Delapan Delegasi FPK UNAIR Mengikuti The 2nd Ocean Camp di National Taiwan Ocean University

image
By abdillah On Jumat, Desember 14 th, 2018 · no Comments · In

 

Berita FPK – Sebanyak delapan delegasi FPK-UNAIR berpartisipasi dalam The 2nd Ocean Camp di NTOU, Taiwan. Pada tanggal 5 Desember hingga 14 Desember 2018, NTOU (National Taiwan Ocean University) menyelenggarakan acara The 2nd International Ocean Camp. Acara ini diselenggarakan di Keelung, Taiwan, dengan tujuan untuk meningkatkan kemitraan antara NTOU dan sister institute untuk memperkenalkan persepsi Ilmu Kelautan dan Maritim secara umum di Taiwan. Sebagai salah satu sister institute NTOU, Universitas Airlangga (UNAIR) yang diwakili oleh 2 dosen (Pak Heru Pramono dan Pak Browijoyo) serta 6 mahasiswa (Nanda Danu Lukita, Andhika Alfa Musthofa, Fauziah Sabilah, Ari Rukmi Kustanti, Myra Adyla Ananda Sari, dan Nindhita Yusvantika) FPK (Fakultas Perikanan dan Kelautan) mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara tersebut.

The 2nd International Ocean Camp terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu kuliah umum dalam bidang kelautan dan perikanan, serta kegiatan cultural. Kuliah umum yang pertama disampaikan adalah mengenai Vaccine Development. Pengembangan vaksin untuk mengatasi permasalahan penyakit pada ikan kerapu menjadi salah satu keunggulan dari Faculty of Bioscience and Biotechnology, National Taiwan Ocean University. Pemateri yang menyampaikan pengembangan vaksin di Taiwan ini terdiri atas 4 pemateri (tiga pemateri dari Taiwan dan satu pemateri dari Vietnam). Berdasarkan kegiatan yang telah terlaksana, dapat diketahui bahwa pengembangan vaksin berbasis DNA, miRNA, Adjuvant, dan immunogenic gene telah menjadi prioritas riset NTOU selama satu dekade. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh munculnya penyakit Virus Neuro Necrosis (VNN) pada komoditas budidaya ikan kerapu di Taiwan.

Materi kedua mengenai Leisures Fisheries in Taiwan oleh Professor Ching-Chun Chen. Topik utama yang dibahas adalah pergeseran sektor maritim di Taiwan dari yang semula hanya memanfaatkan perikanan tangkap menjadi leisures fisheries (kegiatan perikanan yang ditujukan untuk kesenangan) seperti: yatching, travelling, seafood tasting, dan aquaculture education. Materi ketiga adalah Marine Pollution and Eco-Toxicology yang disampaikan Prof. Eric Sha-Yen Cheng. Seminar ini sangat penting untuk mengingatkan peserta akan dampak negatif dari perkembangan industri. Hal ini karena dapat menyebabkan penurunan daya dukung lingkungan dan polusi.

Materi terakhir yang diikuti oleh peserta adalah materi dari Tai-Yuan Chen dengan judul Novel Non-Thermal for Fish Processing. Penggunaan teknologi termal dalam industri perikanan merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan daya simpan yang panjang, rasa dan kualitas yang menarik, serta mendapatkan pasar yang lebih luas. NTOU mengembangkan metode pengolahan yang telah sampai pada level industri berupa penggabungan pengolahan pangan dengan microwave dan industrial processing, High pressure processing (HPP) dan ionized water. Selain perkuliahan, para peserta juga mengikuti cultural event seperti chinese class, traditional rice eating, berinteraksi dengan mahasiswa lokal dan kunjungan ke NTOU History Museum, NTOU  Aquatic Center, Heping Island, Yang Ming Museum, Taipei 101, National Museum of Marine Science & Tech, Chao Jing Park dan Yehliu Geopark.

 

Delegasi FPK UNAIR mengikuti cultural event di Heping Island

 

 

Penulis: Heru Pramono dan Browijoyo 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *