Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

FPK UNAIR Kembali Cetak Guru Besar, Fokus pada Perkuat Keilmuan Reproduksi Hewan Air untuk Inovasi Berkelanjutan

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali mencatatkan capaian penting dalam penguatan kapasitas akademik dengan bertambahnya satu Guru Besar baru di bidang ilmu reproduksi hewan air. Prof. Dr. Ahmad Shofy Mubarak, S.Pi., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 9 April 2025 dalam prosesi yang berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C Universitas Airlangga. Pengukuhan ini dilaksanakan bersama empat Guru Besar lainnya dari berbagai bidang keilmuan, menandai komitmen UNAIR dalam memperkuat kontribusi keilmuan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Tonggak Penting Penguatan Akademik FPK UNAIR

Pengukuhan Guru Besar merupakan salah satu pencapaian tertinggi dalam karier akademik yang tidak hanya mencerminkan dedikasi individu, tetapi juga menjadi indikator kemajuan institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Prof. Dr. Ahmad Shofy Mubarak sebagai Guru Besar di bidang reproduksi hewan air diharapkan mampu memperkuat pengembangan ilmu perikanan, khususnya dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor akuakultur di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, sivitas akademika, serta para undangan yang turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi atas peran strategis akademisi dalam menjawab tantangan global melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

Peran Ilmu Pengetahuan dalam Menjawab Tantangan Zaman

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan bentuk tanggung jawab akademisi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Ia menyoroti pentingnya peran lintas disiplin ilmu dalam menjawab isu-isu strategis, mulai dari ketahanan pangan hingga perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus terus beradaptasi dengan dinamika zaman. Pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam mendorong inovasi yang relevan dan aplikatif, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Perguruan tinggi, dalam hal ini, memiliki peran penting dalam memastikan bahwa riset dan inovasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan saat ini sekaligus mengantisipasi tantangan masa depan.

Kontribusi terhadap Pengembangan SDGs dan Keilmuan Perikanan

Pengukuhan Guru Besar di bidang reproduksi hewan air ini memiliki relevansi yang kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengembangan ilmu yang mendukung keberlanjutan ekosistem perairan, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui dorongan inovasi berbasis riset.

Dengan bertambahnya Guru Besar, FPK UNAIR semakin memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan dalam pengembangan ilmu perikanan dan kelautan. Keilmuan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan, menjaga keberlanjutan sumber daya, serta mendukung pembangunan berbasis ekonomi biru.

Momentum ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan. Dengan sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian, FPK UNAIR optimistis dapat terus melahirkan akademisi dan inovasi yang mampu memberikan solusi bagi tantangan global di masa depan.

Penulis : FBM

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5