Close
Pendaftaran
FPK UNAIR

Ciptakan Olahan Rumput Laut bernilai Jual, Departemen Kelautan FPK UNAIR Adakan Pengabdian Masyarakat Di SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake, Bloto Kabupaten Sumenep

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Ciptakan Olahan Rumput Laut bernilai Jual, Departemen Kelautan FPK UNAIR Adakan Pengabdian Masyarakat Di SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake, Bloto Kabupaten Sumenep

Bagikan

Berita FPK(4/10/17). Kabupaten Sumenep merupakan produsen rumput laut nomer satu terbesar di Provinsi Jawa Timur. Salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep yang memproduksi dan  sudah ditetapkan menjadi daerah minapolitan budidaya rumput laut yaitu Kecamatan Bluto. Kebanyakan petani rumput laut menjual rumput laut dalam bentuk bahan dasar. Rumput laut yang belum diolah ini memiliki harga yang rendah karena bergantung pada harga pasar. Keinginan masarakat mengolah rumput laut menjadi bahan olahan bernilai jual tinggi masih rendah. Kurangnya informasi serta pelatihan tentang standart pengolahan yang baik dan layak menjadi salah satu alasan utama.

Peserta pelatihan pengolahan dodol rumput laut

Terilhami memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut, Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga melaksanakan pelatihan  berjudul Pengembangan Produk Dodol Rumput Laut Sebagai Diversifikasi Olahan Rumput Laut di Desa Aeng Dake Kabupaten Sumenep  Madura. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu 30 September 2017 bertempat di salah satu kelas SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake  diikuti oleh 10 orang anggota Kelompok Tani Karang Baru dan 50 Orang Siswa SMK Nasyrul Ulum  Aeng Dake Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).

Acara dibuka oleh Bapak Zamzami Sabiq, S.Psi., M.Si sebagai pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake Sumenep dan dari departemen Kelautan FPK UNAIR oleh Bapak Annur Ahadi Abdillah, S.Pi, M.Si.  Dalam sambutannya , Bapak Zamzami berharap kegiatan pengabdian masyarakat menjadi ajang transfer informasi mengenai pengolahan rumput laut serta output kegiatan ini dapat menjadi ajang promosi visit Sumenep 2018.

Acara pertama dimulai dengan kegiatan berbagi pengalaman dan membedah potensi rumput laut di kecamatan Bluto. Sebagai nara sumber sesi ini yaitu Bapak Masyuri selaku koordinator Kelompok Tani Karang Baru. “Kecamatan Aeng dake menyimpan potensi yang besar dalam produksi rumput laut, sayangnya sebagian besar masih dijual dalam bentuk basah sebagai bahan dasar” Ujar ketua kelompok tani yang sudah banyak mendapat penghargaan dari pemerintah.

Ibu Dwi  sedang berbagi tentang pentingnya sertifikasi halal dan Dinkes

Acara kedua disampaikan oleh Bapak Eka saputra, S.Pi., M.Si mengenai pentingnya penggunaan kemasan. Pengajar yang menekuni bidang pengemasan makan ini  mengatakan ” Apabila produk rumput laut diolah serta dikemas menarik, tidak hanya bisa tahan lama dalam penyimpanan nilai jual akan menjadi jauh lebih tinggi”. Setelah penyampaian mengenai pengemasan,materi selanjutnya diisi oleh  Bu Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.Sc. Bu Dwi menyampaikan pentingnya suatu produk yang dikemas memiliki informasi masa simpan dan kandungan nutrisi, label Halal dari MUI, serta sertifikasi PIRT dari Dinas Kesehatan. ” Dengan adanya PIRT dan  label Halal, pembeli tidak akan ragu   untuk membeli produk kita” ujar Dwi sembari menjelaskan prosedur yang harus ditempuh.

Siswa FPK bersama salah satu anggota kelompok tani melakukan praktek pengolahan dodol rumput laut

Salah satu mahasiswa FPK UNAIR sedang mempresentasikan desain kemasan dodol rumput laut

 

Tidak lupa juga, salah satu mahasiswa program Studi Budidaya Perairan minat Teknologi Industri Hasil Perikanan juga memberikan kontribusi. Mahasiswa Semester Lima bernama  Dicky Darmawan memberikan prototipe rancangan kemasan Dodol Rumput Laut yang akan digunakan oleh Kelompok Tani Karang Baru dan SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake. Pada akhir materi, bersama anggota kelompok tani karang baru , siswa SMK Nasyrul Ulum Aeng dake melakukan simulasi pembuatan dodol rumput laut. Simulasi yang juga didampingi dua mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan semester tiga yaitu  Gisty dan Eka berlangsung penuh antusias. Siswa Siswi secara bergantian mengaduk dodol rumput laut sampai menjadi padat.

Penulis : Annur Ahadi Abdillah

Editor   ; Dwi Yuli Pujiastuti

Loading

5/5