Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

AIRVENTURE 2026 FPK UNAIR Hadirkan Edukasi Ekosistem Mangrove dan Praktik Akuakultur bagi Mahasiswa Internasional

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan AIRVENTURE (Airlangga Adventure) 2026 yang diinisiasi oleh Airlangga Global Engagement (AGE) dengan FPK UNAIR sebagai fasilitator utama. Memasuki hari kedua pada 30 April 2026, kegiatan difokuskan pada pembelajaran lapangan berbasis edukasi lingkungan dan praktik akuakultur guna memberikan pengalaman akademik yang kontekstual bagi mahasiswa internasional peserta program.

Program inbound ini dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik, potensi sumber daya pesisir dan kelautan, serta praktik pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia kepada mahasiswa mancanegara. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa internasional yang didampingi dosen serta tim fasilitator FPK UNAIR sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global.

Edukasi Ekosistem Pesisir di Mangrove Gunung Anyar

Kunjungan pertama dilaksanakan di Mangrove Gunung Anyar, salah satu kawasan ekowisata pesisir di Surabaya yang berfungsi sebagai area konservasi sekaligus pusat edukasi lingkungan. Di lokasi ini, peserta menyusuri jalur boardwalk untuk mengamati secara langsung zonasi vegetasi mangrove seperti Rhizophora dan Avicennia serta memahami karakteristik ekosistemnya.

Pemateri menjelaskan fungsi ekologis mangrove dalam menjaga stabilitas garis pantai, mencegah abrasi, menyerap karbon, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota perairan. Peserta juga mengunjungi area pengamatan burung (bird watching area) dan fasilitas edukasi pembibitan mangrove untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan kawasan konservasi pesisir secara berkelanjutan. Melalui sesi diskusi lapangan, mahasiswa memahami keterkaitan antara kesehatan ekosistem mangrove, kualitas perairan, dan produktivitas sektor perikanan.

Kegiatan ini menekankan pendekatan edukatif dan observatif, sehingga peserta tidak melakukan penanaman secara langsung, melainkan fokus pada pemahaman ilmiah dan manajerial mengenai pengelolaan ekosistem pesisir.

Praktik Manajemen Budidaya dan Pengolahan di Fish Booster Sidoarjo

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Fish Booster sebagai unit usaha berbasis akuakultur yang mengintegrasikan praktik budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemaparan mengenai tahapan manajemen budidaya ikan, mulai dari persiapan kolam, pengelolaan kualitas air, pemilihan benih unggul, strategi pemberian pakan, hingga pengendalian penyakit ikan.

Praktisi setempat juga menjelaskan penerapan teknologi sederhana namun efektif dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya. Selain aspek produksi, peserta mengikuti praktik pengolahan fish fillet yang mencakup teknik penanganan pascapanen, standar kebersihan dan sanitasi, prosedur filleting yang tepat, hingga pengemasan produk untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing pasar.

Melalui rangkaian kunjungan ini, peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai rantai pengelolaan perikanan, mulai dari konservasi ekosistem pesisir hingga proses hilirisasi produk.

Penguatan Jejaring Global dan Kontribusi terhadap SDGs

Antusiasme peserta turut tercermin dari kesan yang disampaikan Imen, mahasiswa Universiti Utara Malaysia. Ia menyebut AIRVENTURE 2026 sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna karena tidak hanya memperluas pengetahuannya di bidang perikanan dan kelautan, tetapi juga memberinya kesempatan mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat. Menurutnya, pengalaman tersebut terasa semakin berkesan melalui interaksi dengan mahasiswa lokal serta suasana diskusi yang aktif dan interaktif sepanjang kegiatan. 

Secara keseluruhan, AIRVENTURE 2026 tidak hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan, tetapi juga ruang interaksi lintas budaya yang memperkuat jejaring internasional FPK UNAIR. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, mitra usaha lokal, serta mahasiswa internasional mencerminkan implementasi SDGs 17 (Partnerships for The Goals) dalam penguatan kerja sama global di bidang perikanan dan kelautan. Di sisi lain, edukasi mengenai konservasi mangrove dan praktik akuakultur berkelanjutan selaras dengan SDGs 14 (Life Below Water) dan SDGs 13 (Climate Action), karena mendorong peningkatan kesadaran terhadap perlindungan ekosistem pesisir serta pengelolaan sumber daya perikanan yang bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan hari kedua ini menjadi bagian penting dari keseluruhan AIRVENTURE 2026 yang pada hari berikutnya dilanjutkan dengan agenda interaktif dan kultural, termasuk morning exercise di lingkungan fakultas, games kebersamaan, pelaksanaan ibadah Jumat, serta kunjungan ke pusat oleh-oleh sebelum peserta kembali ke hotel. Secara menyeluruh, AIRVENTURE 2026 mempertegas posisi FPK UNAIR sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengalaman lapangan, dan kolaborasi global dalam mendukung pembangunan perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

Penulis : AAZ

Editor : TPA

Rated 5 out of 5