Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Guest Lecture Dr. Nuradilla Mohamad Fauzi di FPK UNAIR Bahas Omics dan Genetic Engineering untuk Perikanan Modern

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global melalui penyelenggaraan guest lecture bersama Dr. Nuradilla Mohamad Fauzi pada Senin, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan FPK UNAIR ini menghadirkan akademisi dari Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, Malaysia, yang memiliki kepakaran di bidang bioteknologi molekuler dan genetika. Perkuliahan tamu ini menjadi momentum penting dalam memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi internasional antarperguruan tinggi.

Akademisi Universiti Malaya Berbagi Keilmuan di FPK UNAIR

Dr. Nuradilla Mohamad Fauzi merupakan Senior Lecturer di Institute of Biological Sciences, Faculty of Science, Universiti Malaya. Ia menempuh pendidikan Sarjana di bidang Biotechnology serta meraih gelar Ph.D. dalam bidang Genetics dari University of California, Davis, Amerika Serikat. Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia dikenal aktif dalam penelitian berbasis pendekatan molekuler, khususnya terkait genetika organisme akuatik, respons terhadap stres lingkungan, serta konservasi ekosistem laut dan terumbu karang.

Kehadirannya di FPK UNAIR tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai mitra akademik dalam membuka ruang kolaborasi riset multidisipliner. Hal ini sejalan dengan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta implementasi SDGs 17 (Partnerships for the Goals), yang menekankan pentingnya kemitraan global dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

Dua Materi Strategis untuk Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Nuradilla menyampaikan dua materi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan angkatan 2023. Materi pertama bertajuk “Omics Technologies in Fisheries and Aquaculture” disampaikan pada mata kuliah Instrumentasi Kelautan. Pada sesi ini, ia menjelaskan pemanfaatan teknologi genomik, transkriptomik, proteomik, dan metabolomik dalam mendukung deteksi penyakit, peningkatan kualitas benih, serta analisis adaptasi organisme perairan terhadap perubahan lingkungan.

Mahasiswa mendapatkan gambaran komprehensif mengenai bagaimana pendekatan omics dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam penelitian perikanan modern. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan mengenai peluang implementasi teknologi tersebut di perairan tropis Indonesia.

Materi kedua, “Genetic Engineering in Fish: The History”, disampaikan pada mata kuliah Survey dan Pemetaan. Dalam pemaparannya, Dr. Nuradilla menelusuri perkembangan rekayasa genetika ikan mulai dari teknik seleksi konvensional dan hibridisasi hingga teknologi transgenik modern. Ia juga membahas pemanfaatan modifikasi genetik untuk meningkatkan laju pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit, toleransi terhadap perubahan suhu dan salinitas, serta efisiensi konversi pakan.

Tidak hanya aspek teknis, pembahasan juga mencakup isu biosafety, etika, serta regulasi global yang menjadi perhatian dalam penerapan rekayasa genetika di sektor perikanan. Materi ini memberikan perspektif kritis kepada mahasiswa mengenai tantangan dan peluang bioteknologi dalam mendukung pengembangan perikanan berkelanjutan.

Antusiasme Mahasiswa dan Penguatan Jejaring Global

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan angkatan 2023 dengan partisipasi aktif selama sesi diskusi. Salah satu mahasiswa Ilmu Teknologi Kelautan angkatan 2023, farrel, menyampaikan bahwa penjelasan mengenai evolusi teknologi rekayasa genetika ikan membuatnya lebih memahami kompleksitas sekaligus potensi besar bioteknologi dalam mendukung perikanan modern. Mahasiswa lainnya menambahkan bahwa materi omics membuka wawasan baru mengenai pentingnya pendekatan molekuler dalam penelitian kelautan.

Melalui guest lecture ini, FPK UNAIR kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemitraan internasional antara FPK UNAIR dan Universiti Malaya sebagai bagian dari implementasi SDGs 17 (Partnerships for the Goals). Informasi lebih lanjut mengenai program internasional, profil fakultas, serta kegiatan riset dan kolaborasi lainnya dapat diakses melalui laman resmi FPK UNAIR.

Penulis : AAZ

Editor : TPA

Rated 5 out of 5