PERANAN LISIN PADA PAKAN IKAN

By Agustono On Minggu, Juli 21 st, 2019 · no Comments · In

PERANAN LISIN PADA PAKAN IKAN

Setiap ikan membutuhkan nutrisi pakan yang berbeda baik dari jumlah maupun komposisi tergantung dari spesies, jenis ikan, ukuran, lingkungan, dan musim. Kandungan nutrisi seperti karbohidrat lemak, dan protein dalam pakan berfungsi sebagai sumber energi tubuh untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Vitamin dan mineral pada pakan dapat larut dalam air dan tidak menghasilkan energi tetapi tetap diperlukan oleh ikan untuk mejaga keseimbangan gizi di dalam tubuh. Pakan yang diberikan 3-5% dari biomassa yang diberikan.

Protein dalam pakan tersusun dari berbagai asam amino. Protein yang dihidrolisis dengan alkali, asam, dan enzim akan menghasilkan berbagai macam asam amino. Asam amino penyusun protein dapat dibedakan menjadi dua yaitu asam amino esensial (arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin) dan asam amino non esensial (alanin, prolin, glisin, serin, sistein, tirosin, asparagin, glutamin, asam aspartat, dan asam glutamat).

Asam amino esensial atau asam amino eksogen termasuk asam amino yang harus ada dalam bahan pakan dan tidak dapat dibuat di dalam tubuh. Asam amino non esensial atau asam amino endogen adalah asam amino yang secara normal dapat disintesa dalam tubuh dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan ikan. Asam amino terdiri dari gugus amino (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hydrogen (H), dan gugus radikal (R) yang terikat atom C dikenal sebagai karbon α.  Asam amino dengan gugus R bermuatan positif yaitu asam amino yang bersifat basa salah satu contohnya adalah lisin. Lisin dengan rumus kimia C6H14N2O2 termasuk salah satu asam amino esensial pembatas dalam pakan bila tepung ikan digantikan oleh sumber protein nabati.

Asam amino esensial pembatas yaitu asam amino esensial yang mempunyai jumlah terendah yang terkandung dalam suatu bahan pakan. Kebutuhan asam amino esensial lisin untuk tubuh ikan antara 4-6% dari protein ransum. Kebutuhan lisin untuk ikan omnivora sebesar 2,07%. Ketersediaan lisin pada pakan komersial memungkinkan untuk pengurangan biaya efektif pakan protein kasar tanpa mempengaruhi kinerja pertumbuhan ikan dan suplementasi pakan lisin efektif dalam peningkatan respon imun.

Lisin merupakan substrat untuk sintesis karnitin. Sintesis karnitin diperlukan untuk oksidasi dengan cara mengangkut asam lemak rantai panjang dari sitosol ke mitokondria yang dapat disuplementasikan sebagai pemicu pertumbuhan. Lisin dapat mengoptimalkan pemanfaatan asam amino lainnya sehingga jumlah protein yang termanfaatkan untuk pertumbuhan dapat meningkat. Lisin juga merupakan bahan dasar antibodi darah, memperkuat sistem sirkulasi, dan mempertahankan pertumbuhan sel-sel normal. Kekurangan lisin dapat menyebabkan pengikisan sirip dan kematian ikan.

Penulis
Agustono
Departemen MKI-BP
Email: agustono@fpk.unair.ac.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *