Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

FPK Unair Hadirkan Dosen UTM Malaysia, Mahasiswa Antusias Ikuti Kuliah Tamu Internasional

Bagikan

Upaya memperkuat jejaring internasional terus dilakukan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga melalui berbagai program akademik kolaboratif. Salah satu kegiatan terbaru yang sukses digelar adalah kuliah tamu internasional dengan menghadirkan akademisi dari Universiti Teknologi Malaysia atau UTM.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FPK Unair dalam membuka wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat kerja sama akademik dengan universitas luar negeri. Bertempat di lingkungan kampus FPK Unair, kuliah tamu tersebut menghadirkan dua pembicara dari UTM, yakni Dr. Nur Izzati Mohd Noh dari Department of Bioscience serta ChM. Anthony Nyangson Steven dari Department of Chemistry.

Dalam pemaparannya, Dr. Izzati membahas perkembangan mikrobiologi dalam bidang bioteknologi modern. Ia menjelaskan bagaimana mikroorganisme memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, lingkungan, hingga sektor industri. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memperlihatkan peluang riset dan inovasi yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa di masa depan.

“Bioteknologi berbasis mikroorganisme memiliki peluang sangat besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang ramah lingkungan,” jelas Dr. Izzati di hadapan peserta kuliah tamu.

Sementara itu, suasana kuliah semakin menarik ketika Dr. Eng. Sapto Andriyono selaku PJMK Mata Kuliah Bioprospeksi turut mendampingi jalannya kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi pengalaman riset mengenai isolasi genetik pada sumber daya ikan dari wilayah tropis hingga kawasan Antartika. Pengalaman penelitian lintas wilayah tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang luasnya potensi eksplorasi bioteknologi kelautan dan pentingnya pengembangan riset berbasis sumber daya hayati perairan.

Mahasiswa terlihat antusias ketika Dr. Sapto menjelaskan tantangan penelitian molekuler di lingkungan ekstrem seperti Antartika, termasuk proses pengambilan sampel dan analisis genetik yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi bioaktif organisme perairan.

Tidak kalah menarik, ChM. Anthony Nyangson Steven membagikan pengalaman profesionalnya yang banyak berkaitan langsung dengan dunia industri. Dengan pendekatan yang aplikatif, ia menghubungkan ilmu kimia dengan berbagai persoalan pencemaran lingkungan yang saat ini menjadi tantangan global.

Anthony menjelaskan bahwa limbah industri yang tidak terkelola dengan baik dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Namun demikian, ia juga memperkenalkan pemanfaatan bioenzim sebagai solusi inovatif untuk membantu menurunkan tingkat polusi dari limbah industri sehingga lebih aman sebelum dibuang ke lingkungan.

Penjelasan tersebut mendapat perhatian besar dari mahasiswa karena dinilai relevan dengan isu lingkungan yang semakin kompleks saat ini. Interaksi aktif terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari sesi diskusi hingga tanya jawab yang dipenuhi antusiasme peserta.

Kuliah tamu internasional ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari mahasiswa maupun dosen. Selain menambah wawasan akademik, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan penerapannya secara global.

Melalui kegiatan seperti ini, FPK Unair berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja dan riset internasional, sekaligus memperkuat budaya akademik yang kolaboratif dan inovatif di lingkungan kampus.

Penulis : Sapto Andriyono

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5