Dari Mahasiswa untuk Masyarakat
Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) melalui Departemen Sosial Pengabdian Masyarakat (SPM) menyelenggarakan AQUACARE 2026 pada 14–16 Agustus 2026 di Dusun Pucukan. Kegiatan diikuti oleh 28 mahasiswa dan didampingi oleh dua dosen, Daruti Dinda Nindarwi, S.Pi., M.P. dan Muhammad Hanif Azhar, S.Pi., M.Si., Ph.D., AQUACARE 2026 dirancang sebagai wadah pengabdian masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui edukasi, aksi lingkungan, kesehatan dan literasi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai kondisi sosial dan lingkungan masyarakat Dusun Pucukan.
Tiga Hari Penuh Aksi Bersama AQUACARE 2026

Rangkaian AQUACARE 2026 diawali pada 14 Agustus 2026, keberangkatan menuju Dusun Pucukan. Setibanya di lokasi, mahasiswa bersama dosen pendamping melakukan sowan warga sebagai bentuk silaturahmi dan langkah awal komunikasi dengan masyarakat. Kegiatan selanjutnya social mapping untuk mendalami kondisi sosial, lingkungan, dan potensi Dusun Pucukan, penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pelestarian lingkungan pesisir. Pada hari yang sama, AQUACARE Mengajar menghadirkan kegiatan pembuatan wadah pensil berbahan dasar sedotan bekas bersama anak-anak untuk melatih keterampilan dan kreativitas.
Memasuki hari selanjutnya, 15 Agustus 2026, AQUACARE Mengajar hadir di SDN Gebang II Pucukan melalui penyampaian materi nilai-nilai Pancasila secara interaktif dan permainan tebak ikan air tawar serta ikan air laut. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan pengetahuan tentang ikan dan lingkungan perairan kepada anak-anak. Rangkaian edukasi dilanjutkan dengan pemaparan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta praktik mencuci tangan untuk meningkatkan kesadaran terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pada hari ketiga, 16 Agustus 2026, kegiatan diawali senam pagi bersama dan dilanjutkan dengan aksi clean up lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan melalui AQUACARE Corner yang menghadirkan ekspo hasil kegiatan dan peresmian Pojok Baca. Pojok Baca hadir sebagai ruang yang dapat menunjang kegiatan belajar dan meningkatkan minat baca anak-anak Dusun Pucukan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup melalui closing ceremony berupa penyerahan plakat sebelum mahasiswa melakukan perjalanan kembali menuju FPK UNAIR.
Lebih dari Sekadar Pengabdian
AQUACARE tidak hanya menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar dan berkolaborasi secara langsung. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat dalam edukasi, kesehatan, aksi lingkungan, dan literasi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan keilmuan sekaligus membangun kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Dusun Pucukan.
AQUACARE 2026 mendukung pencapaian SDGs 3: Good Health and Well-being melalui pemaparan PHBS dan praktik mencuci tangan, SDGs 4: Quality Education melalui AQUACARE Mengajar dan peresmian Pojok Baca, SDGs 13 (Climate Action) dan SDGs 14 (Life Below Water) diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove serta clean up lingkungan pesisir sebagai upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut, serta SDGs 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, masyarakat, perangkat dusun, dan berbagai pihak yang terlibat. Dengan demikian, AQUACARE 2026 tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk membangun kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan di Dusun Pucukan.
Penulis : Putri Agis Khoirunnisa
Editor : Alejandro Ahmad Zuhayr





