Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Dampak Serius! Penggunaan ‘Nama Lokal’ pada Ikan Asing: Ancaman Tersembunyi bagi Ekosistem

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Dampak Serius! Penggunaan ‘Nama Lokal’ pada Ikan Asing: Ancaman Tersembunyi bagi Ekosistem

Bagikan

Ditemukannya beberapa ekor ikan predator Arapaima Arapaimas gigas di Sungai Brantas menunjukkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif hewan asing bagi lingkungan masih kurang. Padahal kehadiran ikan asing terutama jenis predator yang sebelumnya tidak pernah ada di perairan tersebut dapat merusak rantai makanan sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan ikan lokal tersisih atau bahkan punah.

 

Para penghobi ikan hias dituding bertanggung jawab atas lepasnya beberapa jenis ikan asing ke dalam perairan umum, akan tetapi tidak bisa dijeneralisir karena masih banyak diantara penghobi yang paham betul dampak negatif dari lepasnya ikan asing baik disengaja atau tidak ke perairan, namun beberapa oknum masih abai dengan fakta tersebut. Selain kontrol ketat yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat terkait peredaran ikan asing, ada hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak dari masuknya ikan asing tersebut, yaitu mengubah pola pikir masyarakat agar tidak memberikan nama ikan asing dengan nama “ikan lokal”.

 

Kasus yang telah terjadi di beberapa daerah misalnya Nila Merah memiliki nama pasar “Kakap Merapi”, Black Pacu disebut “Bawal Air Tawar” dan yang terbaru adalah Jaguar Cichlid diberi nama “Kerapu Air Tawar”. Padahal, Nila Merah adalah ikan asing asal Afrika yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ikan Kakap. Begitu juga Black Pacu ikan asal Amerika Selatan bukan bagian dari ikan Bawal dan yang terkesan sedikit dipaksakan adalah Kerapu Air Tawar disematkan kepada Jaguar Cichlid asal Amerika Tengah  hanya karena mungkin ciri-ciri fisiknya mirip ikan Kerapu.

 

Pemberian nama lokal bagi ikan asing tentu memiliki keuntungan dari segi pemasaran, namun dibalik pemberian nama lokal tersebut akan membuat masyarakat awam mengira ikan-ikan tersebut adalah bagian dari ikan asli Indonesia sehingga aman untuk dilepas ke perairan umum, padahal sebenarnya tidak! Karena bagaimanapun juga selain dapat merusak rantai makanan, kehadiran ikan asing dapat menyebabkan menurunnya kualitas air, vektor penyakit dan perkawinan hibrid yang merugikan.

 

Penulis:
Veryl Hasan
Departemen MKI-BP
Email: veryl.hasan@fpk.unair.ac.id

5/5