Close
Pendaftaran
FPK UNAIR

Inovasi Perikanan: Tim UNAIR Kenalkan Nugget, Bakso, dan Kerupuk Ikan di Ujung Pangkah, Gresik

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Inovasi Perikanan: Tim UNAIR Kenalkan Nugget, Bakso, dan Kerupuk Ikan di Ujung Pangkah, Gresik

Bagikan

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) yang diketuai oleh Dr. Ahmad Shofy Mubarak S.Pi., M.Si dan beranggotakan Eka Saputra, S.Pi., M.Si dan Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., MP., M.Sc melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelompok Nelayan Tradisional Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini juga mengikutsertakan 2 mahasiswa FPK UNAIR atas nama Khairaniyatul Iftitah dan Gadis Yulieta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 orang dengan melaksanakan protokol kesehatan yakni mencuci tangan dan memakai masker ketika kegiatan berlangsung.

Pengolahan pangan berbasis perikanan yang dimiliki oleh Nelayan Tradisional Ujung Pangkah Gresik cukup tinggi yaitu dengan menghasilkan ikan Pahat dan ikan Payus. Akan tetapi dengan penangkapan yang tinggi tidak diikuti dengan permintaan yang tinggi, sehingga daya jual ikan tersebut cukup rendah. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka perlu dilakukan proses pengolahan untuk diversifikasi produk olahan ikan Pahat dan Payus menjadi kerupuk, nugget dan bakso ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan bagi istri keompok nelayan tradisional di Ujungpangkah, Gresik.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan tahun pertama yang dilakukan di Ujungpangkah, Gresik dan harapannya akan bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan menjadi desa binaan bagi Fakultas Perikanan dan Kelautan, Unair. Proses pengolahan terbagi menjadi tiga tahapan, yang pertama adalah membuat nugget ikan. Proses pembuatan nugget meliputi proses pelumatan daging ikan, pencampuran bahan penunjang seperti gula, garam, merica, kaldu bubuk, bawang putih, dan telur. Selanjutnya diberikan tambahan tepung terigu, wortel, daun bawang dan dilumatkan bersama dengan daging ikan. Dilakukan pencetakan adonan di dalam loyang, dikukus selama 20 menit, dilumuri dengan tepung panir dan digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Untuk proses pembuatan bakso ikan meliputi pelumatan daging ikan, pencampuran bahan penunjang seperti garam, gula, merica, kaldu, baking powder, bawang bombay, putih telur, tepung tapioka. Selanjutnya dilakukan pencetakan adonan bakso, perebusan hingga adonan mengapung dan bakso siap dihidangkan. Disisi lain untuk proses pembuatan kerupuk ikan meliputi pembuatan adonan biang untuk merekatkan adonan kerupuk dengan mendidihkan tepung tapioka dan air hingga mengental dan berwarna putih susu. Selanjutnya daging ikan dilumatkan, ditambahkan pada adonan biang dan dicampur dengan bawang putih halus, telur, gula, lada di dalam food processor untuk dihomogenkan. Dilakukan pencetakan, pengukusan selama 20 menit, penyimpanan di kulkas 24 jam, dipotong tipis, dijemur 1-2 hari dibawah sinar matahari dan kerupuk ikan siap digoreng dan disajikan sebagai pelengkap makanan.

Setelah praktik pembuatan nugget, bakso dan kerupuk ikan, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Para peserta diberikan materi bagaimana melakukan penilaian dengan menggunakan form evaluasi sensori dengan penilaian secara hedonik (uji kesukaan). Para peserta diberikan lembar penilaian untuk menilai secara subyektif produk hasil praktik yang telah dilakukan. Dalam sesi tersebut, masyarakat antusias dan berharap tahun depan dapat dilakukan kunjungan kembali ke Ujungpangkah Gresik dengan materi pemasaran produk hasil perikanan.

 

Penulis:

Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P

Departemen Kelautan

Email: dwiyp@fpk.unair.ac.id

 

 

Loading

5/5