Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

FPK Unair Surabaya Berhasil Kembangkan Garam Hasil Tambak Petani Jadi Produk Kosmetik Hingga Farmasi

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

FPK Unair Surabaya Berhasil Kembangkan Garam Hasil Tambak Petani Jadi Produk Kosmetik Hingga Farmasi

Bagikan

Berita FPK. Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan garam di Indonesia berhasil mengembangkan hasil tambak petani garam menjadi produk kosmetik dan farmasi. Tidak saja bakal memberi nilai tambah pada produk petani garam, tetapi juga bisa memberi nilai berlipat pada produk tambak pantai ini.

 

Harga garam di tingkat petani pernah terpuruk di angka Rp 100/kg, dan kini harga garam di tingkat petani Rp 1.500/kg.Namun lewat sentuhan inovatif FPK Unair, garam petani bisa naik level, bahkan bisa naik berkali lipat.Salah satunya dengan menjadikan garam petani menjadi produk kosmetik yang aman.Saat ini FPK telah mengembangkan inovasi turunan garam menjadi garam spa dan garam scrub sebagai main product.Selain dua produk utama yang sudah berjalan, juga dikembangkan produk mouth wash, deodoran, pasta gigi, face maske, gale face scrub, hingga facial cleansing water.

 

“Kami tengah fokus pada hilirisasi industri garam dengan inovasi garam dan turunannya,” kata Dekan FPK Unair Prof Ir Moch Amin Alamsjah MSi PhD, Senin (18/9/2023). Saat ini, Pusat Inovasi Garam dan Turunannya FPK Unair tengah berkolaborasi dengan akademisi dan ahli dengan basic perikanan dan kelautan menggandeng ahli kesehatan masyarakat, ekonomi dan bisnis, hingga bidang sains dan teknologi Unair. FPK mendapat support Dinas Perikanan Lamongan bersama dengan kelompok petambak garam dan wanita perebus garam di Desa Sedayulawas, Desa Labuan, dan Desa Sidomukti. Para petani tambak di Kabupaten Lamongan ini diberdayakan.

 

“Tantangan petambak kita saat ini adalah bagaimana menghasilkan produk garam dengan kandungan NaCL di atas 90 persen. Tidak saja untuk industri makanan, bisa juga menjadi bahan kosmetik yang aman untuk orang Indonesia. Daripada produk asing yang belum jelas kandungannya,” kata Amin. Apalagi saat ini banyak salon dan klinik kecantikan. Garam dengan kandungan NaCL di atas 90 persen melalui purivikasi dan ekstraksi bahan kimia, garam-garam terbaik Lamongan itu berhasil dijadikan garam spa dan garam scrub yang aman. Dengan melibatkan semua pihak dan ahli dari Unair hanya membutuhkan proses kurang lebih dua hari untuk menjadi produk kosmetik jadi. Saat ini sudah ada sekitar 100 pcs yang diproduksi.

 

Dengan tingkat keamanan yang terjaga dari iritasi kulit, Amin yakin inovasi turunan garam ini akan diminati. “Fakultas kami berkomitmen kuat untuk meningkatkan produk garam petani dengan kualitas terbaik. Selain bisa untuk bahan farmasi, kosmetik, vitamin, juga untuk produk kebutuhan lainnya. Kami bersama tim FPK akan fokus di turunan garam ini. Garam untuk bumbu dapur sudah ada yang handle,” tambah Amin.

 

Kembangkan Rumah Prisma
Dekan FPK Unair Moch Amin Alamsjah sadar bahwa teknologi membawa peran penting di sektor garam, apalagi seusai panen. Perlu pengembangan usaha garam dengan diversifikasi produk garam dan turunannya agar punya nilai tambah. Namun pekerjaan yang harus bersama-sama diatasi dulu adalah kualitas produksi garam yang terjaga. Karena masih banyak mineral pengotor seperti magnisium dan sulfat. Selama ini kandungan NaCL di petani tambak masih 80-90 persen. Sedangkan untuk standardisasi industri makanan 94 persen,  dan untuk farmasi harus 99 persen.  Saat ini FPK Unair turut berkontribusi meningkatkan kualitas garam petani. “Salah satunya, kami mengembangkan rumah prisma petani garam di Lamongan. Teknologi tepat guna ini bisa meningkatkan kadar NaCL lebih tinggi. Mari bersama-sama menaikkan level petani garam kita agar lebih sejahtera,” pungkas Amin.

 

5/5