FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Dr. Wahidatul Husna Zuldin : Caulerpa Borneo, Superfood Laut yang Dibidik untuk Masa Depan

2 minutes read
53 Views count

Surabaya – Potensi rumput laut hijau sebagai sumber pangan bernutrisi terus dikembangkan melalui riset dan inovasi. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam International Conference of Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Rabu (2/9/2026).

Dr. Wahidatul Husna Zuldin dari Universiti Malaysia Sabah hadir sebagai invited speaker dengan membawakan tema “Unlocking Bornean Green Seaweeds: Domestication, Nutritional Profiling, and Commercial Potentials of the Genus Caulerpa”. Dalam paparannya, ia mengungkap potensi Caulerpa sebagai sumber pangan bernilai tambah melalui pengembangan nutrisi, domestikasi, dan budidaya.

Caulerpa dan Potensi Superfood

Dr. Wahidatul menjelaskan bahwa genus Caulerpa memiliki kandungan serat, vitamin, serta berbagai potensi manfaat yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan. Pemanfaatannya dapat diarahkan tidak hanya sebagai pangan yang dikonsumsi secara langsung, tetapi juga sebagai bahan tambahan untuk berbagai produk pangan dan produk bernilai tambah lainnya.

Caulerpa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan karena kandungan nutrisinya yang beragam,” jelas Dr. Wahidatul.

Pengembangan Caulerpa di Sabah saat ini juga diarahkan melalui proses domestikasi dan budidaya secara indoor. Sistem tersebut memungkinkan pertumbuhan Caulerpa dilakukan dalam kondisi yang lebih terkontrol sekaligus membuka peluang produksi yang lebih konsisten.

Melibatkan Masyarakat Lokal

Pengembangan tersebut turut mendorong keterlibatan masyarakat lokal. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan dalam proses budidaya dan pengembangan produk berbasis Caulerpa.

“Pengembangan Caulerpa perlu melibatkan masyarakat agar potensi sumber daya laut dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

Pemanfaatan Caulerpa sebagai sumber pangan alternatif mendukung SDG 2 (Zero Hunger), sementara keterlibatan masyarakat dalam pengembangan komoditas berpotensi mendukung SDG 1 (No Poverty). Dari sisi lingkungan, pendekatan budidaya berkelanjutan turut berkaitan dengan SDG 13 (Climate Action) dan SDG 14 (Life Below Water).

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5