PENGMAS FPK UNAIR: AJAK PENSIUNAN DAN MASYARAKAT, MANFAATKAN LINGKUNGAN SEMPIT KOTA SURABAYA JADI LAHAN PRODUKTIF DENGAN BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM INTENSIF

image
By Boedi Setya Rahardja On Selasa, September 10 th, 2019 · no Comments · In

Berita FPK – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR yang diketuai oleh Prayogo, S.Pi., MP melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Dukuh Kupang Timur Surabaya (8/9/2019). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Majelis Ta’lim Karana sebagai Mitra. Materi yang diberikan adalah teknik dan pelatihan serta pembinaan terkait dengan budidaya intensif lele dumbo sistem akuaponik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 orang yang terdiri dari anggota Majelis Ta’lim Karana, Pensiunan dan warga Dukuh Kupang Timur Surabaya.

Kegiatan pengmas ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan di Dukuh Kupang Timur Surabaya. Dalam kesempatan ini Tim Pengmas memberi pelatihan dan pembinaan budidaya ikan lele sistem intensif dan akuaponik  dengan memanfaatkan lahan sempit di perkotaan. Kegiatan dibuka oleh Bapak Prayogo, S.Pi.,MP., selaku Ketua Pelaksana, dilanjutkan oleh Bapak Ir. Agustono M.Kes selaku perwakilan Pimpinan FPK, Pak Joko dan Pak Adi Soenaryono selaku Ketua Majelis Ta’lim Karana dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan pemaparan materi Pengenalan Budidaya Ikan Lele yang disampaikan oleh Bapak Prayogo. Dalam pemaparannya, beliau memberi gambaran budidaya lele serta prospeknya di wilayah perkotaan, dan karakteristik biologis dari ikan lele. Langkah pengenalan ini merupakan faktor utama yang harus diketahui sebelum memulai budidaya ikan Lele dengan metode apapun, sehingga pembudidaya nantinya mampu melakukan penanganan dan perawatan dengan tepat.

Tentang teknologi budidaya ikan lele, berbagai macam teknologi yang dikenalkan oleh Bapak Prayogo, yaitu budidaya ikan lele di lahan sempit dengan sistem heterotrof yaitu pembuatan dan penggunaan probiotik dengan dosis yang tepat, sistem budidaya ikan lele bioflok yaitu dengan memanfaatkan probiotik dan limbah budidaya untuk diolah lagi menjadi pakan lele, kemudian pemaparan serta praktik sistem budidaya ikan lele akuaponik yaitu budidaya ikan lele dan tumbuhan. Kegiatan praktik membuat campuran probiotik dalam pakan dengan cara menghomogenkan pakan pelet yang akan diberikan pada ikan lele, lalu dilanjutkan praktik menyemai tanaman sayur (kangkung, sawi, dan seledri) pada kolam akuaponik.

Saat sesi diskusi, para pensiunan dan masyarakat sangat antusias karena kegiatan ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu, proses pembesaran ikan lele secara intensif perlu perhatian khusus dan intens. Selain itu mereka juga mengutarakan bahwa ikan lele merupakan komoditas favorit di lingkungan Dukuh Kupang Timur, bahkan punya harapan untuk menjadikan lahan sempit yang ada sebagai kolam ikan lele akuaponik. Harapan ke depan pensiunan dan masyarakat, kegiatan pengmas FPK dapat menjadi kegiatan bermanfaat yang dapat menghasilkan peluang usaha.

Penulis
Boedi S Rahardja
Departemen MKI-BP
Email: bs_rahardja@yahoo.co.id

100 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *