Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) terus berkomitmen mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Sebagai bagian dari upaya memperkuat Zona Integritas (ZI) di lingkungan kampus, FPK UNAIR menggelar kegiatan pendampingan pengelolaan aset pada tanggal 27 Februari 2026. Bertempat di Ruang Rapat Direktorat Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan, dan Operasional (PILO), kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pendidikan di FPK UNAIR terdokumentasi dengan standar legalitas yang tinggi.
Sinergi Strategis untuk Akuntabilitas Publik
Pengelolaan aset di lingkungan akademis bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi bagi keberlanjutan riset dan pengabdian masyarakat. Tim pengelola aset FPK UNAIR bersinergi langsung dengan Direktorat PILO untuk melakukan sinkronisasi data dan validasi fisik. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap instrumen laboratorium, gedung, hingga fasilitas lapangan memiliki status kepemilikan yang jelas dan sah secara hukum.
Dalam kerangka SDG 17 (Partnerships for the Goals), kolaborasi internal antar unit di Universitas Airlangga ini membuktikan bahwa penguatan institusi dimulai dari transparansi infrastruktur. Dengan aset yang terkelola baik, FPK dapat mengoptimalkan sumber daya untuk mendukung inovasi di sektor perikanan dan kelautan.
Mengapa Inventarisasi Aset Itu Krusial?
Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk mewujudkan tertib administrasi yang mencakup pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. Tanpa sistem record yang mumpuni, risiko kehilangan aset atau klaim sepihak dari pihak luar menjadi sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan semangat Zona Integritas dalam mencegah maladminstrasi dan kerugian negara.
Adity Gita Rohmatullah, S.Pi. selaku Kasubbag Sarana dan Prasarana FPK UNAIR, salah satu tim pengelola aset FPK yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya presisi data. ” Ini bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi soal tanggung jawab kita terhadap fasilitas negara yang digunakan untuk mencetak generasi ahli perikanan,” ujarnya.
Kegiatan yang melibatkan Direktorat PILO (Pengelolaan Infrastruktur dan Lingkungan) ini berfokus pada audit fisik dan digital. Sesuai dengan prinsip transparansi, setiap aset diberikan identitas unik yang terhubung dengan aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Management Barang Airlangga). Upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen FPK UNAIR dalam mencegah penguasaan aset oleh pihak yang tidak berhak, yang merupakan bagian dari mitigasi risiko dalam skema Zona Integritas.
Penulis : Aditya Gita Rohmatullah, S.Pi.
Editor : Alejandro Ahmad Zuhayr





