PENGGUNAAN KERANG JENIS Placuna sp. SEBAGAI BIOFILTER PADA RESERVOAR TAMBAK UDANG VANNAME (Litopeaneus vanname)

By Daruti Dinda Nindarwi On Sabtu, Juli 20 th, 2019 · no Comments · In

Kerang merupakan salah satu organisme penyusun perairan dan jumlahnya cukup dominan di perairan. Kerang hidup di dasar perairan dengan substrat berpasir, dengan kecerahan yang tinggi dan kandngan bahan organik yang tinggi. Kerang makan dengan cara menyaring makanan yang ada di dalam air sehingga segala polutan serta bahan organik ikut tersaring di dalam tubuh kerang sehingga kerang sering digunakan sebagai biofilter. Kerang bergerak atau berdistribusi memencar dengan populasi berkelompok.

Reservoar atau tandon pada tambak merupakan tempat penampungan air yang berasal dari sumber air laut dan diseterilkan untuk dapat didistribusikan ke seluruh kolam budidaya. Penyediaan air steril atau air layak untuk budidaya merupakan kebutuhan primer yang diperlukan untuk kepentingan budidaya. Sterilisasi air pada tandon dapat dilakukan secara fisika menggunakan proses pengendapan yaitu pemisahan antara partikel padat dan air, dilakukan secara kimia dengan menggunakan bahan kimia seperti kaporit atau Chlorine dan dilakukan secara biologi yaitu dengan memanfaatkan tumbuhan atau hewan yang bersifat filter feeder seperti rumput laut atau kerang-kerangan. Pada umumnya para petambak melakukan sterilisasi secara kimia, karena dirasa lebih cepat, praktis dan efektif. Akan tetapi penggunaan bahan kimia secara terus menerus dapat mengakibatkan pencemaran pada lingkungan dan mempengaruhi kehidupan mikroorganisme yang menguntungkan.

Kerang bersifat filter feeder dimana mekanisme makan pada kerang bergabung dengan mekanisme pernafasan. Ketika kerang menyaring air maka zat zat makanan seperti phytoplankton serta organisme mikroskopik lain yang bersifat organik akan ikut tersaring dan kemudian diubah menjadi jaringan tubuh. Berdasarkan sifat fisiologisnya tersebut, kerang sering dimanfaatkan sebagai biofilter alami untuk streilisasi tandon. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa beberapa jenis kerang simping diketahui mampun menurunkan Total Organic Mater (TOM), total vibrio dan mampu menurunkan NH4. Kerang jenis Placuna sp. diketahui mampu menurunkan Total Organic Mater sebanyak 50%, menurunkan total Virio sebnayak 30% dan Nh4 sebesar 20% pada tandon tambak udang vanname (Litopeaneus vanname) di Banyuwangi Selatan.

Penulis

Daruti Dinda Nindarwi
Departemen MKI-BP
Email: daruti-dinda-n@fpk.unair.ac.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *