Workshop Penguatan Jurnal FPK Menuju Jurnal Terakreditasi dan Bereputasi

Workshop Penguatan Jurnal FPK Menuju Jurnal Terakreditasi dan Bereputasi

image
By abdillah On Senin, Oktober 29 th, 2018 · no Comments · In

Berita FPK – Pada tanggal 27 dan 28 oktober 2018 bertempat di Hotel Swiss Belinn Manyar, Surabaya, tim jurnal Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan workshop yang berjudul Penguatan Jurnal Online Menuju Terakreditasi Nasional Dan Terindeks Scopus. Workshop ini merupakan salah satu upaya tim jurnal Fakultas untuk mendukung target UNAIR menuju rangking 500 dunia (World Class University). Tim jurnal Fakultas yang terdiri dari 3 Jurnal yaitu Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, Journal of Aquaculture and Fish Health dan Journal of Marine and Coastal Science mentargetkan diri untuk bisa terindeks DOAJ dan Scopus serta terakreditasi Nasional. Workshop ini didampingi oleh tiga orang narasumber yaitu Dr. Hendrik Setia Budi, drg., M.Kes., Deny Arnos Kwary, S.S., M.Hum., Ph.D dan Fandy Kusjanto, SE.

Kenapa harus terindeks DOAJ dan Scopus serta terakreditasi Nasional? Terindeks DOAJ dan Scopus serta terakreditasi Nasional merupakan salah satu cara untuk mengukur kualitas dari sebuah jurnal. Kualitas dari sebuah jurnal tidak hanya ditentukan oleh jumlah artikel, kualitas artikel dan ketebalan artikel, tetapi juga ditentukan oleh pengelolaannya. Directory of Open Access Journal (DOAJ) merupakan salah satu lembaga yang bersifat independen dan tidak berbayar untuk menghindari adanya campur tangan periklanan. Kepana open access? Definisi open access sendiri adalah suatu gerakan untuk membangun kesadaran para penulis guna  melakukan pengarsipan secara mandiri serta membuka artikelnya yang berdampak pada aksesnya seluas mungkin.

Scopus merupakan salah satu lembaga yang dipercaya oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk menilai kualitas dari jurnal internasional yang ada. Dari beberapa sumber, scopus juga merupakan database abstrak dan kutipan terbesar dari literatur peer-reviewed: jurnal ilmiah, buku dan prosiding konferensi di internet. Lalu mengapa jurnal terindeks scopus dapat dikatakan sebagai jurnal bereputasi? Alexander van Servellen Consultant, Research Intelligence Elsevier Singapore, pada tanggal 20 Desember 2017 merilis data dan fakta terkait Scopus terutama menjelaskan mengenai Proses Evaluasi Jurnal Scopus (Scopus Journal evaluation process) dimana memiliki beberapa tahapan yang panjang dan terperinci. Dari ±15,000 Suggestions pada tahun 2011-2015 (±3,000 Serials per year suggested), hanya kurang dari 5000 yang diterima atau kurang dari 50%. Butuh minimal 2 tahun sampai jurnal baru bisa terindeks scopus. Scopus sendiri melakukan monitoring dan evaluasi, dan hasilnya pada tahun 2016, >22,000 Journals dalam database Scopus, 60% nya didiskontinu.

Jurnal Terakreditasi Nasional merupakan jurnal yang telah memenuhi standar Nasional sehingga berkualitas dengan sistem yang telah berjalan dengan baik. Syarat akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) yakni: 1. Memiliki ISSN baik dalam versi elektronik (e-ISSN) dan atau cetak (p-ISSN) bila terbitan terbit dalam dua versi. 2. Mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman website jurnal. 3. Terbitan berkala ilmiah harus bersifat ilmiah, artinya memuat artikel yang secara nyata mengandung data dan informasi yang memajukan pengetahuan, ilmu, dan teknologi serta seni. 4. Terbitan berkala ilmiah telah terbit paling sedikit 2 tahun berurutan, terhitung mundur mulai tanggal atau bulan pengajuan akreditasi. 5. Frekuensi penerbitan berkala ilmiah paling sedikit 2 kali dalam satu tahun secara teratur. Jumlah artikel setiap terbit sekurang-kurangnya 5 artikel. 6. Tercantum dalam salah satu lembaga pengindeks Nasional (Indonesian Scientific Journal Database (ISJD), Portal Garuda, Pustaka Iptek dan/atau yang setara).

Sebelum terakreditasi nasional dan terindeks doaj serta scopus diperlukan penguatan sistem pengelolaan jurnal yaitu Open Journal System (OJS).  Open Journal System (OJS) merupakan suatu sistem manajemen jurnal serta penerbitan online yang telah dikembangkan oleh Public Knowledge Project melalui upaya yang didanai pemerintah federal untuk memperluas dan meningkatkan akses pada penelitian. Proyek ini merupakan hasil kerjasama antara Faculty of Education di University of British Columbia, The Simon Fraser University Library, The School of Education at Stanford University, dan The Canadian Centre for Studies in Publishing at Simon Fraser University. OJS adalah perangkat lunak open source yang tersedia bebas untuk jurnal di seluruh dunia, sebuah pilihan yang layak untuk pengelolaan jurnal, dengan akses terbuka dapat meningkatkan pembaca sebuah jurnal dan juga kontribusinya terhadap kepentingan publik dalam skala global. OJS merupakan GNU Public License yang berarti seluruh salinan dokumennya bebas digunakan dengan tetap mempertahankan lisensi yang sama. Selain untuk penerbitan jurnal secara online, OJS juga menyediakan fitur untuk Ready to Publish (jurnal yang siap dipublikasikan).

Pendampingan OJS oleh Fandy Kusjanto kepada Tim Jurnal FPK

Penulis : Luthfiana Aprilianita Sari

Editor   : Dwi Yuli Pujiastuti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *