Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Dari Kelas ke Lapangan: Simulasi Praktikum ITK FPK UNAIR di Pantai Kenjeran

Bagikan

Surabaya — Program Studi Akuakultur dengan minat studi Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) angkatan 2024 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) melaksanakan kegiatan simulasi praktikum lapang sebagai langkah awal persiapan sebelum pelaksanaan praktikum lapang resmi pada penghujung Semester 4. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2025 ini dilaksanakan di kawasan Pantai Kenjeran Watu-Watu, Surabaya, Jawa Timur, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Simulasi praktikum lapang ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan teori perkuliahan dengan praktik langsung di lingkungan pesisir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep oseanografi secara akademik, tetapi juga mengasah keterampilan teknis pengambilan data lapangan yang menjadi kompetensi utama dalam bidang ilmu kelautan.

Integrasi Empat Mata Kuliah Oseanografi Perkuat Pembelajaran Mahasiswa

Kegiatan simulasi merupakan kolaborasi empat mata kuliah utama, yakni Oseanografi Kimia, Oseanografi Fisika, Oseanografi Geologi, serta Ekologi Laut Tropis. Pelaksanaan praktikum dibagi menjadi tiga kloter, di mana setiap kloter terdiri dari tiga kelompok mahasiswa yang secara bergantian melakukan pengamatan dan pengukuran parameter lingkungan laut.

Pada praktikum Oseanografi Fisika, mahasiswa melakukan pengukuran berbagai parameter perairan seperti kecepatan arus, tinggi pasang surut, tingkat kecerahan air, serta Total Dissolved Solids (TDS). Pengukuran tersebut bertujuan untuk memahami dinamika fisik perairan yang berpengaruh terhadap stabilitas ekosistem laut.

Sementara itu, pada mata kuliah Oseanografi Kimia, mahasiswa melakukan analisis kualitas air melalui pengukuran pH, salinitas, Oxidation-Reduction Potential (ORP), Dissolved Oxygen (DO), serta kandungan nutrien seperti nitrat, nitrit, amoniak, dan fosfat. Parameter-parameter ini menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan lingkungan laut serta produktivitas perairan.

Kegiatan juga mencakup pengukuran pH sedimen dalam praktikum Oseanografi Geologi, yang memberikan pemahaman mengenai karakteristik substrat dasar laut. Adapun pada Ekologi Laut Tropis, mahasiswa melakukan identifikasi biota benthos serta pengamatan plankton sebagai bagian dari kajian biodiversitas ekosistem pesisir.

Melalui simulasi ini, mahasiswa memperoleh berbagai manfaat, mulai dari peningkatan keterampilan teknis hingga pemahaman langsung terhadap kondisi lingkungan laut. Pengalaman in situ memungkinkan mahasiswa menghubungkan data teoritis dengan fenomena alam yang sesungguhnya, sehingga memperkuat kemampuan mereka dalam memahami kualitas perairan dan dinamika ekosistem pesisir. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan wawasan mengenai perubahan kondisi perairan yang dipengaruhi oleh dinamika iklim. Dalam konteks yang lebih luas, peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang kelautan diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi masyarakat pesisir serta mendorong pengelolaan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

 

Pembelajaran Lapangan untuk Mendukung SDGs Kelautan

Pelaksanaan simulasi praktikum lapang ini sejalan dengan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 14 (Life Below Water) melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Pemahaman terhadap kualitas perairan dan biodiversitas menjadi dasar penting dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada SDGs 13 (Climate Action) dengan membekali mahasiswa kemampuan memahami perubahan parameter lingkungan yang berkaitan dengan dinamika iklim pesisir. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya solusi berbasis sains terhadap tantangan perubahan lingkungan laut di masa depan.

Koordinator Asisten Praktikum, Farrel Bhanu Mahardika, menyampaikan bahwa simulasi ini dirancang sebagai tahap awal pembekalan teknis bagi mahasiswa sebelum menghadapi kondisi lapangan yang lebih kompleks.

“Simulasi ini menjadi persiapan awal agar mahasiswa lebih siap melakukan pengambilan data dan penggunaan alat saat praktikum lapang yang sebenarnya,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran kolaboratif antara mahasiswa, asisten praktikum, dan dosen pembimbing sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang mendukung SDGs 17 (Partnerships for the Goals).

Melalui pengalaman awal ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya akurasi data lapangan dalam mendukung riset kelautan, pengelolaan sumber daya perikanan, serta kontribusi terhadap ketahanan pangan laut yang berkaitan dengan SDGs 2 (Zero Hunger).

Baca kelanjutannya pada Part 2: Simulasi Praktikum Lapang ITK FPK UNAIR Dorong Pembelajaran Kolaboratif dan Pengalaman Insitu

Rated 5 out of 5