Kota Kinabalu, Malaysia – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) terus memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui kegiatan staff outbound ke Borneo Marine Research Institute (BMRI), Universiti Malaysia Sabah (UMS), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Ocean Day 2026 yang mengusung semangat kolaborasi lintas negara untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Dalam kegiatan tersebut, dua staf akademik FPK Universitas Airlangga, yakni Dr. Eng. Sapto Andriyono dan Muhammad Hanif Ashar, Ph.D., berpartisipasi aktif dalam Dialog Maritim yang diselenggarakan oleh BMRI. Forum ilmiah tersebut menjadi wadah untuk pertukaran gagasan, pengalaman, dan penguatan jejaring akademik antara para peneliti, akademisi, serta pemangku kepentingan di bidang kelautan dari kedua institusi.
Dialog Maritim yang diinisiasi oleh BMRI membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Isu-isu strategis, seperti konservasi biodiversitas laut, perubahan iklim, pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kelautan, menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut.
Kehadiran delegasi FPK Universitas Airlangga tidak hanya memperkaya perspektif akademik dalam forum internasional tersebut, tetapi juga menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-14, yaitu menjaga dan memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari perayaan World Ocean Day 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove dan lamun (seagrass) di kawasan pesisir sekitar kampus BMRI, Universiti Malaysia Sabah. Kegiatan konservasi ini melibatkan sivitas akademika dari kedua institusi sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga kesehatan ekosistem pesisir.
Penanaman mangrove dan lamun berperan penting dalam mendukung ketahanan ekosistem pesisir. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi, habitat bagi berbagai biota laut, serta penyerap karbon yang efektif. Sementara itu, lamun berperan sebagai kawasan asuhan (nursery ground) bagi berbagai spesies ikan dan organisme laut, sekaligus berkontribusi dalam menjaga kualitas perairan serta menyimpan karbon biru (blue carbon).
Dr. Eng. Sapto Andriyono menyampaikan bahwa kolaborasi internasional semacam ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, tantangan pengelolaan sumber daya laut saat ini memerlukan pendekatan multidisiplin dan kerja sama lintas negara yang berkelanjutan.
“Laut merupakan sumber kehidupan yang menyatukan banyak negara, sehingga upaya menjaga keberlanjutannya tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah. Kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Universiti Malaysia Sabah diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi dan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan lingkungan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Hanif Ashar, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan World Ocean Day, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan yang telah terjalin antara kedua institusi.
Melalui kegiatan staff outbound ini, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dan Borneo Marine Research Institute Universiti Malaysia Sabah semakin meneguhkan komitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program inovatif yang mendukung pembangunan kelautan berkelanjutan serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak solusi bagi berbagai tantangan lingkungan global.
Partisipasi aktif kedua institusi dalam peringatan World Ocean Day 2026 juga menjadi bukti bahwa kerja sama internasional di bidang kelautan merupakan investasi penting bagi masa depan. Dengan semangat “One Ocean, Shared Future”, Universitas Airlangga dan Universiti Malaysia Sabah berupaya membangun masa depan laut yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Penulis : Dr. Eng. Sapto Andriyono
Editor : TPA



