Surabaya – Vaksin rekombinan VNN menjadi salah satu inovasi yang berpotensi memperkuat perlindungan kesehatan ikan dalam industri akuakultur. Assoc. Prof. Dr. Sandra Zainathan membahas pengembangan teknologi tersebut dalam International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) 2026 yang Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) selenggarakan pada Rabu (2/9/2026).
Dr. Sandra hadir sebagai invited speaker dari Fakulti Sains Perikanan dan Akuakultur, Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan penelitian bertajuk “Elucidation of Recombinant Capsid Protein-Based Vaccine for Protection Against Local Viral Nervous Necrosis (VNN) in Malaysian Hybrid Grouper.”
Penelitian tersebut mengeksplorasi pengembangan kandidat vaksin berbasis protein kapsid rekombinan untuk melindungi ikan kerapu hibrida Malaysia dari Viral Nervous Necrosis (VNN).
Vaksin Rekombinan VNN untuk Kesehatan Ikan Budidaya
VNN merupakan penyakit infeksius yang muncul akibat infeksi Nervous Necrosis Virus (NNV). Virus tersebut dapat menyerang sistem saraf berbagai spesies ikan laut dan menimbulkan gangguan serius pada organisme yang terinfeksi.
Penyakit virus masih menjadi tantangan bagi sektor akuakultur karena pembudidaya memiliki keterbatasan dalam mengobati ikan setelah infeksi terjadi. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Dr. Sandra dan tim memanfaatkan teknologi rekombinan untuk menghasilkan protein kapsid sebagai kandidat antigen. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengembangkan kandidat vaksin tanpa menggunakan virus aktif secara langsung.
“Effective disease prevention in aquaculture begins with understanding the pathogen and transforming that knowledge into targeted protection for the fish we cultivate,” ujar Dr. Sandra.
Memahami Karakter Patogen Lokal
Tim peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengkarakterisasi virus VNN yang menyerang populasi ikan lokal. Langkah tersebut membantu mereka memahami karakteristik patogen sebelum mengembangkan kandidat vaksin.
Setiap wilayah dapat memiliki variasi genetik patogen yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini mempertimbangkan karakter virus lokal untuk menghasilkan strategi perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri budidaya.
Selanjutnya, tim menguji kandidat vaksin pada hybrid grouper. Pengujian tersebut bertujuan mengetahui kemampuan antigen dalam memicu respons imun dan memberikan perlindungan terhadap infeksi VNN.
Mendorong Inovasi Kesehatan Akuakultur

Penelitian ini menggabungkan ilmu virologi, bioteknologi, imunologi, dan praktik budidaya. Kolaborasi berbagai disiplin ilmu tersebut membuka peluang bagi pengembangan sistem kesehatan ikan yang lebih preventif.
Melalui INCOFIMS 2026, Dr. Sandra menunjukkan bahwa peneliti dapat menerjemahkan pemahaman terhadap patogen lokal menjadi inovasi teknologi yang lebih spesifik. Vaksin rekombinan VNN pun berpotensi menjadi salah satu strategi untuk mencegah penyakit dan mendukung industri akuakultur yang tangguh serta berkelanjutan.
Baca juga berbagai informasi mengenai penelitian, inovasi, dan kolaborasi internasional lainnya melalui laman berita FPK UNAIR.
Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr
Editor : TPA





