FPK GELAR PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN BAGI TNI ANGKATAN LAUT

image
By Dwi Pujiastuti On Sabtu, Agustus 24 th, 2019 · no Comments · In

Berita FPK. Ikan dikenal oleh masyarakat sebagai sumber pangan dengan kandungan protein yang tinggi. Akan tetapi, ikan juga merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kebusukan pasca panen karena tingginya kandungan air di dalamnya. Ikan banyak diperjualbelikan dalam kondisi segar dengan harga yang relatif murah, sehingga untuk meningkatkan nilai jual perlu dilakukan suatu inovasi dengan mengubah bentuk ikan menjadi bentuk olahan produk yang memiliki nilai tambah. Pengetahuan akan penganekeragaman/ diversifikasi produk perikanan akan membantu masyarakat dalam mengolah ikan dan menumbuhkan jiwa wirausaha dalam diri. Hal tersebut, memacu 20 orang anggota TNI Angkatan Laut Balur Jawa Timur untuk dapat belajar mengolah ikan dan menjadikannya berbagai bentuk olahan produk yang bekerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya. Kegiatan pelatihan diversifikasi produk perikanan ini berlangsung selama 3 hari (19-21 Agustus 2019).

Diawali dengan pemaparan Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Dr. RR. Juni Triastuti, S.Pi., M.Si tentang diversifikasi produk perikanan dimana beliau memaparkan beberapa teknologi dalam pengolahan hasil perikanan serta pentingnya dilakukan diversifikasi produk. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Dr. Adriana Monica Sahidu, Ir., M.Kes tentang kewirausahaan dan rencana usaha apabila nantinya setelah para TNI mampu membuat olahan produk perikanan dimungkinkan mereka dapat melanjutkan produksi dalam skala kecil hingga menengah.

Hari kedua dilanjutkan dengan praktik pembuatan olahan produk perikanan yaitu kaki naga dan otak-otak ikan Lele. Dalam praktik pembuatan produk ini bertempat di Laboratorium pangan FPK dengan didampingi oleh dosen THP ibu Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P dan Dwitha Nirmala, S.Pi., M.Si. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 peserta dan dilakukan pembagian tugas 2 kelompok membuat kaki naga dan 2 kelompok lainnya membuat otak-otak ikan. Kaki naga dan otak-otak ikan lele belum banyak dikenal dan dijumpai di pasaran sehingga para peserta pelatihan sangat antusias dalam pembuatan produk tersebut. Selain itu, para peserta juga berlatih cara memfillet ikan lele. Banyak dari peserta yang belum terlalu mengerti cara memfillet ikan sehingga masih sangat kaku dan pendampingan dalam memfillet ikan masih dibutuhkan. Ketika selesai melakukan produksi kaki naga dan otak-otak ikan lele, hasil produk dari para peserta dipamerkan terlebih dahulu.

Hari ketiga dilakukan proses produksi mie dan stik ikan lele. Sama halya dengan kaki naga dan otak-otak ikan, para peserta juga belum familiar terhadap mie dan stik berbahan dasar ikan lele sehingga pelatihan hari ketiga ini peserta juga tetap sama semangat dan antusiasnya. Dalam pembuatan mie dan stik ikan lele dibantu oleh Bapak Eka Saputra, S.Pi., M.Si. Setelah produk selesai dibuat para peserta juga diberikan pembekalan tentang pengemasan produk dimana hal ini menjadi penting ketika produk tersebut dijual maka harus menarik di mata konsumen. Peserta dikenalkan dengan pengemasan vakum dan desain untuk label produk. Selanjutnya kegiatan ditutup oleh bapak Muhammad Arief, Ir., M.Kes selaku Wakil Dekan II FPK.

Penulis
Dwi Yuli Pujiastuti
Departemen Kelautan
Email: dwiyp@fpk.unair.ac.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *