Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

DETEKSI CEPAT Aeromonas salmonicida subsp salmonicida PADA Clarias batrachus BY PCR USING AS15-PRIMER

Bagikan

DETEKSI CEPAT Aeromonas salmonicida subsp salmonicida PADA Clarias batrachus BY PCR USING AS15-PRIMER

Ikan lele merupakan salah satu komoditas air tawar yang paling banyak dibudidayakan karena permintaan yang tinggi serta pertumbuhannya yang cepat. Infeksi Aeromonas salmonicida merupakan salah satu masalah serius bagi pembudidaya ikan lele yang dapat menyebabkan kerugian besar dalam ekonomi. Pada tahun 1980, di Jawa Barat terjadi kematian sebanyak 125 ribu ekor ikan air tawar diakibatkan oleh serangan A. salmonicida dengan kerugian sekitar 4 milyar rupiah (Pusat Karantina Ikan DKP, 2000).

Pemeriksaan adanya infeksi A. salmonicida sangat perlu dilakukan untuk menentukan pencegahan dan pengobatan yang tepat. Pemeriksaan dapat dilakukan secara biokimia maupun molekuler. Identifikasi A. salmonicida secara biokimia yang tepat sangat sulit dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama serta banyaknya variasi hasil laboratorium yang berbeda. Beberapa peneliti juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam identifikasi biokimia A. salmonicida subsp salmonicida seperti adanya strain yang menunjukkan katalase negatif, strain yang memproduksi asam dari manitol dan strain yang menunjukkan oksidase negatif (Chapman et al., 1991). Metode PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan salah satu metode pemeriksaan secara molekuler untuk mengetahui amplifikasi DNA gen A. salmonicida. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa uji PCR menggunakan DNA probe A. salmonicida memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi mencapai 97% sampai 100% pada isolat dari ikan salmon di Irlandia, Peru, Scotlandia, Italia, US, Kanada dan Spanyol (Hiney et al., 1992). Primer yang digunakan dalam deteksi cepat ini adalah primer foward (5′-CGTTGGATATGGCTCTTCCT-3′ and primer reverse 5′- CTCAAAACGGCTGCGTACCA-3′). Namun di Indonesia penelitian terhadap Identifikasi Aeromonas salmonicida subsp salmonicida secara cepat belum banyak dilakukan. Penulis telah berhasil mengembangkan dan mengevaluasi metode deteksi yang cepat dengan sensitifitas tinggi pada isolat lokal A. salmonicida dari ikan lele berdasarkan amplifikasi DNA probe dalam uji PCR. Hasil menunjukkan kelima isolate positif terdeteksi sebagai A. salmonicida dengan terjadi amplifikasi pada DNA probe dan terlihat pita sebesar 423 bp disajikan dalam Gambar 2.

Gambar 1. Sekuen nukleotida fragment DNA AS15.

 

Gambar 2. Hasil PCR menggunakan DNA probe (M) marker (1) kontrol positif (2) kontrol negatif (3) AS.G.L.M

Referensi:

Chapman, P. F., R. C. Cipriano & J. D. Teska. 1991.Isolation and Phenotypic Characterization of an Oxidase-negative Aeromonas salmonicida Causing Furunculosis in Coho Salmon (Oncorhynchus kisutch). Journal of Wildl.Disease, 27 : 61-67.

Hiney, M., M. T Dawson., D. M Heery., P. R. Smith., F. Gannon & R. Powell. 1992. DNA Probe for Aeromonas salmonicida. Applied and Enviromental Microbiology 58, pp. 1039-1042.

Penulis:
Rozi
(Departemen MKI-BP)
Email: rozi@fpk.unair.ac.id

Rated 5 out of 5