Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

BBK 5 UNAIR Berinovasi Dalam Pengelolaan Sumber Daya Perairan

Bagikan

6 Januari 2025 – BBK ke 5 Unair dibuka langsung oleh Bapak Rektor dan dihadirin oleh beberapa dekan di fakultas. Kegiatan BBK dilaksanakan sejak 7 Januari sampai 3 Februari 2025 dan tersebar di beberapa wilayah (Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Madiun, Banyuwangi).

Mahasiswa Program Studi Sumber Daya Perairan Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan eksistensinya dalam program unggulan Belajar Bersama Komunitas (BBK). Tim BBK 5 UNAIR, yang dibimbing oleh dosen-dosen berpengalaman, melakukan kegiatan inovatif di bidang pengelolaan sumber daya perairan.

Dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Gunanti Mahasri, Ir., M.Si., Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., dan Eka Saputra, S.Pi., M.Si., tim ini fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam memanfaatkan sumber daya perairan secara berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada komunitas lokal terkait teknik budidaya, pengelolaan limbah perairan, dan inovasi produk berbasis sumber daya laut.

Salah satu agenda utama BBK 5 adalah pelatihan teknologi bioflok untuk budidaya ikan lele yang ramah lingkungan dan efisien. Selain itu, tim juga memberikan pendampingan dalam pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti keripik ikan dan abon. Inisiatif ini tidak hanya mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga berkontribusi pada upaya pelestarian ekosistem perairan.

Menurut Prof. Dr. Gunanti Mahasri, Ir., M.Si., program BBK ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari. “Kegiatan ini menciptakan hubungan simbiosis antara universitas dan komunitas. Mahasiswa belajar menghadapi tantangan nyata, sementara masyarakat mendapatkan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” jelasnya.

Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., menambahkan bahwa pendekatan berbasis teknologi dan inovasi menjadi keunggulan BBK 5. “Kami memastikan mahasiswa dilatih untuk berpikir kreatif dan menciptakan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Eka Saputra, S.Pi., M.Si., juga mengungkapkan harapannya agar program ini bisa memberikan dampak jangka panjang. “Kami ingin kegiatan ini menjadi katalisator perubahan yang berkelanjutan di masyarakat. Dengan ilmu yang diberikan, diharapkan masyarakat mampu mengelola sumber daya perairan secara mandiri di masa depan,” tambahnya.

Program BBK 5 UNAIR ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi universitas lain dalam memadukan kegiatan akademik dengan pengabdian masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan komunitas lokal, UNAIR terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Rated 5 out of 5