Gagas Desa Revolusi Perairan, Antarkan Nantasa Raih Runner-up 2 Duta Lingkungan Jawa Timur 2021

By Ayu Lana Nafisyah On Selasa, Mei 04 th, 2021 · no Comments · In

Warta FPK—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah seorang Ksatria Airlangga. Kali ini prestasi itu datang dari Nantasa Eka, mahasiswi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR angkatan 2019. Ia berhasil meraih posisi runner-up 2 Duta Lingkungan Jawa Timur (Jatim) 2021.

Perhelatan Malam Puncak dan Grand Final tersebut diselenggarakan di Jember Town Square (Jetos), pada Minggu (11/4/2021). Nantasa merupakan finalis asal Kabupaten Sidoarjo, sebelumnya gadis yang akrab disapa Nanta itu memang dikenal aktif dalam ajang pageant lainnya. Tercatat ia juga pernah menjadi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Sidoarjo pada tahun 2020 lalu.

Menurut Nanta, kunci pertama sebelum mengikuti ajang kompetisi apa pun itu haruslah terlebih dahulu meluruskan niat. Sebab, menurutnya bakat dan minat adalah nomor sekian. Ia juga menuturkan, menjadi seorang Duta Lingkungan Jawa Timur harus mempersiapkan wawasan yang luas mengenai lingkungan.

“Kunci awal mengikuti kompetisi apa pun itu adalah niat. Kalau kita enggak punya niat dan keberanian, ya tentu tidak akan tercapai. Tidak lupa juga restu orang tua, sehingga variabel lainnya nanti mengikuti,” tuturnya.

Nanta yang telah dipercaya membawa nama Kabupaten Sidoarjo itu mengatakan bahwa ia memerlukan waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri. Tidak diragukan lagi kapabilitasnya dalam menjawab pertanyaan beberapa juri terkait seputar isu lingkungan di Indonesia, ia jawab dengan tangkas dan trengginas.

“Pertanyaan yang diberikan tidak lagi skala daerah tapi nasional, karena kami juga disiapkan untuk ajang nasional,” jelas mahasiswa akuakultur itu.

Adapun Program Kerja (Proker) yang ia narasikan, di antaranya yaitu ‘Desa Revolusi Perairan’. Lebih lanjut, Nanta menjelaskan Desa Revolusi artinya desa yang bisa menjadi percontohan dari segi lingkungan, baik daratan maupun lautan. Revolusinya tertuju pada perekonomian desa, berupa memberdayakan dan mengedukasi pengolahan sampah.

Adanya ajang Duta Lingkungan ini bagi mereka yang terpilih, dapat membina dan menyosialisasikan berbagai isu lingkungan secara atraktif dan menarik. Tidak luput juga tentunya, menyesuaikan kondisi masyarakat sasaran.

Selain itu, tercatat berdasarkan data indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia sebesar 70,27%. Hal itulah yang menggerakkan Nanta untuk menjadi promotor kesehatan lingkungan di Indonesia. (*)

Nantasa Eka (kanan) Pada Malam Penobatan Duta Lingkungan
Jawa Timur di Jember Town Square (Sumber: Istimewa)

Penulis: Viradyah Lulut Santosa (Akuakultur, 2019)

Editor  : Linda Kartika Sari (Teknologi Hasil Perikanan, 2019)

 36 total views,  2 views today

Please follow and like us:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
YOUTUBE
Instagram