Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Dari “Kecebur” Perikanan hingga Berkarier di Maldives: Alumni FPK UNAIR Inspirasi Mahasiswa Menembus Panggung Global

Bagikan

Surabaya – Kesuksesan karier sering kali lahir dari perjalanan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Pesan itulah yang dibagikan oleh Muhammad Cesar Briliandi, S.Pi., M.Sc., alumnus Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga angkatan 2016, dalam kuliah tamu bertajuk “Ambition, Action, and Ocean: Turning Marine Passion into a Global Career” yang diselenggarakan pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Akuakultur, khususnya semester 2 dan semester 4, tersebut menjadi wadah inspiratif untuk memperkenalkan berbagai peluang karier global di sektor kelautan dan perikanan. Melalui sesi berbagi pengalaman, Cesar menunjukkan bahwa dunia perikanan tidak hanya menawarkan peluang di bidang budidaya maupun penelitian, tetapi juga membuka jalan menuju profesi internasional yang mungkin belum banyak dikenal oleh generasi muda.

Dalam pemaparannya, Cesar mengawali cerita dari masa-masa awal perkuliahannya di FPK UNAIR. Ia mengaku bahwa dunia perikanan bukanlah pilihan yang sejak awal menjadi cita-citanya. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai pengalaman akademik, organisasi, dan praktik lapang membentuk ketertarikan yang semakin kuat terhadap bidang kelautan. Perjalanan tersebut kemudian membawanya melanjutkan studi magister di National Taiwan Ocean University, Taiwan, dengan fokus kajian yang memperluas wawasan dan kompetensinya di tingkat internasional.

Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Cesar mengingat kembali sebuah unggahan media sosial yang pernah ia buat. “Suka tidak suka sama perikanan, sudah kecebur. Ya sekalian aja kita nyelam,” ujarnya yang langsung disambut tawa para peserta. Kalimat tersebut ternyata bukan sekadar candaan, melainkan gambaran nyata perjalanan hidupnya yang kini berkarier sebagai Marine Biologist sekaligus Assistant Scuba Diving Instructor di Sub Oceanic Maldives at Le Méridien Resort and Spa.

Dalam sesi tersebut, Cesar memperkenalkan lingkungan kerja profesionalnya di Maldives, salah satu destinasi wisata bahari paling terkenal di dunia. Ia menjelaskan bahwa profesi sebagai Marine Biologist di industri pariwisata kelautan memberikan kesempatan untuk menggabungkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, konservasi laut, edukasi publik, dan pengalaman internasional dalam satu jalur karier yang menjanjikan.

Menurutnya, banyak anak muda yang belum menyadari luasnya peluang profesi di sektor kelautan dan perikanan. Padahal, perkembangan industri wisata bahari, konservasi laut, riset biodiversitas, hingga penyelaman profesional terus membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.

Meski demikian, Cesar menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak diraih secara instan. Dibutuhkan konsistensi, keberanian mengambil peluang, serta kemauan untuk terus belajar dan keluar dari zona nyaman. Salah satu hal yang menurutnya harus dikorbankan adalah kebiasaan menunda pekerjaan dan bermalas-malasan.

“Lebih baik kalian rajin dan terseok-seok dari sekarang untuk masa depan yang lebih baik daripada kalian bermalas-malasan. Karena sesungguhnya tidak ada seseorang pun yang bisa tumbuh menjadi lebih baik apabila ia bermalas-malasan,” pesannya kepada para mahasiswa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain membahas pengalaman akademik selama menempuh pendidikan di Indonesia dan Taiwan, mahasiswa juga aktif berdiskusi mengenai peluang beasiswa luar negeri, pengembangan kompetensi profesional, sertifikasi penyelaman, hingga tantangan bekerja di lingkungan internasional.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen FPK UNAIR dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia kerja global. Kehadiran alumni yang telah berkiprah di tingkat internasional memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa mengenai berbagai jalur karier yang dapat ditempuh setelah lulus.

Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman nyata dari praktisi global. Selain itu, profesi yang dijalani Cesar sebagai Marine Biologist turut mendukung SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya konservasi dan edukasi ekosistem laut. Sementara itu, keterlibatan alumni FPK UNAIR dalam jejaring internasional mencerminkan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam membangun kolaborasi global untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia.

Melalui kisah perjalanan Muhammad Cesar Briliandi, mahasiswa FPK UNAIR diajak untuk melihat bahwa karier di bidang perikanan dan kelautan memiliki cakupan yang sangat luas. Dengan keberanian mengambil peluang, komitmen untuk terus belajar, dan kemauan untuk berkembang, mahasiswa dapat membawa kompetensi yang dimiliki hingga ke panggung internasional.

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5