Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

DELEGASI FPK UNAIR HADIRI RAPAT KOORDINASI TATA KELOLA PERIKANAN BUDIDAYA BERKELANJUTAN DI JAWA TIMUR

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

DELEGASI FPK UNAIR HADIRI RAPAT KOORDINASI TATA KELOLA PERIKANAN BUDIDAYA BERKELANJUTAN DI JAWA TIMUR

Bagikan

Berita FPK – Rapat Koordinasi tata kelola Perikanan budidaya berkelanjutan di Jawa Timur di Hotel Grandcakra Kota Malang (5-6/11/2019), diselenggarakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa  Timur. Pertemuan ini diikuti oleh instansi terkait Provinsi Jatim, dinas yang menangani perikanan budidaya di Kota/Kabupaten Jawa Timur serta kalangan akademisi, termasuk FPK UNAIR. Narasumber yang diundang dari Dirjen Perikanan Budidaya KKPRI, DKP Provinsi Jatim, UPT P2T Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Prov. Jatim,  AP5I (Asosiasi Pengusah Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia) dan PT. Zafirah Samudera Nusantara. Pertemuan ini bertujuan menggali informasi, data dan kebijakan yang ada di pemerintah terkait tata kelola perikanan berkelanjutan, yang selanjutnya menjadi masukan bagi Gubernur terkait tatakelola perikanan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan seluruh aspek ekologi, ekonomi dan sosial.

Terdapat tiga aspek utama yaitu ekologi, ekonomi dan sosial dalam pembangunan berkelanjutan. Agar terwujud dan sinkron antara ketiga aspek tersebut maka harus diimbangi dengan regulasi serta kebijakan yang tepat dan efektif. Dari pemaparan narasumber, program prioritas perikanan budidaya tahun 2020-2024 meliputi penyusunan tata kelola wilayah pengelolaan perikanan budidaya berkelanjutan, pembangunan kawasan sentra produksi perikanan budidaya, program gerakan pakan ikan mandiri, program industrialisasi perbenihan melalui penataan sistem logistik perbenihan, program perlindungan usaha dan pemberdayaan pembudidaya ikan serta pengelolaan kesehatan dan lingkungan.

Lingkungan internal yang merupakan permasalahan dan tantangan perikanan budidaya meliputi pemanfaatan potensi lahan perikanan budidaya yang belum optimal, keterbatasan infrastruktur pendukung, keterbatasan ketersediaan input  produksi, ketergantungan impor sarana produksi, manajemen sertifikasi sistem produksi, kompetensi SDM pembudidaya ikan skala kecil, terbatasnya permodalan usaha dan akses modal kelembagaan pembudidaya ikan masih lemah, manajemen pengendalian penyakit dan lingkungan yang lemah. Permasalahan pada lingkungan eksternal meliputi ketatnya persyaratan hasil produk perikanan di pasar global, keterbatasan akses pasar, perubahan iklim, MEA dan perdagangan bebas, peraturan lintas sektor masih lemah, pembagian kewenangan konkuren tidak probudidaya, ketersediaan energi terbarukan, penurunan daya dukung lingkungan serta keterlibatan perempuan perlu ditingkatkan.

Program / kegiatan proritas Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur adalah pemulihan sumberdaya ikan, rehabilitasi dan konservasi, usaha perikanan tangkap yang berkelanjutan, peningkatan produktivitas garam, usaha budidaya perikanan yang berkelanjutan, pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan  serta pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan.

Penulis
Laksmi Sulmartiwi
Departemen Kelautan
Email: laksmi-S@fpk.unair.ac.id

5/5