Kegiatan National Student Leader on Sustainability Meeting (NSLSM) 2025 yang diselenggarakan oleh UI GreenMetric berlangsung selama tiga hari penuh dengan rangkaian kegiatan yang menginspirasi dan sarat makna. Acara ini menjadi wadah bagi para pemimpin muda perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi kepedulian lingkungan berupa penanaman mangrove di kawasan pesisir. Melalui kegiatan ini, para delegasi diajak untuk menanam tidak hanya pohon, tetapi juga harapan bagi keberlangsungan ekosistem pesisir dan generasi masa depan.
Hari kedua dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber dari UI GreenMetric, SDGs Center, PDAM, serta lembaga-lembaga pemerhati lingkungan lainnya. Sesi ini membahas beragam isu strategis seputar pengelolaan sumber daya alam, manajemen air, energi berkelanjutan, dan peran perguruan tinggi dalam mewujudkan kampus hijau (green university). Diskusi berjalan dinamis dan menghasilkan berbagai gagasan inovatif untuk diterapkan di lingkungan kampus masing-masing.
Pada hari terakhir, seluruh peserta dibagi ke dalam kelompok regional (Green Group Discussion/GGD) untuk merancang solusi nyata terhadap isu lingkungan di daerahnya. Delegasi Universitas Airlangga, yang tergabung dalam Region Jawa Timur bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengusung inovasi bertajuk “Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Menuju Ekosistem Sirkular”. Inovasi ini menitikberatkan pada pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui gagasan tersebut, Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 1 pada ajang NSLSM 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata peran aktif mahasiswa dalam memperjuangkan agenda keberlanjutan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi menjaga bumi.
Kemenangan ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga pengingat bahwa setiap langkah kecil, seperti menanam satu bibit mangrove atau mengubah cara pandang terhadap sampah, adalah bagian penting dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.





