“Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2022” Kepulauan Riau-Pulau Bintan (19-23 Juni 2022)

“Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2022” Kepulauan Riau-Pulau Bintan (19-23 Juni 2022)

image
By nanang On Kamis, Juni 23 rd, 2022 · no Comments · In

“Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2022”

Kepulauan Riau-Pulau Bintan (19-23 Juni 2022)

          Daerah perbatasan suatu negara merupakan daerah yang sangat strategis sekaligus menjadi daerah yang penuh dengan tantangan karena daerah perbatasan rawan terhadap adanya gangguan pada suatu negara baik gangguan dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk itu perlu adanya suatu Tindakan yang nyata untuk memperhatikan daerah perbatasan tersebut. Pemerintah Indonesia sangat gencar membangun dan menjaga daerah2 strategis yang berada di perbatasan negara. Dalam rangka program tersebut Universitas Airlangga sebagai salah satu Kampus Terbaik di Indonesia ikut andil ambil bagian, melalui program “Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2022”, program ini dilaksanakan pada salah satu daerah perbatasan Indonesia yaitu Kepulauan Riau tepatnya di Pulau Bintan selama 5 hari mulai 19 – 23 juni 2022.

Pada program kali ini Universitas Airlangga menitikberatkan pada 3 Kluster Kelompok Bidang yaitu Kluster Kesehatan, Sosial Budaya dan Teknologi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR masuk kedalam Kluster Teknologi Perikanan Bersama dengan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin. Fakultas Perikanan mengirimkan tim yang dipimpin oleh salah satu dosen nya yaitu Eka saputra, Adapun program yang akan diberikan adalah bagaimana mengoptimasikan kebutuhan akan bahan baku dan produk turunan dari Hasil Perikanan. Bertempat di salah satu desa yaitu Desa Pengudang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun teknologi tepat guna yang diberikan adalah Alat Spiner yang mana alat ini nantinya akan membantu proses pengeringan ikan yang ada di desa Pengudang, selain itu melimpahnya bahan baku hasil perikanan di desa Pengudang memberikan dampak yaitu banyak ikan-ikan yang kurang termanfaatkan dan kurang bernilai ekonomis selanjutnya jika hasil tangkapan kurang pada salah satu jenis ikan akan memberikan dampak pada UMKM pengolah hasil perikanan, untuk menanggulagi masalah tersebut maka Tim memberikan alternatif pemecahan masalah yaitu dengan mengolah bahan baku menjadi Produk Setengah Jadi yaitu Surimi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan adanya surimi ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut sekaligus menjadi poin awal para UMKM pengolah perikanan untuk meningkatkan jenis olahan nya, karena seperti yang kita ketahui Bintan adalah salah satu lokasi daerah wisata turis apalagi dalam beberapa tahun mendatang akan dibangun Sirkuit Balapan Formula 1, nah ini merupakan peluang besar bagi desa Pengudang. Desa Pengudang harus punya brand produk andalan atau produk lokal yang akan dikenal baik secara Domestik maupun Internasional, sehingga pada saat para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara akan mengenal Bintan khususnya Desa Pengudang tidak hanya pariwisata tetapi juga pusat jajanan atau oleh-oleh makanan Khas Berbahan Baku dari Komoditi Perikanan imbuh “Eka Saputra” selaku pemateri.

 

 34 total views,  12 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *