BERITA FPK – Inovasi es krim berbahan baku rumput laut sebagai tema yang diangkat oleh Dessy Intan Permata Sari, mahasiswa FPK UNAIR sebagai Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M). Inovasi itu bermula dari rasa ingin tahunya bagaimana bila tepung rumput laut digunakan untuk produk olahan es krim. Dessy juga menekankan bahwa inovasi es krim tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program kerja Gubernur Jawa Timur 2019 Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.
Sasaran utama PKM-M yang diketuai oleh Dessy adalah para santri Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aeng Dake Bluto Sumenep, Madura. Dessy bersama Tim mentransfer teknologi membuat es krim dengan tepung kappa dan iota karageenan kepada para santri agar tumbuh jiwa kewirausahaan, sehingga diharapkan para santri Pondok Pesantren Nasyrul Umum memiliki usaha mandiri produk es krim.
“Keunggulan tepung kappa dan iota karageenan ada pada fungsinya sebagai pengental es krim, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti gelatin dari bahan hewani“, tutur Dessy.״Tidak semua orang tahan terhadap protein hewani, oleh karena itu tepung kappa dan iota karageenan bisa menjadi inovasi baru untuk produk es krim di kalangan masyarakat“, lanjut Dessy dalam paparannya.
״Tepung kappa dan iota karagenan merupakan ekstrak rumput laut spesies Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spinosum,” ujar Dessy. Dalam pencampuran tepung kappa dan iota karageenan ke dalam bahan es krim, imbuh Dessy, hanya dibutuhkan konsentrasi yang sedikit saja. Menurutnya komposisi karageenan hanya 1-3% saja dari semua total bahan.
“Perbandingan faktor gizi dan viskositas antara gelatin dan kappa iota karageenan itu hampir sama, bahkan kandungan protein dan lemaknya masih lebih unggul karageenan. Keunggulan ini jadi nilai tambah dari inovasi produk es krim, apalagi es krim sangat disukai masyarakat, terutama anak kecil,” tutur Dessy.
Dessy bersama Tim PKM-M sudah melaksanakan workshop yang merupakan rangkaian kegiatan penyuluhan proses membuat es krim dari tepung kappa dan iota karageenan, dan terakhir adalah penilaian dari produk yang sudah dibuat. Tim PKM-M terdiri dari Dessy sebagai Ketua dengan anggota Iis Suryani (FPK), Imada Icha Wahyuningsih (FPK), Putri Faradina Herman (FKM), dan Siwi Rizki Utami (FKM). PKM-M berjudul: ”Katanan: Kombinasi Ice Cream Kappa dan Iota Karagenan Menuju Usaha Mandiri” dibimbing oleh dosen muda FPK, Annur Ahadi Abdillah, S.Pi., M.Si.
Dessy mengutip petuah dari Dosen Pembimbingnya, Bapak Annur Ahadi: ”Kalian mengikuti PKM ini pikirkan manfaat untuk mereka, bukan agar dapat lolos PIMNAS-nya. Kalaupun lolos PIMNAS, itu merupakan sebuah bonus buat kalian, yang terpenting adalah manfaat bagi mereka”.
Dessy bersama Tim PKM-M berharap para santri dapat memanfaatkan hasil transfer teknologi dari program PKM-M sebagai usaha mandiri dan sekaligus menambah wawasan mengenai salah satu manfaat dari rumput laut.
Sumber Berita: unair.ac.id



