Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) menerima kunjungan akademik dari MAN 1 Malang pada 30 Maret 2026 dalam rangka pengenalan pendidikan tinggi di bidang perikanan dan kelautan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FPK UNAIR dalam memperluas literasi kelautan sekaligus memperkenalkan ekosistem pembelajaran berbasis riset dan keberlanjutan kepada siswa tingkat menengah yang tengah mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan pimpinan fakultas yang disampaikan oleh Bapak Kustiawan Tri Pursetyo, S.Pi., M. Vet., Ph.D selaku wakil dekan 2. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan MAN 1 Malang serta menegaskan pentingnya memilih bidang studi yang strategis dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Ia juga menekankan bahwa sektor perikanan dan kelautan memiliki peran krusial dalam mendukung ketahanan pangan, inovasi produk perikanan, serta pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Materi utama kegiatan difokuskan pada pengenalan dua program studi unggulan di FPK UNAIR. Paparan pertama disampaikan oleh Bapak Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., Ph.D. selaku Kepala Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) berorientasi pada pengolahan, pengawetan, keamanan pangan, pengendalian mutu, hingga pengembangan produk inovatif berbasis hasil perikanan. Kurikulum dirancang secara integratif dengan dukungan laboratorium modern untuk menunjang pembelajaran bioteknologi, analisis mutu, serta inovasi produk bernilai tambah.
Lebih lanjut, Bapak Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., Ph.D. menekankan bahwa lulusan THP memiliki prospek karier yang luas, antara lain di industri pengolahan hasil perikanan, quality control dan quality assurance, pengembangan produk pangan, lembaga penelitian, hingga wirausaha di bidang seafood processing. Kontribusi bidang ini turut mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perikanan dan penguatan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan implementasi SDGs 2 (Zero Hunger).
Paparan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Abdul Manan, S.Pi., M.Si., Ph.D. selaku Kepala Program Studi Akuakultur. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa Program Studi Akuakultur berfokus pada sistem budidaya perikanan yang efisien, adaptif, dan ramah lingkungan. Mahasiswa dibekali kompetensi dalam manajemen kualitas air, nutrisi dan formulasi pakan, kesehatan ikan, teknologi pembenihan, hingga sistem budidaya berbasis inovasi.
Bapak Abdul Manan, S.Pi., M.Si., Ph.D. juga menguraikan bahwa prospek lulusan Akuakultur sangat terbuka luas, baik sebagai praktisi budidaya, konsultan perikanan, peneliti, aparatur pemerintah, maupun pelaku usaha perikanan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kebutuhan protein hewani dari sektor perikanan, akuakultur menjadi solusi strategis dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan kelestarian sumber daya perairan. Hal ini selaras dengan SDGs 14 (Life Below Water) yang menekankan pengelolaan ekosistem perairan secara bertanggung jawab.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar jalur masuk perguruan tinggi, kegiatan kemahasiswaan, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja. Respons komprehensif dari para kepala program studi memberikan gambaran nyata mengenai sistem pembelajaran, dukungan fasilitas, serta peluang pengembangan diri di FPK UNAIR.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas pendukung pembelajaran, seperti Laboratorium Pangan, Laboratorium Basah, serta kolam praktik budidaya. Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pemahaman langsung mengenai sarana dan prasarana yang menunjang proses akademik dan riset di FPK UNAIR.
Kunjungan akademik ini juga memperkuat sinergi antara FPK UNAIR dan MAN 1 Malang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Kolaborasi tersebut mencerminkan implementasi SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan strategis antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah konkret FPK UNAIR dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap sektor perikanan dan kelautan yang modern, berbasis riset, serta berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pengenalan program studi dan fasilitas unggulan, FPK UNAIR terus menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan perikanan nasional yang inovatif dan berdaya saing.
Penulis : AAZ
Editor : TPA



