Potensi kekayaan alam Indonesia adalah sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Salah satu contohnya adalah curcumin, bahan aktif yang terkandung dalam curcuma longa. Salah satu senyawa turunan curcumin yang banyak dipelajari adalah Gamavuton-0. Struktur kimia curcumin dan Gamavuton-0 dapat dilihat pada Gambar 1. Senyawa ini telah terbukti memiliki sifat anti kanker dan anti oksidan. Namun sayangnya, informasi mengenai kelarutan senyawa ini dalam berbagai pelarut, masih sangat terbatas. Oleh karena ini, beberapa peneliti dari Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Teknologi PETRONAS (Malaysia) bekerja sama untuk mempelajari kelarutan Gamavuton-0 dalam berbagai pelarut yang umumnya digunakan dalam industri farmasi, seperti air, metanol, etanol, DMSO, dan lain-lainnya.

Hasil dari penelitian bersama ini telah dipresentasikan dalam “International Conference on Science and Applied Science (ICSAS) 2019” di Surakarta pada tanggal 20 July 2019 yang diwakilkan oleh Kiki Adi Kurnia, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga (Gambar 2). Salah satu point penting yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah adanya perubahan struktur senyawa Gamavuton-0 ketika dilarutkan dalam air dengan pH 2 dan pH 8. Perubahan struktur ini sangat penting untuk dipelajari lebih lanjut terutama mengenai efeknya terhadap fungsi anti kanker dan anti oksidan dari senyawa Gamavuton-0.


Ditulis oleh:
Kiki Adi Kurnia, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Dosen Kelautan
kiki.adi@fpk.unair.ac.id



