Selangor, Malaysia — Internasionalisasi institusi bukan lagi opsi dalam pengembangan keilmuan di Indonesia, termasuk bagi civitas akademika Universitas Airlangga. Dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa seluruhnya memasuki era baru internasionalisasi. Setelah dua minggu berturut-turut kegiatan penerimaan mahasiswa asing dan mahasiswa ASEAN yang bergabung dalam agenda AIRVENTURE dan Tropical Fisheries TROFIA, dosen juga diminta untuk dapat mengembangkan kolaborasi internasional dengan berbagai kampus di dunia. Salah satu dosen tersebut adalah Dr. Heru Pramono.
Pak Heru Pramono adalah salah satu pengajar di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya yang saat ini membagikan kisahnya menjadi Research Fellow di Universitas Putra Malaysia (UPM) dalam program staff outbound full time. Alumni dari Jepang ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan hybrid, artinya gabungan antara daring (online) dan luring (offline). Tujuannya? Untuk memperkuat kolaborasi riset antara FPK-UNAIR, terutama Departemen Kelautan dengan Institute of Bioscience (IBS), UPM, Malaysia.
Kolaborasi Dr. Heru dengan UPM melibatkan beberapa kolega, diantaranya Prof. Ina Salwany, Dr. Azzam, Dr. Farhan, Dr. Azfar, dan Dr. Chin. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari dukungan dari pihak FPK dan UPM untuk mendorong seluruh staf untuk berkiprah global.

Sejumlah 17 mahasiswa mengikuti kuliah tamu bertajuk aplikasi bioteknologi dalam pascapanen hasil perikanan oleh Dr. Heru Pramono (Sumber: Heru Pramono)
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah menulis publikasi bersama serta melakukan desiminasi hasil riset kedua belah pihak. Hari Selasa, 13 Mei 2026, Dr. Heru menyampaikan kuliah umumnya dihadapan lebih dari 15 mahasiswa lokal dan internasional di UPM. Tema yang disampaikan Dr Heru sesuai dengan bidang keahliannya selama menempuh Pendidikan doctoral di The University of Tokyo: “Biotechnology Application in Post-Harvest” terutama mengedepankan pada pasca panen hasil perikanan.
“I happy to learn from your presentation, particularly about the challenge to valorization of byproduct by implementing biotechnology” (“saya belajar dari presentasi yang disampaikan terutama bagian pemanfaatan hasil samping/limbah industry perikanan dengan pendekatan bioteknologi”-terjemah), kata salah seorang peserta yang saat ini menjalani program PhD di UPM.
Kegiatan ini merupakan inisiasi yang akan terus ditindaklanjuti untuk memperkuat kelembagaan kedua pihak. Hasil kegiatan ini tentunya akan berdampak positif bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di program studi Teknologi Hasil Perikanan maupun Akuakultur di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. Manfaat utamanya adalah mendapatkan pengetahuan baru, kolaborasi internasional, kesempatan melanjutkan penelitian di Malaysia, bahkan studi lanjut.
Penulis : Heru Pramono
Penyunting : TPA











