OARFISH, APAKAH BENAR SEBAGAI IKAN PENANDA BENCANA ALAM?

By Putri Desi Wulan Sari On Rabu, November 20 th, 2019 · no Comments · In

OARFISH, APAKAH BENAR SEBAGAI IKAN PENANDA BENCANA ALAM?

Penemuan jenis ikan raja herring atau Oarfish pernah ditemukan di sekitaran pesisir pantai Jepang. Bahkan telah ditemukan hingga tujuh ekor ikan dalam kurun waktu satu musim. Ikan ini dapat tumbuh mencapai ukuran 17 m dan merupakan salah satu jenis ikan laut dalam yang jarang ditemui di perairan pelagis. Adapun penemuan jenis ikan raja herring menjadi fenomena yang menghebohkan masyarakat karena dikaitkan dengan mitos yang mengatakan bahwa kehadiran ikan ini di permukaan laut dapat mendatangkan bencana alam, khususnya tsunami. Hal ini pernah terjadi setelah ditemukannya oarfish di perairan jepang pada tahun 2011, tak lama berselang ternyata wilayah Jepang terkena tsunami.

Ikan raja Herring atau Oarfish (Regalecus sp.) adalah salah satu ikan yang berasal dari family Regalicidae dan merupakan ikan bertulang sejati terpanjang di dunia. Merupakan golongan zooplanktonic feeder, ikan ini biasa hidup di perairan mesopelagic (200 meter dibawah permukaan laut) dan tersebar di sekitar perairan laut pasifik maupun di daerah laut pasifik timur dan atlantik. Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang aneh, sebab tubuhnya sangat panjang dan bagian chepal memiliki tanduk berbulu sehingga ikan ini juga dijuluki sebagai monster laut. Adapun bagian sirip dorsal ikan ini berwarna kemerahan yang tumbuh memanjang dari mata hingga ekor.

Kebanyakan ikan ini sering dikaitkan dengan tanda hadirnya bencana. Terdapat beberapa hipotesis yang dapat diberikan untuk mennjawab keterkaitan antara ikan ini dengan timbulnya bencana. Pertama, ikan ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh sebab itu, saat terjadi perubahan lingkungan yang signifikan sekitarnya, ikan ini relative akan berpindah posisi dan mencari tempat yang dirasanya lebih optimum untuk ditinggali. Pada umumnya, perubahan secara drastis dapat dipicu oleh pergerakan tektonik didasar laut. Sehingga akan terjadi gempa dasar laut dan memicu tsunami yang merupakan salah satu bentuk bencana alam. Kedua, ikan ini naik ke permukaan dalam keadaan mati dan mengambang akibat fenomena bencana alam, yaitu gempa di dasar laut. Dengan fenomena tersebut, ikan ini akan mati dan bangkai tubuhnya terbawa arus hingga mencapai permukaan. Akan tetapi, hipotesis-hipotesis tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah terkait hubungan antara keberadaan ikan raja herring dengan fenomena bencana alam. Hal ini dikarenakan belum adanya studi lebih lanjut tentang ikan raja herring atau oarfish, baik tentang keberadaan organ yang mampu melakukan sensor terhadap perubahan lingkungan, mekanisme kerja sensitifitas organ terhadap perubahan yang terjadi, hingga hubungan antara keberadaan ikan ini dengan terjadinya suatu bencana alam.

Penulis
Mahasiswa FPK UNAIR        

  1. Radivan Muhammad Khatami
  2. Mohamad Akmal Alwi Husein
  3. Naufal Zuhair Akbar

102 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *