SURABAYA – Rangkaian Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2026 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) memasuki fase akhir yang lebih aplikatif pada Minggu (7/6/2026). Bertempat di Gedung C Lantai 5 dan 6 FPK UNAIR Kampus MERR C Mulyorejo Surabaya, kegiatan hari kedua diikuti oleh 120 mahasiswa yang antusias mengembangkan keterampilan organisasi melalui berbagai materi dan simulasi penyusunan program kerja.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta sebelum memasuki sesi materi. Fokus utama pada hari kedua adalah mengimplementasikan konsep manajemen organisasi yang telah diperoleh pada hari pertama ke dalam bentuk rancangan kegiatan yang nyata. Untuk mendukung tujuan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja yang mensimulasikan pembentukan struktur kepanitiaan dan penyusunan program kerja organisasi.
Sesi pagi diawali dengan materi Teknik Penyusunan Usulan Kegiatan yang disampaikan oleh Dita Wisudyawati, S.Pi., M.Sc. Pada sesi ini, peserta mempelajari teknik penyusunan proposal kegiatan yang sistematis dan akuntabel, mulai dari penyusunan latar belakang program hingga perencanaan anggaran. Selanjutnya, Lailatul Lutfiyah, S.Pi., M.Si. membawakan materi Administrasi Kesekretariatan dan Keuangan yang membahas standar administrasi organisasi, pengelolaan dokumen, serta tata kelola keuangan yang transparan.
Setelah itu, peserta mengikuti sesi Penyempurnaan Usulan Kegiatan yang dipandu oleh Dr. nat. techn. Muhamad Nur Ghoyatul Amin, S.TP., MP., M.Sc. Melalui sesi ini, setiap kelompok mempresentasikan proposal yang telah disusun dan memperoleh masukan untuk menyempurnakan program kerja mereka. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga memperkuat kerja sama tim dalam merancang program yang lebih terarah dan terukur.
Memasuki sesi siang, Daruti Dinda Nindarwi, S.Pi., M.P. menyampaikan materi Komunikasi Organisasi yang berfokus pada pengembangan kemampuan komunikasi efektif, negosiasi, dan diplomasi dalam lingkungan organisasi. Materi kemudian dilanjutkan oleh Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P. melalui sesi Pengambilan Keputusan yang mengajak peserta berlatih menyelesaikan berbagai permasalahan organisasi melalui simulasi kasus.
Sebagai penutup rangkaian materi, Syifania Hanifah Samara, S.Pi., M.Sc. membawakan materi Pengorganisasian Kegiatan Kepanitiaan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pembagian tugas, koordinasi kerja, serta strategi membangun tim yang efektif dalam pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.
Melalui materi dan simulasi yang diberikan pada hari kedua, LKMM-TD 2026 mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 (Quality Education) dengan meningkatkan keterampilan organisasi mahasiswa. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama dan kolaborasi antar peserta dalam menyusun serta mengembangkan program kerja organisasi.
Salah satu peserta LKMM-TD 2026, Adam David, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2025, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui rangkaian materi dan simulasi yang diberikan pada hari kedua. Menurutnya, kegiatan ini membantu peserta memahami bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan secara efektif melalui perencanaan program kerja yang matang, komunikasi yang baik, serta pembagian tugas yang jelas. Ia juga menilai sesi penyusunan dan penyempurnaan usulan kegiatan menjadi pengalaman berharga karena memberikan gambaran nyata mengenai proses perencanaan kegiatan dalam organisasi kemahasiswaan.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada pukul 16.00 WIB, peserta LKMM-TD 2026 diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh, mulai dari penyusunan proposal, pengelolaan administrasi, komunikasi organisasi, hingga pengorganisasian kepanitiaan. Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR terus berkomitmen mencetak mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan.
Penulis: Reyfan Dwi Ananta
Editor: TPA



