KUNJUNGAN SEKRETARIS DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KUTAI BARAT

KUNJUNGAN SEKRETARIS DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KUTAI BARAT

By WAHJU TJAHJANINGSIH On Kamis, Oktober 11 th, 2018 · no Comments · In ,

Berita FPK – Kunjungan kerja Sekretaris Dinas Perikanan Kutai Barat, Dr Sukwanto, S.Kep.Ners., M.Si. pada awal bulan Oktober 2018 dalam rangka konsultasi yang berhubungan dengan pemberdayaan nelayan darat dan budidaya perikanan di Kutai Barat.  Kunjungan kerja pejabat daerah Kutai Barat menggambarkan bahwa Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR didengar gaungnya hingga Kutai Barat, tutur Dekan FPK dalam sambutannya. Seluruh pimpinan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Sekretaris Departemen Manajemen Kesehatan Ikan-Budidaya Perairan (MKI-BP) dan Departemen Kelautan serta  para Dosen dari kedua Departemen hadir dalam pertemuan dengan  pejabat daerah Kutai Barat.

Dr. Sukwanto menyampaikan rencana program kerja dari Dinas Perikanan Kutai Barat yang mendapatkan lampu hijau dari Wakil Bupati Kutai Barat.  Terdapat dua hal yang menjadi perhatian yaitu peningkatan sumberdaya manusia nelayan darat melalui pelatihan kepada kelompok nelayan dan pengembangan budidaya air tawar.  Pelatihan kelompok nelayan darat diutamakan bagaimana merubah pola pikir mereka untuk mempunyai keinginan menghasilkan uang dari sektor perikanan. Kualitas sumberdaya manusia yang masih terbatas menyebabkan pinjaman dana dari Diperindagkop Kutai Barat untuk nelayan darat tidak berhasil dalam arti kata dana pinjaman tersebut tidak kembali, ungkap Dr. Sukwanto.

Pengembangan budidaya air tawar dibutuhkan Kutai Barat, mengingat kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Kutai Barat sebagian besar disuplai dari Balikpapan. Bagi masyarakat nelayan darat, benih ikan diperoleh dari Balai Benih Ikan Kutai Barat.  Jenis ikan lokal yang dikembangkan di Balai Benih Ikan adalah ikan baung dan lele alam.  Beberapa usulan disampaikan oleh para Dosen FPK sebagai narasumber, antara lain: dikembangkannya teknik pembenihan ikan baung yang merupakan ikan domestik, teknik sederhana untuk membuat pakan dari bahan kearifan lokal untuk budidaya ikan, pengembangan backyard hatchery untuk produksi benih ikan dengan memanfaatkan lahan kosong di rumah, membuat kolam percontohan atau demplot.

Dr. Sukwanto menyampaikan setiap bulan Gubernur Kalimantan Timur mengundang rapat semua pejabat daerah di lingkungan Kalimantan Timur, sehingga merupakan kesempatan baik bagi FPK Unair untuk memberikan semacam  kuliah umum dari pakar perikanan FPK di depan para pejabat daerah.  “Data sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan jenis ikan yang paling dominan di Kutai Barat diperlukan dalam membuat perencanaan untuk program pengembangan budidaya air tawar di Kabupaten Kutai Barat”, tutur Dekan FPK. Disampaikan juga bahwa kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas tingkat nasional akan dialihkan ke Kutai Barat. Kunjungan kerja Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat diakhiri dengan meninjau kolam ikan dan budidaya ikan lele dengan sistem akuaponik yang dikelola oleh FPK UNAIR.

Penulis: Wahju Tjahjaningsih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *