Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menunjukkan kiprahnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan global. Kali ini, Dr. Veryl Hasan, dosen Program Studi Akuakultur, berhasil mempublikasikan karya ilmiah di dua jurnal internasional bergengsi secara hampir bersamaan, yaitu Journal of Fish Biology (Q2 Scopus) dan Check List: The Journal of Biodiversity Data (Q3 Scopus).
Dalam tulisan opininya di Journal of Fish Biology, Dr. Veryl mengangkat isu penting terkait pengelolaan perikanan air tawar hias (OFT/Ornamental Freshwater Trade). Ia menekankan bahwa kerja sama, keterlibatan komunitas, dan pengelolaan sejak dini dapat menumbuhkan rasa memiliki bersama, bukan sebaliknya menjadi tragedi kepemilikan umum yang penuh konflik. Dengan menjadikan ikan cupang sebagai studi kasus, ia menawarkan kerangka baru untuk mendukung konservasi habitat air tawar yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.
Sementara itu, pada publikasinya di Check List, Dr. Veryl memaparkan hasil identifikasi kura-kura air tawar (Orlitia borneensis) dari Pulau Belitung. Penelitian ini memperkuat urgensi ketersediaan data biodiversitas yang lebih komprehensif untuk mendukung kebijakan konservasi, sekaligus menyoroti nilai budaya dan ekonomis spesies langka tersebut.
Tak hanya dikenal lewat publikasinya, Dr. Veryl Hasan juga termasuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2024 versi Stanford University dan Elsevier. Salah satu karya monumentalnya adalah pendirian Suaka Ikan Bangka Selatan, kawasan perlindungan khusus habitat ikan rawa gambut yang dikelola secara terorganisir—menjadi pionir dalam konservasi berbasis masyarakat di Indonesia.



