Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Edible Film: Solusi Inovatif Pengemasan Produk Pangan yang Ramah Lingkungan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Edible Film: Solusi Inovatif Pengemasan Produk Pangan yang Ramah Lingkungan

Bagikan

Pengemasan merupakan bagian akhir dari suatu proses produksi bahan pangan atau produk lainnya. Pengemasan berguna untuk meningkatkan daya penerimaan konsumen, juga mengurangi derajat kerusakan yang terjadi selama pengangkutan produk. Pengemasan juga merupakan salah satu cara untuk melindungi atau menambah daya simpan produk pangan maupun non pangan. Pengemasan tidak hanya bertujuan untuk mengawetkan, tetapi juga menjadi sarana penunjang pada transportasi, distribusi, dan menjadi bagian penting dari usaha untuk mengatasi persaingan pemasaran produk. Saat ini, industri pengemasan didominasi oleh bahan-bahan pengemas berbahan dasar plastik. Hal ini mengakibatkan meningkatnya limbah plastik di dunia termasuk Indonesia.

Parra et al. (2004) menyatakan saat ini sekitar 150 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya, sebagian besar plastik ini menyebabkan polusi lingkungan. Pengemas plastik yang umum digunakan adalah jenis polyethylenepolystirenepolyvinylchloride (PVC) dan resin yang banyak menimbulkan dampak yang tidak baik diantaranya merusak lingkungan karena tidak dapat terdegradasi secara biologi, mahal dalam daur ulang dan tercemarnya bahan pangan yang dikemas karena adanya zat-zat tertentu yang termigrasi kedalam bahan pangan tersebut. Salah satu alternatif pemecahannya adalah penggunaan edible film. 

Edibel film merupakan suatu katagori spesifik dari pengemasan makanan yang didefinisikan sebagai type pengemasan seperti film, lembaran atau lapis tipis sebagai bagian integral dari produk pangan dan dapat dimakan bersama-sama dengan produk tersebut (Karbowiak 2006). Menurut Gennadios et al. (1990) keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari edible film dibandingkan pengemas-pengemas non-edible adalah :

  1. dapat langsung dikonsumsi bersama produk yang dikemas sehingga tidak ada sampah kemasan. Jika filmtidak dapat dikonsumsi masih dapat didegradasi oleh bakteri sehingga mengurangi polusi lingkungan.
  2. meningkatkan sifat-sifat organoleptik pangan karena kedalamnya dapat ditambahkan flavor, pewarna, dan pemanis.
  3. dapat digunakan sebagai suplemen gizi.
  4. dapat diterapkan pada produk-produk yang berukuran kecil.
  5. dapat diaplikasikan di dalam produk yang heterogen sebagai penyekat antara komponen makanan yang berbeda.
  6. dapat berfungsi sebagai pembawa senyawa antimikroba dan antioksidan.

Beberapa bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat edible film yaitu: protein, polisakarida dan lipid, dengan adanya kemasan yang terbuat dari edible film ini maka diharapkan penggunaan plastik sintetis sebagai pengemas produk pangan oleh perusahaan/industri pangan dapat dikurangi sehingga dampaknya yaitu dapat mengurangi limbah/sampah plastik di lingkungan sekitar kita.

Referensi:

  1. Gennadios, A. dan L.W. Curtis. 1990. Edible film and coating for wheat and corn proteins.
  2. Karbowiak, T., Debeaufort, F., Champion, D. & Voilley, A. (2006), “Weeting properties at the surface of iota- carrageenan-based edible films”. J of Colloid and Int Sci 294:400-410.
  3. Parra, D.F., Tadini, C.C., Ponce, P. & Lugao, A,B. (2004), “Mechanical properties and water vapor tran smission  in some blends of cassava starch edible films”.  Carbohydrate Polymers 58:475-481.

Penulis:
Eka Saputra
(Departemen Kelautan)
ekasaputra@fpk.unair.ac.id

5/5