Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan melalui partisipasinya dalam kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, berlokasi di kawasan pesisir Desa Kepetingan, Desa Pucukan, dan Desa Segoro Tambak, Kabupaten Sidoarjo. Partisipasi FPK UNAIR dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi aktif institusi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari implementasi proyek bertajuk Advancing Inclusive Blue Economies through Sustainable Aquaculture, Fisheries, and Habitat Protection in Indonesia yang diinisiasi oleh Yayasan WWF Indonesia dengan dukungan pendanaan dari COAST Facility untuk periode 2025–2028. Program ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat sektor perikanan skala kecil dan akuakultur berkelanjutan, sekaligus mendorong perlindungan dan restorasi habitat pesisir sebagai fondasi pengembangan ekonomi biru yang inklusif. Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga mengedepankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), sehingga memastikan keterlibatan aktif berbagai kelompok masyarakat secara setara.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kepentingan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, penyuluh perikanan, akademisi dari berbagai perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, serta Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Selain itu, keterlibatan kelompok masyarakat seperti Pokmaswas Desa Segoro Tambak dan Pokmaswas Ketingan Jaya bersama pemerintah desa setempat menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat dalam menjaga ekosistem pesisir.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi teknis di lapangan, dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama di area yang telah ditentukan. Mangrove yang ditanam diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang, seperti mencegah abrasi, meningkatkan kualitas habitat bagi biota perairan, serta berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta mengenai pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Partisipasi FPK UNAIR dalam kegiatan ini mencerminkan peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mitigasi perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) dalam menjaga ekosistem laut dan pesisir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas sektor. Selain itu, pendekatan inklusif yang diterapkan juga mendukung prinsip kesetaraan sosial dalam pembangunan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan penanaman mangrove ini, FPK UNAIR tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai institusi yang berorientasi pada solusi dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir serta mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan laut dan pesisir demi keberlangsungan generasi mendatang.
Penulis : FBM
Penyunting : TPA



