FPK UNAIR 23 Januari 2026 – Kunjungan Sekolah
Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan edukatif dari SMA IT Ar Rahman Banjarbaru pada Rabu (21/01/2026). Bertempat di lingkungan kampus FPK UNAIR, kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa mengenai potensi sektor perikanan dan kelautan sebagai pilar ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam membangun sinergi antara institusi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi untuk mencetak generasi muda yang sadar akan potensi maritim Indonesia.
Acara dibuka dengan hangat oleh Wakil Dekan II FPK UNAIR, Bapak Kustiawan Tri Pursetyo, S.Pi., M.Vet., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut, selaras dengan SDG 14 (Life Below Water). Beliau berharap kunjungan ini dapat memotivasi siswa untuk berkontribusi dalam mengelola kekayaan laut Indonesia secara bijak dan inovatif.
Sesi dilanjutkan dengan pemaparan mendalam mengenai program studi yang ada di FPK UNAIR. Bapak Terry Previo Avianto, S.Pi., M.Si., memaparkan prospek cerah di bidang Teknologi Hasil Perikanan (THP), di mana nilai tambah produk perikanan menjadi kunci dalam meningkatkan ekonomi kreatif dan mendukung SDG 1 (No Poverty) melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Sementara itu, Ibu Dita Wisudyawati, S.Pi., M.Sc. menjelaskan mengenai keunggulan Program Studi Akuakultur, yang memegang peranan vital dalam SDG 2 (Zero Hunger) melalui penyediaan sumber protein hewani yang berkelanjutan.
Antusiasme siswa semakin meningkat saat memasuki sesi pengenalan fasilitas. Dipandu oleh Mas Qushai selaku laboran, para siswa mengunjungi Laboratorium Mikrobiologi untuk melihat proses penelitian mikroorganisme yang mendukung kesehatan komoditas perikanan. Perjalanan berlanjut ke Laboratorium Kimia dan Analisis serta Laboratorium Anatomi dan Budidaya Ikan, di mana siswa belajar mengenai struktur biologis ikan dan cara optimasi budidaya yang ramah lingkungan.
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah pengenalan Aquaponic System. Inovasi ini menunjukkan bagaimana integrasi budidaya ikan dan tanaman dapat meminimalisir limbah dan menghemat penggunaan air. Hal ini sejalan dengan komitmen FPK UNAIR terhadap SDG 13 (Climate Action) dalam menciptakan teknologi adaptif terhadap perubahan iklim.
Antusiasme siswa semakin meningkat saat memasuki sesi pengenalan fasilitas. Dipandu oleh Mas Qushai selaku laboran, para siswa mengunjungi Laboratorium Mikrobiologi untuk melihat proses penelitian mikroorganisme yang mendukung kesehatan komoditas perikanan. Perjalanan berlanjut ke Laboratorium Kimia dan Analisis serta Laboratorium Anatomi dan Budidaya Ikan, di mana siswa belajar mengenai struktur biologis ikan dan cara optimasi budidaya yang ramah lingkungan. Ibu Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P., M.Sc. juga mempresentasikan berbagai produk olahan garam hasil riset fakultas. Edukasi mengenai pengolahan garam ini sangat penting untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional.
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah pengenalan Aquaponic System. Inovasi ini menunjukkan bagaimana integrasi budidaya ikan dan tanaman dapat meminimalisir limbah dan menghemat penggunaan air. Hal ini sejalan dengan komitmen FPK UNAIR terhadap SDG 13 (Climate Action) dalam menciptakan teknologi adaptif terhadap perubahan iklim. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para siswa diajak menuju Kolam Pendidikan di area belakang kampus FPK. Di lokasi ini, mereka melihat secara langsung manajemen kolam yang terintegrasi, yang menjadi pusat riset dan praktik mahasiswa dalam mengembangkan teknik akuakultur modern.
Penulis: MRR



