Surabaya – Komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk memperluas jejaring internasional kembali memasuki babak baru. Melalui strategic meeting bersama Faculty of Science and Engineering, School of Biological and Marine Sciences, University of Plymouth, Inggris, pada Selasa (5/8/2026), FPK UNAIR membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, riset, hingga community development. Pertemuan yang berlangsung secara daring menjadi langkah awal kedua institusi dalam membangun kemitraan akademik yang saling menguatkan untuk menjawab tantangan sektor kelautan dan perikanan di tingkat global.
Pertemuan ini mempertemukan Wakil Dekan III bersama Faculty Ambassador FPK UNAIR sebagai representasi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Sementara itu, University of Plymouth diwakili oleh Professor Abigail McQuatters-Gollop yang memperkenalkan berbagai program unggulan di School of Biological and Marine Sciences sekaligus membuka ruang diskusi mengenai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan kedua institusi.
Bangun Peluang Kolaborasi Akademik Lintas Negara
Diskusi berlangsung dinamis dengan memperkenalkan keunggulan akademik masing-masing universitas. Tim FPK UNAIR memaparkan profil fakultas, program studi yang telah mengantongi akreditasi internasional, hingga berbagai keunggulan riset yang berkembang di setiap departemen. Selain itu, Annur Ahadi Abdillah turut memperkenalkan program Summer Course FPK UNAIR yang setiap tahunnya membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk belajar sekaligus mengenal potensi perikanan dan kelautan Indonesia secara langsung.
Program tersebut mendapat perhatian dari University of Plymouth karena dinilai mampu menjadi salah satu pintu masuk bagi penguatan mobilitas akademik internasional. Tidak hanya membuka peluang pertukaran mahasiswa, program tersebut juga berpotensi berkembang menjadi kolaborasi dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kerja sama internasional, kami berharap dapat membangun kolaborasi yang saling menguntungkan, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen di kedua institusi,” ujar Annur Ahadi Abdillah.
Di sisi lain, Professor Abigail McQuatters-Gollop memperkenalkan School of Biological and Marine Sciences beserta berbagai program studi, aktivitas akademik, dan fokus penelitian yang dikembangkan oleh University of Plymouth. Ia juga menjelaskan bahwa universitasnya telah beberapa kali mengirimkan mahasiswa ke Indonesia untuk mengikuti berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan konservasi sumber daya kelautan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun kerja sama yang lebih erat dengan FPK UNAIR pada masa mendatang.
Kolaborasi Riset untuk Menjawab Tantangan Kelautan Global
Selain membahas peluang pertukaran akademik, kedua institusi turut mendiskusikan potensi kolaborasi riset yang memanfaatkan kekayaan sumber daya kelautan Indonesia sebagai laboratorium alami. Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai penelitian bertaraf internasional.
Melalui diskusi tersebut, FPK UNAIR dan University of Plymouth menjajaki sejumlah peluang kerja sama, mulai dari penelitian kolaboratif, community development, hingga pengembangan program akademik yang melibatkan dosen maupun mahasiswa dari kedua universitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang luar biasa. Hal tersebut menjadi peluang besar bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi berbasis riset dan pendidikan yang berdampak secara global,” ungkap Professor Abigail McQuatters-Gollop.
Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan riset dan inovasi di bidang kelautan serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pembangunan kemitraan internasional yang mendorong kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika
Penyunting : Terry Previo Avianto






