MEMACU PERTUMBUHAN IKAN GURAMI DENGAN PENYUNTIKAN INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-I (IGF-I) DARI LOKAL PREGNANT MARE SERUM

By WAHJU TJAHJANINGSIH On Kamis, Februari 13 th, 2020 · no Comments · In

MEMACU PERTUMBUHAN IKAN GURAMI DENGAN PENYUNTIKAN INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-I (IGF-I) DARI LOKAL PREGNANT MARE SERUM

Kebutuhan ikan gurame sebagai konsumsi yang semakin meningkat setiap tahunnya mengakibatkan tingginya jumlah permintaan. Kondisi itu saat ini belum dapat diimbangi dengan produksi perikanan yang mencukupi. Laju pertumbuhan ikan gurame dikenal lambat sehingga untuk mencapai ukuran konsumsi diperlukan waktu pemeliharaan relatif lebih lama dibandingkan ikan konsumsi lain. Peningkatan kualitas produksi dengan meningkatkan kemampuan metabolisme sel terhadap asupan pakan ikan melalui penyuntikan Insulin-like Growth Factor-I (IGF-I) diharapkan dapat memacu pertumbuhan, dan produksi ikan dapat ditingkatkan.

Bahan bioaktif didapatkan dari sejumlah kuda pacu jenis lokal di sekitar Surabaya. Diambil darahnya dan didapatkan serum kuda bunting/ SKB (Pregnant Mare Serum / PMS) diidentifikasi dari kuda betina pada kebuntingan 3,5 – 4 bulan dengan SDS-PAGE danBlotting, selanjutnya diisolasi dengan metode elusi didapatkan isolat protein IGF-1 SKB dengan konsentrasi didapatkan dengan metode ELISA dalam ng/ml.

Efektifitas penggunaan bahan bioaktif IGF-I asal SKB ini diperbandingkan dengan IGF-Irecombinant mouse/ RM, selanjutnya dicobakan pada ikan gurame (Osphronemus gouramy) ukuran panjang awal 10-15 cm dan berat awal 150-200 gram sebanyak 80 ekor, air sumur, pakan ikan buatan pabrik, hormon IGF-I (recombinant mouse, Cat#591406, Biolegend, San Diego USA), dan pelarut.

Ikan gurame dipelihara pada akuarium kaca sebanyak 4 buah dengan dimensi ukuran 150 cm x 50 cm x 50 cm, masing-masing akuarium di sekat dengan kaca menjadi 5 bagian, sehingga masing-masing bagian berukuran 30 cm x 50 cm x 50 cm dengan kelengkapannya seperti aerator, selang aerasi dan penutup kawat ram diatas akuarium, alat suntik (syringetuberculine disposable 1 ml, sarung tangan karet (rubber glove), alat ukur panjang satuan sentimeter (cm) atau penggaris, timbangan analitik satuan gram.

Perlakuan dengan penyuntikan ikan gurame dengan IGF-I RM diperbandingkan dengan IGF-I SKB melalui injeksi intra muskuler, yaitu: P0 disuntik NaCl fisiologis 0,1 ml, P1 disuntik IGF-I 10 ng/ml, P2 disuntik 20 ng/ml, dan P3 disuntik 40 ng/ml.

Parameter yang diukur adalah pertumbuhan ikan gurame yang dipelihara selama 60 hari. Pertumbuhan berat mutlak (gram) dengan melakukan penimbangan, dan pertumbuhan panjang mutlak (cm) dengan melakukan pengukuran panjang. Pengukuran berat dan panjang ikan gurame ini sebagai data pertumbuhan ikan diukur pada awal penelitian dan akhir penelitian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian Insulin-like Growth Factor-I (IGF-I)recombinant mouse dan IGF-I serum kuda bunting melalui injeksi sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang ikan gurame. Dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang adalah 40 ng/ml. (*)

Penulis
Tjuk Imam Restiadi
Penelitian ini turut dikerjakan bersama Woro H. Satyantini, Nusdianto Triakoso dan Erma Safitri
Nama Jurnal: Indian Veterinary Journal (Vol. 97, No .1, Jan 2020, pp 36 – 38)
Judul Artikel: Growth Improvement of Gurame Fish (Osphronemus gouramy) Due to Insulin Like Growth Factor-I (IGF-I) from Local Pregnant Mare Serum
Link: [https://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?ArticleView=1&Y=2020&I=799#]

Sumber
http://news.unair.ac.id/2020/02/10/memacu-perteumbuhan-ikan-gurami-dengan-penyuntikan-insulin-like-growth-factor-i-igf-i-dari-lokal-pregnant-mare-serum/

42 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *