Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Alumnus FPK UNAIR Inspirasi Generasi Muda, CEO Startup Budidaya Rumput Laut Ungkap Peluang Emas Wirausaha Perikanan

Bagikan

Surabaya – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menghadirkan inspirasi bagi mahasiswa melalui kuliah tamu bertajuk “Peluang dan Transformasi Karier Generasi Muda dalam Industri Perikanan dan Kelautan Modern.” Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Syarif Satriyo Samudra, S.Pi., alumnus FPK UNAIR angkatan 2021 sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Rejeki Bintang Samudra, sebagai narasumber yang membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai peluang kewirausahaan di sektor perikanan dan kelautan.

Dalam sesi yang diikuti oleh mahasiswa FPK UNAIR tersebut, Satriyo membawakan materi berjudul “Peluang dan Tantangan Generasi Muda dalam Wirausaha di Bidang Perikanan dan Kelautan.” Melalui pemaparannya, ia mengajak mahasiswa untuk melihat sektor perikanan tidak hanya sebagai bidang akademik, tetapi juga sebagai ruang inovasi dan peluang bisnis yang menjanjikan.

Satriyo menjelaskan bahwa sektor perikanan dan kelautan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Sebagai CEO PT Rejeki Bintang Samudra yang bergerak di bidang budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa, ia memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari aspek produksi, pemasaran, hingga pengembangan inovasi. Namun demikian, menurutnya tantangan tersebut justru membuka peluang bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi yang kreatif dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Satriyo menyoroti salah satu fenomena yang sering ditemui di kalangan mahasiswa, yaitu keraguan untuk memulai langkah pertama dalam berwirausaha. Padahal, berbagai peluang usaha sebenarnya tersedia sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya di wilayah yang memiliki potensi sumber daya perikanan dan kelautan.

“Tolong buka mata kalian untuk melihat peluang-peluang usaha perikanan, terutama di wilayah tempat kalian tinggal. Apabila kalian sudah menemukannya tetapi merasa tidak mampu atau tidak berani memulai karena menganggapnya terlalu berat, maka cara pandang tersebut perlu diubah. Sesungguhnya, peluang yang kalian dapatkan selama kuliah sangat banyak untuk dimanfaatkan, hanya saja terkadang kita belum mampu melihatnya secara luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Satriyo menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki keuntungan besar karena masih mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi dan dosen yang merupakan pakar di berbagai bidang perikanan dan kelautan. Menurutnya, salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan mahasiswa untuk memulai usaha adalah memanfaatkan berbagai program pendanaan kewirausahaan yang tersedia, baik di tingkat universitas maupun nasional.

Pengalamannya sebagai penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) juga menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan ide bisnis sejak masih berada di bangku kuliah. P2MW merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mendorong lahirnya wirausaha muda melalui dukungan pendanaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas bisnis mahasiswa.

Menurut Satriyo, keberadaan program seperti P2MW memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mulai mengembangkan usaha secara lebih terarah dan profesional. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh bantuan modal, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan manajerial, membangun jejaring, serta menguji kelayakan ide bisnis yang dikembangkan.

Selain membahas peluang bisnis, Satriyo juga menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci kemajuan sektor perikanan dan kelautan Indonesia. Menurutnya, berbagai permasalahan yang ada di lapangan dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan produk, layanan, maupun teknologi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Apabila kita membahas permasalahan yang ada di bidang wirausaha perikanan, tidak akan pernah habis. Namun di balik setiap tantangan selalu ada peluang. Mulai dari penyedia jasa, penyedia barang, hingga pengembangan inovasi. Inovasi menjadi salah satu aspek penting yang harus terus dikembangkan untuk mendorong kemajuan sektor perikanan dan kelautan. Oleh karena itu, jangan merasa bahwa kuliah saja sudah cukup. Bukalah peluang dan pekerjaan bagi orang lain,” tegasnya.

Kegiatan kuliah tamu ini memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai dunia kewirausahaan sekaligus memperkuat pemahaman bahwa lulusan perikanan memiliki prospek karier yang sangat luas. Tidak hanya menjadi pencari kerja, mahasiswa juga didorong untuk menjadi pencipta lapangan kerja yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pembelajaran berbasis pengalaman nyata dari alumni, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan jiwa kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja baru, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui dorongan terhadap inovasi di sektor perikanan dan kelautan, serta SDG 14 (Life Below Water) melalui pengembangan usaha berbasis sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, berani mengambil peluang, serta menjadi generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi kemajuan sektor perikanan dan kelautan Indonesia di masa depan.

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika
Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5