
FFN, Surabaya – Perikanan merupakan sektor penting pada suatu negara. Apabila dilakukan perbandingan antara perairan Indonesia dengan Jepang, sebenarnya terdapat kesamaan antara keduanya. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Kazuhiko Koike pada saat menjelaskan materi pada kuliah tamu yang diadakan di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga.
“Perairan di Indonesia dan Jepang sebenarnya memiliki kesamaan, hanya saja di perairan Indonesia memiliki sumber perikanan yang lebih melimpah daripada di perairan Jepang,” ujar Prof. Koike saat mengisi kuliah tamu yang diadakan pada Kamis (14/032019) di gedung B ruang 304 FPK UNAIR.
Untuk kecenderungan komoditas, Prof. Koike memaparkan bahwa perikanan Jepang pada masa sekarang lebih mendalami tentang budidayanya. Seperti budidaya Salmon dan yellow fin tuna. Sementara di Indonesia lebih fokus pada budidaya udang.
Terkait dengan kondisi perairan yang ada di Indonesia, Prof. Koike juga menekankan bahwa perikanan di Jepang sekarang sedang menurun, karena tingkat permintaan ekspor yang terus meningkat. Jika dibandingkan perikanan Indonesia sekarang cenderung berkembang seiring berjalannya waktu.
“Pemuda seperti kalian yang akan memberikan perubahan terhadap perikanan di Indonesia,” ujar Prof. Koike saat diwawancarai. Selain itu, Prof. Koike juga berpesan agar masyarakat di Indonesia dapat mengelola perairan dengan lebih pintar dan tetap melestarikannya dengan baik.
“Selalu aktif dalam perkuliahan, khususnya ketika tidak memahami suatu masalah maka jangan malu bertanya,” imbuh Prof. Koike sekaligus menegaskan pesannya agar mahasiswa tidak pasif di dalam kelas.
Menurut Prof. Koike, apabila dibandingkan antara mahasiswa Indonesia dengan Jepang, keduanya terdapat kesamaan. Khususnya, saat diadakan sesi tanya jawab, tidak ada satupun yang mengajukan pertanyaan. Hanya sebagian saja yang antusias.
“Seketika hening di kelas,” kata profesor asal negeri sakura tersebut dengan penuh keheranan.
Di sesi kedua kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Kazumi Matsuoka. Beliau menyampaikan kekagumannya kepada mahasiswa UNAIR karena memiliki kepekaan terhadap informasi dasar dan tanggap dalam membantu satu sama lain dengan menjadi volunteer. Prof. Kazumi juga mengatakan UNAIR sering mengirim mahasiswanya untuk program student exchange.
“Saya rindu mahasiswa Jepang pada zaman dahulu, mereka lebih rajin dan aktif,” tutur Prof. Kazumi di akhir wawancara.
Dua dosen asal Jepang mendatangi FPK UNAIR untuk menjadi pembicara mata kuliah Ekologi Perairan pada Kamis (14/3/2019). Kedua dosen tersebut adalah Prof. Kazumi Matsuoka, dosen Institute for East China Sea Research (ECSER) Nagasaki University dan Prof. Kazuhiko Koike, dosen Hiroshima University. Kegiatan Kuliah Tamu (Kultam) untuk mata kuliah Ekologi Perairan tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa semester dua FPK.(*)
Penulis : Dimas Herfano



