralatan makan di tempat yang telah disediakan. Kami perhatikan setiap meja tertulis ”Before you leave … TAKE A MINUTE TO CLEAN”, sebuah praktik baik yang perlu ditiru oleh FPK UNAIR.

Acara kunjungan ke BMRI – UMS diakhiri dengan kuliah tamu oleh Mr. Ghoyatul dengan judul “Seafood-like flavor from sea grape (Caulerpa racemosa) protein hydrolysate”. Kuliah tamu di ruang seminar tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa BMRI tetapi juga dihadiri oleh dosen BMRI termasuk Dr. Sitti Raehanah.

Banyak hal yang diperoleh dari kunjungan kami sehari ke Universiti Malaysia Sabah, selain inbound student full time, academic peerlist, guest lecturer, dan saling tukar menukar artikel ilmiah untuk pengembangan jurnal di FPK UNAIR dan jurnal di BMRI – UMS yang baru launching di tahun 2017 (Borneo Journal of Marine Science and Aquaculture) serta kesempatan untuk melihat fasilitas yang menunjang Aquaculture Program. Semoga hasil dari kunjungan ini berdampak positip bagi peningkatan internasionalisasi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.  Salam.

Penulis
Wahju Tjahjaningsih
Departemen Kelautan
Email: wahju.tjahjaningsih@fpk.unair.ac.id

142 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *