Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR ikuti IMUN (International Model United Nations)

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR ikuti IMUN (International Model United Nations)

image
By abdillah On Senin, Juni 25 th, 2018 · no Comments · In

Assalamu’alaikum! Well, saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang penerbangan pertama saya. Pada tanggal 15 Ramadhan 1439 H atau 31 Mei 2018, saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk meng-explore Negeri Gajah putih (Thailand) dengan perjalanan transit di Negeri Jiran (Malaysia). Tujuan saya adalah untuk mengikuti kegiatan IMUN (International Model United Nations) yang diadakan di Bangkok, Thailand. IMUN merupakan simulasi sidang PBB yang diikuti oleh para delegasi dari berbagai Negara dengan bermacam-macam council, saya mengambil UNHRC (United Nations Human Right Council). Untuk menjadi delegasi dari kegiatan IMUN, ada seleksi berupa essay yang harus dikumpulkan sesuai dengan coucil yang dipilih dan akan melalui tahap seleksi, bagi yang lolos akan menerima LOA dari panitia penyelenggara. Setiap delegasi yang dinyatakan lolos, satu bulan sebelum kegiatan, akan dibagi negara yang akan dipresetasikan, intinya disini adalah role play, memainkan peran menjadi delegasi dari negara untuk menyampaikan permasalahan yang ada di negara tersebut pada sidang PBB.

            I’m delegation of China, United Nations Human Right Council.  Sidang dipimpin oleh Chair. Pada awal sidang, setiap delegasi melakukan opening speech. Pada kegiatan ini kami belajar berfikir layaknya para politikus, melakukan kerjasama dengan berbagai negara untuk menyelasaikan permasalahan internal di negara kita dengan membuat Resolution Draft. Di akhir sidang akan ada pembacaan conclution dan solusi-solusi yang telah disepakati bersama.

            Dengan mengikuti kegiatan IMUN, salah satu precious experience adalah dapat berkenalan dengan delegasi dari berbagai negara, berbincang-bincang tentang budaya, pendidikan, bahkan keadaan politik di negara mereka. Perkenalan kami tidak berhenti sampai di situ, kami bertukar id media sosial untuk berkomunikasi sampai sekarang.

            Setelah kegiatan inti selesai, yaitu kegiatan simulasi sidang PBB, panitia menyelenggarakan city tour. Para delegasi berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Bangkok. Kami berkunjung ke patung Budha tidur terbesar di dunia, watt po dan lain sebagainya. Kegiatan City tour dimulai dari pagi sampai sore. Pada malam harinya, saya bersama teman-teman yang berasal dari Indonesia melakukan travelling dengan berkunjung ke ASIATIQUE, perjalanan kami menggunakan BTS atau kereta cepat dan kapal untuk menyeberangi sungai agar sampai ke tempat tersebut. Kami juga berkunjung ke pusat oleh-oleh yang relatif murah yaitu PLATUNAM.

            Selama di Thailand, ada beberapa kendala yang kami alami, salah satunya adalah komunikasi. Mengingat Thailand adalah negara berkembang dan tidak semua orang Thailand bisa berkomunikasi menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa internasional, sehingga tak heran jika saya bersama teman-teman yang lain nyasar berkali-kali but it is well, Kami bisa belajar lebih berani lagi di negeri orang.

 I think that’s all from me, thanks for reading this article. Jangan lupa untuk memperbanyak syukur, karena hidup terasa nikmat jika kita menerima kondisi apapun yang terjadi dan mensyukuri apapun yang kita miliki. Mari bertebar ke penjuru bumi, karena selalu ada yang kita pelajari.

 

Penulis: Salim A. Fillah

Editor : Annur Ahadi Abdillah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *