Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

DAUN KETAPANG DAN POTENSINYA TERHADAP VIBRIO HARVEYI

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

DAUN KETAPANG DAN POTENSINYA TERHADAP VIBRIO HARVEYI

Bagikan

DAUN KETAPANG DAN POTENSINYA TERHADAP VIBRIO HARVEYI

Penelitian aktivitas antibakteri dari beberapa tanaman herbal di Indonesia telah banyak dilakukan antara lain: ekstrak buah adas (Foeniculum vulgare) terhadap Micrococcus luteus, ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta) terhadap A. hydrophyla,  ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap A. hydrophyla. Herbal lainnya yang memiliki aktivitas antibakteri dan aman untuk direkomendasikan sebagai agen antibakteri adalah daun T. catappa. Sebagai produk alami, ekstrak daun T.catappa dapat mengatasi masalah residu kimia dan resistensi antibiotik dalam budidaya ikan.

Kemampuan T.catappa sebagai agen antibakteri, karena komponen phytochemical ekstrak kasar T. catappa L terdiri dari saponin glycosides, saponins, steroid, digitalis glycosides (cardiac), tannins, and phenols. Penelitian pemanfaatan ekstrak daun ketapang (T. catappa) untuk pencegahan dan pengobatan telah dilakukan terhadap ikan patin (Pangasionodon hypophthalmus) yang terinfeksi Aeromonas hydrophila secara in vitro. Penelitian lainnya juga membuktikan ekstrak metanol daun muda T. catappa memiliki aktivitas antibakteri V.  parahemolyticus dibandingkan daun dewasa dengan metode teknik difusi cakram.

Pengujian daya antibakteri ekstrak daun ketapang (T. catappa) terhadap bakteri V. harveyisecara in vitro masih perlu dilakukan untuk mengetahui apakah juga memiliki kemampuan menghambat atau bahkan bersifat baktersida terhadap V. harveyi  sebagai penyebab penyakit vibriosis pada udang yang banyak menimbulkan mortalitas benur udang. Informasi yang diperoleh dari penelitian ini dapat membantu pengembangan agen antimikroba dari bahan alami T. catappa yang tentunya lebih aman khususnya untuk digunakan dalam budidaya udang, sehingga dapat mengurangi angka mortalitas.

Penelitian ini menggunakan daun ketapang yang sudah gugur dari pohonnya, berwarna hijau kekuningan, dan kondisi kering karena memiliki sifat antibakteri lebih baik daripada daun ketapang segar. Ekstraksi daun ketapang menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam pada suhu 28-30oC. Etanol adalah pelarut yang baik untuk mengekstraksi zat antimikroba dari tanaman. Ekstrak hasil maserasi ditampung dan diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 70°C – 80°C, sampai pelarut habis menguap sehingga dihasilkan 20 ml ekstrak kental daun ketapang berwarna hijau gelap. Ekstrak daun ketapang diencerkan menggunakan pelarutdimetil sulfoksida (DMSO) 10% untuk mendapatkan konsentrasi yang diinginkan untuk penentuan MIC dan MBC. Konsentrasi ekstrak daun ketapang yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, 1,56%, 0,78%, 0,39%, 0,19%, 0,09%, 0,04%, 0,02%, dan 0,01%.

Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun ketapang memiliki kemampuan membunuh bakteri V. harveyi pada konsentrasi minimal 3,12 % dan menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi pada konsentrasi minimal 1,56 %.  Agen antibakteri dalam ekstrak Terminalia catappa bertindak dengan menghambat asam nukleat, protein, dinding sel dan membran biosintesis fosfolipid. Mekanisme utama cara kerja senyawa antibakteri dalam menghambat atau membunuh bakteri antara lain gangguan pada proses sintesis dinding sel, menghambat sintesis protein, gangguan pada proses sintesis asam nukleat, dan menghambat jalur metabolisme.

Penelitian ini tidak mendeteksi komponen yang terkandung dalam ekstrak daun ketapang namun menurut beberapa peneliti, flavonoid yang terkandung dalam ekstrak ketapang bertanggung jawab untuk aktivitas antibakteri. Keberadaan komponen tanin dalam ekstrak etanol daun T. catappa juga mampu menghambat enzim mikroba ekstraseluler. Tannin mengambil substrat yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba dengan kompleksasi ion logam oleh tannin atau melalui penghambatan fosforilasi oksidatif .

Penulis
Wahju Tjahjaningsih
Departemen Kelautan

Detail tulisan ini dapat dilihat di:
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012012/pdf

Sumber
http://news.unair.ac.id/2020/05/02/daun-ketapang-dan-potensinya-terhadap-vibrio-harveyi/

5/5