Surabaya – Mahasiswa baru Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) mulai dikenalkan pada salah satu bidang penting dalam keilmuan THP, yakni diversifikasi produk hasil perikanan. Pengenalan tersebut disampaikan oleh rekan-rekan Fisheries Processing Club (FPC) dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai kemungkinan pengembangan hasil perikanan menjadi produk olahan yang lebih beragam. Berbagai jenis ikan digunakan sebagai contoh untuk menunjukkan bahwa komoditas perikanan tidak harus berhenti sebagai bahan pangan segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dengan bentuk dan nilai tambah yang berbeda.
Rekan-rekan FPC menjelaskan bahwa diversifikasi menjadi salah satu ruang yang menarik dalam Teknologi Hasil Perikanan. Dengan pengolahan yang tepat, bahan baku perikanan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang lebih praktis dan memiliki daya tarik bagi konsumen. Dalam sesi ini, udang mendapat perhatian khusus sebagai salah satu komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi beragam produk olahan.
Pengenalan tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai bagaimana ilmu yang mereka pelajari nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan. Bagi mahasiswa THP, proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan produk baru, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai karakteristik bahan baku dan teknologi pengolahan yang sesuai.
Materi mengenai diversifikasi udang tersebut kemudian menjadi bekal awal sebelum mahasiswa mengikuti praktik pengolahan produk diversifikasi udang pada rangkaian kegiatan berikutnya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep diversifikasi, tetapi juga akan melihat bagaimana sebuah ide produk dapat diwujudkan melalui proses pengolahan secara langsung.
Perpindahan dari materi menuju praktik menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman. Mahasiswa dapat menguji secara langsung bagaimana karakteristik bahan baku, teknik pengolahan, dan kreativitas dapat dipadukan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Pendekatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada inovasi pengolahan yang berkaitan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure).
Bagi mahasiswa baru, sesi bersama FPC menjadi gambaran awal bahwa dunia Teknologi Hasil Perikanan memiliki ruang yang luas untuk berinovasi. Dari bahan baku perikanan hingga produk siap dikonsumsi, mahasiswa mulai diperkenalkan pada proses bagaimana komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam. Pemahaman tersebut selanjutnya akan mereka bawa ke meja praktik, ketika udang menjadi bahan utama untuk menguji langsung konsep diversifikasi yang telah diperkenalkan.
Penulis : FahmI Bayhaqi
Editorn : TPA





