Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) Ikan Endemik Yang Menghuni Kawasan Mangrove

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Ikan Gelodok (Periopthalmus sp.) Ikan Endemik Yang Menghuni Kawasan Mangrove

Bagikan

Pernahkah kamu mendengar ikan gelodok/ ikan tembakul? Nama Ikan glodok (Periopthalmus sp.) memang cukup asing di telinga. Namun, ikan ini cukup berpotensi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Pola hidup ikan ini menyerupai amfibi yaitu beradaptasi dengan habitat pasang surut. Ikan ini dapat bertahan hidup pada saat pasang surut.  Ikan ini merupakan biota endemik yang mendiami kawasan dari hutan mangrove. Ikan ini mendiami kawasan mangrove karena ketersediaan makanan di lingkungan ini yang melimpah dan sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Ciri khas ikan ini adalah memiliki mata yang besar serta mencuat keluar dari kepala, pada bagian pangkal sirip dadanya terdapat otot dan sirip ini bisa ditekuk sehingga fungsinya hampir sama seperti lengan yang dapat digunakan untuk merangkak atau melompat diatas lumpur dan bertengger pada akar mangrove. 

Potensi ikan gelodok selain sebagai filter feeder, juga banyak dikonsumsi dan dijadikan ikan hias terutama di negara Cina, Jepang dan Korea. Ikan ini mengandung 7,91 % protein, 0,46 % lemak, 3,82 % abu dan 72,80 % air. Sedangkan bila sudah dipanggang ikan gelodok ini mempunyai kandungan 24,31 % protein, 0,85 % lemak, 5,17 % abu dan 43,73 % air. Masyarakat merauke mempercayai bahwa ikan ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit asma dan batuk serta peningkat stamina dan kesehatan ibu hamil.

 

Penulis: Anin Miftahatul Muharromah

5/5