Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan capaian kompetisi di tingkat nasional melalui inovasi berbasis pangan fungsional. Prestasi tersebut diraih oleh tim lintas fakultas yang berhasil meraih Juara III pada subtema pangan dalam ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award (SINEPA) 2026, yang diselenggarakan 13–20 Maret 2026.
Tim lintas fakultas yang menamai diri Para Pencari Tuhan, beranggotakan Ahmad Fauzi Mansur dan Shakira Desifa Arditya dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), serta Ferdiansyah Darmawan dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Dalam kompetisi tersebut, tim mengangkat karya ilmiah bertajuk “Yogurt Sinbiotik Berbasis Fucoidan Sargassum sp. dalam Memodulasi Mikrobiota Usus dan Meningkatkan Produksi Short-Chain Fatty Acids.”
Berangkat dari potensi sumber daya laut Indonesia yang melimpah, tim mengidentifikasi Sargassum sp. sebagai komoditas yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun memiliki kandungan bioaktif bernilai tinggi. Fucoidan yang terkandung dalam Sargassum sp. diketahui memiliki potensi sebagai prebiotik alami yang mampu mendukung pertumbuhan mikroorganisme baik di dalam saluran pencernaan.
Melalui pendekatan sinbiotik, yakni kombinasi antara probiotik dan prebiotik, tim merancang inovasi yogurt fungsional yang tidak hanya berperan sebagai produk pangan, tetapi juga sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan usus. Inovasi ini diarahkan untuk memodulasi keseimbangan mikrobiota usus serta meningkatkan produksi short-chain fatty acids (SCFA), senyawa metabolit yang berperan penting dalam menjaga integritas sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara umum.
Gagasan ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan dalam menjaga kesehatan usus untuk menjaga integritas pencernaan kesehatan tubuh, tetapi juga keberlanjutan. Pemanfaatan Sargassum sebagai bahan baku mencerminkan upaya optimalisasi sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan pangan berbasis kelautan yang inovatif dan berdaya saing.
Proses penyusunan karya dimulai dari gagasan sederhana yang berkembang melalui diskusi intensif menjadi sebuah konsep yang komprehensif. Tim kemudian melakukan penelusuran literatur ilmiah secara mendalam guna memastikan bahwa setiap argumen yang disusun memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pendekatan ini menghasilkan karya yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sistematis dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Dalam pelaksanaannya, kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama tim. Meskipun dihadapkan pada dinamika kesibukan akademik, koordinasi tetap terjaga melalui komunikasi yang efektif dan pembagian peran yang jelas. Sinergi tersebut memungkinkan setiap anggota tim berkontribusi secara optimal sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UNAIR dalam menghasilkan karya inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki potensi implementatif bagi masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan di bidang pangan dan kesehatan.
Partisipasi dalam kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan ide, mengintegrasikan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan solusi yang berdampak. Inovasi yogurt sinbiotik berbasis Sargassum sp. ini pun menjadi representasi nyata bahwa kekayaan laut Indonesia menyimpan peluang besar untuk mendukung masa depan pangan yang lebih sehat, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis : Shakira Desifa Arditya
Penyunting : FBM dan TPA


