Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Dari Pengusaha Perikanan hingga Marine Biologist di Maldives, Dua Alumni FPK UNAIR Kupas Peluang Karier Perikanan dan Kelautan Modern

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Peluang dan Transformasi Karier Generasi Muda dalam Industri Perikanan dan Kelautan Modern” pada Selasa (2/6/2026) di Auditorium Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama Kampus C Universitas Airlangga. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa FPK UNAIR tersebut bertujuan memberikan wawasan mengenai berbagai peluang karier serta potensi pengembangan usaha di sektor perikanan dan kelautan.

Kuliah tamu menghadirkan dua alumni Program Studi Akuakultur FPK UNAIR, yaitu Muhammad Syarif Satriyo Samudra dari angkatan 2021 dan Muhammad Cesar Briliandi dari angkatan 2016. Dengan latar belakang profesi yang berbeda, keduanya membagikan pengalaman serta pandangan mengenai transformasi karier generasi muda dalam menghadapi perkembangan industri perikanan dan kelautan yang semakin dinamis.

Dalam pemaparannya, Muhammad Syarif Satriyo Samudra menjelaskan bahwa sektor akuakultur masih memiliki peluang pengembangan yang sangat besar, terutama melalui pemanfaatan sumber daya yang belum dioptimalkan. Ia menyoroti potensi tambak-tambak yang tidak lagi produktif atau terbengkalai untuk diaktifkan kembali melalui penerapan teknologi budidaya dan pengelolaan yang tepat. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Satriyo juga membagikan pengalamannya dalam mengembangkan usaha di bidang perikanan melalui PT Rejeki Bintang Samudra yang berfokus pada budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa dan ikan bandeng. Ia mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap potensi yang ada di daerah masing-masing serta berani mengambil peluang yang tersedia. “Jangan bilang peluang itu apa, terlalu banyak. Pilihlah peluang yang konkret, yang ada di wilayah kalian masing-masing,” ujarnya. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui usaha yang dibangun secara berkelanjutan.

Jika Satriyo memperkenalkan peluang karier melalui jalur kewirausahaan dan pengembangan industri akuakultur, Muhammad Cesar Briliandi memberikan perspektif berbeda mengenai prospek karier di bidang kelautan dan konservasi laut pada tingkat internasional. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di FPK UNAIR, Cesar melanjutkan studi magister di National Taiwan Ocean University (NTOU), Taiwan, sebelum berkarier sebagai Marine Biologist di Sub-Oceanic, Le Méridien Maldives Resort & Spa. Selain memiliki kompetensi di bidang biologi kelautan dan konservasi laut, Cesar juga mengantongi sertifikasi Assistant Instructor Diving yang semakin memperkaya keahliannya dalam bidang kelautan.

Melalui pemaparannya, Cesar menjelaskan bahwa sektor kelautan menawarkan beragam peluang karier, mulai dari penelitian, konservasi, pariwisata bahari, hingga industri penyelaman profesional. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir sejak dini agar mahasiswa berani mencoba berbagai peluang yang ada. “Kalian harus ubah mindset kalian secepat mungkin, sedini mungkin. Ketika sudah punya kemauan dan keberanian, semuanya pasti akan mengikuti,” ungkapnya. Menurut Cesar, perkembangan sektor kelautan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., M.P. menyampaikan bahwa bidang akuakultur memiliki prospek karier yang sangat luas, baik pada sektor budidaya, industri, penelitian, konservasi, maupun kewirausahaan. Menurutnya, kehadiran alumni sebagai narasumber bertujuan memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa sejak semester awal mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan selama masa studi. “Harapannya mereka bisa mulai meniti kariernya lebih awal. Jadi di awal semester mereka sudah punya mimpi yang akan dibangun selama kuliah, sehingga setelah lulus mereka tidak perlu lagi bingung mencari pekerjaan,” jelasnya.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya FPK UNAIR dalam memperkenalkan berbagai peluang karier kepada mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara fakultas dan alumni. Kehadiran alumni yang telah berhasil mengembangkan karier di tingkat nasional maupun internasional diharapkan dapat memberikan inspirasi serta motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia profesional.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDGs 14 (Life Below Water) dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals). Materi yang disampaikan mengenai pengembangan akuakultur, pengelolaan sumber daya perairan, serta konservasi laut menunjukkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Selain itu, keterlibatan alumni sebagai narasumber mencerminkan komitmen FPK UNAIR dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lulusan untuk mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

Penulis: Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor: TPA

Rated 5 out of 5